Kembali Ke Index Video


Siswa Belajar Dirumah Tetap Mengacu Dari DIY

Rabu, 29 April 2020 | 21:09 WIB
Dibaca: 740
Siswa Belajar Dirumah Tetap Mengacu Dari DIY
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul Isdarmoko

Bantul – PASTVNEWS.COM, warta pendidikan, pembelajaran  atau  proses belajar mengajar siswa sekolah dengan sistem belajar di rumah karena dampak Virus corona (Covid -19) di Kabupaten Bantul, tetap mengacu pada ketentuan yang dikeluarkan oleh Pemerintah DIY (Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X) yang hingga kini masih berlaku.

Ketentuan itu berlaku untuk Kota dan Kabupaten di DIY. Waktu pelaksanannya untuk tahap pertama tanggal 23 hingga 31 Maret, tahap ke dua 1 sampai 15 April dan tahap ketiga selama 15 April sampai 15 Mei", kata Kepala Dinas  Pendidikan Pemuda dan Olahraga Bantul, Isdarmoko, saat berbincang dengan pers, di DPRD Kabupaten ini, Rabu (29/4/2020).

Menurutnya, apabila tidak ada perubahan, ada rencana setelah waktu itu, siswa akan masuk beberapa hari menuju dan diarahkan mengikuti ujian umum.

Namun karena tidak ada ujian itu, maka rencananya akan diganti dengan diberikan dengan menyelesaikan ketugasan pengganti  ujian umum yang dikerjakan dengan sistem pengerjaan di rumah.

Mengenai berkenaan dengan materi ujian, akan disesuaikan serta mengacu pada  kebijakan dari Pemerintah DIY yang disesuaikan dengan yang berlaku dan ditentukan oleh Pemkab (Dispen Pemuda Olahraga) Kabupaten Bantul yang hingga kini belum ditentukan secara pasti akibat berkenaan dampak Covid -19.

Yang penting krosial serta harus diperhatikan oleh semua sekolah, guru, siswa dan wali siswa serta masyarakat adalah kesemuanya menjaga dan melaksanakan belajar di rumah sesuai dengan ketentuan yang ada. Ini bertuan agar kesemuanya bisa berjalan dengan lancar", tambah Isdarmoko.

Ia menambahkan, dalam hal ini. maka para orang tua siswa  harus selalu memberikan bimbingan dan pendampingan kepada para siswa dalam belajar di rumah.

Sementara itu, pemelantauan pers menunjukkan, sekolah - sekolah di Bantul masih tetap memberlakukan sistem belajar di rumah. Karena para siswa tidak  ke sekolah dan para guru dan karyawan mempergunakan sistem piket di sekolah (bergantian ), maka sekolah nampak sepi. Supardi




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi