Kembali Ke Index Video


Eksepsi Pengacara YIS Buka Statment Perbuatan Perkara Ini Tidak Ada Atau Ghoib

Kamis, 5 Agustus 2021 | 15:32 WIB
Dibaca: 396
SIDANG KASUS YIS DI PN SLEMAN PENASEHAT HUKUM SD YOGYAKARTA INDEPENDENT SCHOOL BUKA STATEMEN PERKARA INI GHOIB

SLEMAN) – Media Pastvnews.com, lintas kasus, sidang lanjutan kasus dugaan pemalsuan nilai ijazah Yogyakarta Independent School dengan terdakwa Supriyanto memasuki babak kedua di Pengadilan Negeri Sleman.

Sidang di gelar Selasa 3 Agustus 2021 dalam eksepsinya, Hudiyanto SH dan Anton Bayu Samudra SH menyatakan surat dakwaan jaksa Penuntut Umum Siti Muharjanti SH dengan menerapkan Pasal 266 ayat 1 KUHP, di anggap tidak jelas dan kabur.

Sementara itu  tim advokad YIS, juga  membantah bahwa berita acara serah terima ijazah kepada anak atas nama seperti dalam ijazah yang mengambil adalah orang tua lain, dan bukan Erika , Papar Hudiyanto penasehat YIS dan tersangka

Yang  menghebohkan dan menarik advokad terdakwa memberikan argumentasi bahwa peristiwa atau perbuatan itu tidak ada atau ghoib.

Sebab fakta ijazah keluar 08 Juni 2016, sedang kasus di angkat Oktober 2016, Nih copi ijazahnya, oleh sebab itu  menurut  pengacara Hudiyanto SH. Terdakwa agar dibebaskan dari segala tuduhan dan dibebaskan.

Penasehat Hukum YIS mempertegas dalam persidangan, Namun apabila majelis hakim berpendapat lain, meminta putusan se adil adilnya (ex aequo et bono) Pungkasnya.

Menaggapi eksepsi pengacara YIS, terkait serah terima ijazah yang diungkapan dalam sidang bahwa penerima ijazah adalah orang tua lain dan bukan Erika, maka saat tim awak media kroscek, Ibu rumah tangga sebagai penggugat tersebut mengaku punya bukti otentik asli yang saat itu langsung diterima oleh Adelia Ebener sebagai pemegang ijazahnya.

Semua bukti bukti masih saya simpan tandas Ibu rumah tangga tersebut, beberapa jam setelah sidang usai 3 Agustus 2021 saat di kontak awak media.

Tentu kasus ini semakin menjadi perhatian masyarakat, pemerhati pendidikan termasuk media massa untuk mencermati kasus.

Apalagi menyangkut nama baik Yogyakarta sebagai kota pelajar profesional maka harus terbebas dari praktek praktek pendidikan yang  tidak semestinya menyekolahkan anak malah berujung kasus di meja hijau.

Apalagi pula  sesuai ungkapan tim advokad YIS  menyatakan pasca sidang 3 Agustus 2021 bahwa ijazah yang diberikan YIS kepada anak didik seperti adel, ini merupakan ijazah asli, dengan demikian semestinya juga tidak ada gugatan.

Namun faktanya ada kasus hingga masuk dalam persidangan di Pengadilan Negri.

Pergulatan mencari Kebenaran antara YIS dan pengacaranya dengan penggugat yang bermula gugatan Erika Handriati seorang ibu rumah tangga untuk mencari Benar dan keadilan, jelas akan menjadi sorotan utama. Dengan demikian ini juga tentu menarik untuk di cermati dan disimak.

Kasus YIS yang masuk hingga ke meja hijau ini menjadi warning para pelaku lembaga pendiikan untuk memperbaiki mutu dan pelayannya apabila di rasa ada yang kurang baik perlu ada sinergitas sehingga tidak ada komplain.

Hal ini agar tak menjadi sorotan media massa dan pemerhati pendidikan dan pihak lainnya, karena pendidikan menjadi tumpuhan masa depan bagi generasi sekarang dan yang akan datang untuk menuju profesionaliisme bersama.

Kasus ini tentu juga sangat menarik sebagai mahnet kasus unik karena ini baru pertama kali sekolah bertaraf internasional digugat ibu rumah tangga hingga sampai ke meja hijau untuk diadili demi mencari kebenaran sesuai fakta dan  keadilan yang sebenar benarnya.

Nah para pemirsa, akankah kasus ini bisa membongkar mana yang benar sesuai fakta penggugat  dan mana yang benar sesuai fakta permohonan pengacara YIS.

Tentu Hakim yang akan menguliti serta menghadirkan saksi saksi dan  barang bukti dipersidangan untuk mengungkap kebenaran sebagai institusi penegak keadilan sesuai  perundangan. Sidang berlanjut  pada tanggal 9 Agustus 2021 agenda putusan sela.

Pastvnews.com akan terus berupaya menguak siapa yang benar dan siapa yang mencari pembenaran dalam kasus  YIS, tentu dengan menyajikan  Eklusif Ringan dan Terpercaya (tim red)

 




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi