Harga Jual Gabah Anjlok Isu Import Beras Jadi Kendala Pesantren Bikin Gerakan Penyelamatan
Sabtu, 10 April 2021 | 08:18 WIBYogyakarta – media pastvnews.com, lintas sosial ibadah, dalam rangka merangkai kekuatan untuk membangun kemandirian dan kejayaan pesantren. Global Islamic Philantrohpy menggelar silaturahim yang dihadiri oleh pimpinan-pimpinan pondok pesantren di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Rabu, (7/4).
Bertempat di komplek Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta dengan mengusung tema “Merangkai Kekuatan untuk Membangun Kemandirian dan Kejayaan Pesantren” kegiatan ini dihadiri tidak kurang dari 50 pengasuh pondok pesantren di seluruh DIY.
K.H Mahfudz Syaubari, MA., Ulama Jawa Timur sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Riyadlul Jannah, Mojokerto menegaskan bahwa ini semua adalah dalam rangka mensosialisasikan UU (Undang-Undang) Pesantren yang telah di sah kan DPR agar semua Pesantren bisa menyikapinya dengan baik dengan beberapa hal yang perlu dikuatkan.
Dalam perkembangan pesantren memiliki peran penting dalam pendidikan bagi generasi muda sehingga Pentingnya membangun kemandirian pesantren untuk memandirikan dan mendaulatkan bangsa dan negara,”
jangan sampai bangsa Indonesia menderita kelaparan, yang harus dilakukan oleh semua pihak adalah bukan hanya sebatas ketahanan pangan, melainkan harus mencapai pada level kedaulatan pangan.
Sementara itu K.H Khoirul Fuad, Selaku Pengasuh Pondok Pesantren Ali Maksum PP Krapyak sekaligus tuan rumah menuturkan kemandirian pesantren tidak boleh hilang. Ia melanjutkan bahwa “Global Wakaf dapat sebagai wadah dan sarana untuk meneguhkan kemandirian pesantren, serta bersama-sama untuk menjaga rasa persatuan demi keutuhan bangsa,” ungkapnya.
Melalui silaturahim bersama pengasuh ponpes se-DIY ini, KH Mahfudz Syaubari bersama Global Islamic Philantrophy mengusung program untuk kedaulatan pangan dan penyelamatan petani gabah dari menurunnya harga gabah secara drastis karena adanya isu impor beras serta rendahnya harga gabah di tangan tengkulak.
Selama ini program yang telah ditunaikan bersama dengan GIP adalah aksi penyelamatan petani ketela dari anjloknya harga ketela dengan memborong 420 ton ketela dari para petani yang kemudian di distribusikan secara gratis untuk ratusan pesantren di Jatim, Jateng dan DIY. tambah K.H Mahfudz Syaubari.
Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan ini dapat menjadi spirit masyarakat Jogja untuk menyemarakkan ramadhan 1442H serta menjadi momentum kita berbagi untuk tujuan kemandirian pangan serta meluaskan manfaat khususnya untuk pesantren,” ungkap Zainul Muttaqin, nahkoda ACT DIY. Dinact/tim red

Video Terkait
- Kelompok Ternak Ngudirejo Pringwulung Condongcatur Terima Bantuan Sapi Onggole
- Dialog Interaktif UMKM Milenial Bangkit Memetakan Potensi Kembali Menggeliat
- Inilah Keunikan dan Keindahan Tangkil Cliff Yang Tersembunyi Di Kulon Progo
- Komunitas FJR Tak Henti Bantu Warga Gunungkidul Melalui Sembako
- Inspiratif Dimasa Pandemi : Seorang Pemuda Sukses Pembudidaya Ikan Lele
- Inspiratif Dimasa Pandemi : Seorang Pemuda Sukses Pembudidaya Ikan Lele
- Santai Di Teras Rumah Penghobi Bisa Nikmati Suara Burung Kicauan dan Anggungan
- Terdampak Puting Beliung Pemerintah Condongcatur Bagikan Bantuan
- Kafe dan Home Stay Progoarum Banjararum Sajikan View Alam Desa Dan Keramahan Lingkungan
- Warga Pengasih Kulon Progo Manfaatkan Tehnologi Warung Kelontongpun Pakai Google Maps
- Awal April 2021 Hujan Masih Lebat Angin Meliuk Menerjang Piyungan Bantul
- Pohon ini bergoyang di terpa angin berhembus dan hujan deras
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'




