Kembali Ke Index Video


PPAT dan Freelance Geruduk Kantor Pertanahan Sleman, Lambannya Pelayanan Pertanahan

Kamis, 11 Juni 2026 | 21:07 WIB
Dibaca: 19
PPAT dan Freelance Geruduk Kantor Pertanahan Sleman,  Lambannya Pelayanan Pertanahan
Para pendemo membentangkan poster di depan Kantor BPN Sleman.

SLEMAN– Pastvnews.com, Warta Daerah Halaman Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sleman mendadak ramai pada Selasa 10 Juni 2026 pagi.

Puluhan orang yang tergabung dalam Paguyuban Staf Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan pekerja freelance mendatangi kantor BPN Sleman untuk mengadukan lambannya pelayanan pengurusan akta tanah.

Pada pukul 09.00 WIB massa mulai berkumpul Mereka mengaku kecewa karena berbagai keluhan terkait layanan pertanahan yang selama ini disampaikan tak kunjung mendapat tanggapan.

Sekitar pukul 10.30 WIB, massa ditemui langsung oleh Kepala BPN Sleman, Drs Imam Nawawi, MSi. MT langsung menemui massa

 

Salah satu perwakilan massa yang enggan disebut namanya mengatakan, kedatangan mereka merupakan bentuk tindak lanjut atas kekecewaan terhadap layanan BPN. “Kami hanya ingin kepastian. Banyak berkas mandek berbulan-bulan

Dalam pertemuan itu, perwakilan massa menyampaikan sejumlah poin keluhan dan aspirasi kepada Kepala BPN Sleman.

Berikut daftar yang disampaikan: 1. Loket 3: Koreksi berkas lambat, khususnya untuk konversi, perpecahan, dan waris. 

2. Loket Pengambilan: Waktu pelayanan lama dan tidak sesuai informasi di aplikasi Sentuh Tanahku.  3. Loket Validasi : Proses validasi memakan waktu terlalu lama. 

4. Konversi & Pemecahan: Proses SPT lama, jadwal panitia A lama. 5. Penerbitan Surat Ukur & Tugas Ukur*: Waktu penerbitan dinilai tidak pasti.  6. Kepastian Hukum

Memohon kejelasan hukum produk tapak kapling dan siteplan hingga penyelesaian sertifikat.  7. Sertifikat Hilang

Proses pengambilan sumpah lama dan pemberitahuan kepada pemohon yang mendadak. 

8. Permasalahan Taman Komunal*: Meminta penyelesaian yang belum jelas. Usai menyampaikan aspirasi, perwakilan massa langsung meninggalkan ruangan dan menunggu jawaban resmi dari Kepala BPN Sleman.

Paguyuban PPAT berharap ada tindakan menyeluruh dari pimpinan BPN Sleman untuk memperbaiki sistem pelayanan.

“Harapannya semua jadi lebih cepat, transparan, dan ada kepastian hukum. Karena ini menyangkut hak masyarakat,” kata salah satu staf PPAT di lokasi.

Kepala BPN  mengapresiasi atas penyampaian keluhan itu dan berjanji bakal menindak lanjuti mohon kerjasamanya. Diakui memang adanya keterbatasan sdm, tutupnya. (Mar)




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi