Mekar Di Tengah Kesunyian Kisah Inspiratif Salsabilla Al Rozaq
Senin, 15 Juni 2026 | 19:54 WIBBanyuwangi Jawa Timur PasTvNews.com - Kehidupan sering mengajarkan bahwa apa yang terlihat sebagai keterbatasan di mata manusia, sesungguhnya bisa menjadi jalan lain bagi jiwa untuk memancarkan keindahan yang tersembunyi.
Hal inilah yang dibuktikan oleh Salsabilla Al Rozaq Desembria, atau yang akrab disapa Caca, seorang gadis belia tunarungu yang menjadikan seni tari sebagai bahasa agung bagi hatinya yang senantiasa berbicara lewat gerak.
Semangatnya tidak tumbuh dalam kesendirian; ia dipupuk oleh keyakinan dan kasih sayang tulus ibunya, Wiwit Lestari.
Melihat pancaran minat dan semangat yang membara dalam diri putrinya, sang ibu melangkah dengan hati yang tabah, terus mencari ruang yang tepat agar benih bakat itu dapat tumbuh dan mekar.
“Sejak kecil, saya melihat Caca memiliki ketertarikan yang istimewa pada irama dan gerakan. Meskipun telinganya tidak dapat menangkap alunan bunyi, matanya bersinar terang setiap kali menyaksikan tarian, seolah hatinya mampu mendengar melodi yang tak terucapkan.
Saya percaya, setiap jiwa memiliki jalan tersendiri untuk merasakan keindahan, ia hanya membutuhkan tempat yang memahami caranya untuk berkomunikasi," tuturnya
"Selama ini saya terus berusaha mencari sanggar yang bisa menerima dan membimbingnya dengan cara yang sesuai, hingga akhirnya saya menemukan Sanggar Damar Art lewat jejak sederhana di media sosial Instagram.
Bagi saya, pertemuan ini adalah jawaban dari segala doa dan harapan yang saya panjatkan.
Melihatnya kini bisa berkarya dengan gembira, hati saya terasa tenang dan bangga, karena ia telah menemukan tempat di mana jiwanya bisa bernapas bebas,” imbuhnya
Selama hampir satu tahun bergabung dengan Damar Art, kesungguhan dan ketekunan Caca tak luput dari perhatian Achzana Ilhamy, S.Sn, Ketua Sanggar Damar Art.
“Bagi Caca, irama tidak harus didengar, melainkan dirasakan melalui getaran bumi dan keselarasan batin. Ia belajar dengan ketelatenan yang luar biasa, menangkap setiap ketukan lewat isyarat dan kepekaan hati yang terasah.
Di sini, teman-temannya tidak pernah memandang perbedaan, apalagi memperlakukan secara berbeda mereka menyambutnya sebagai saudara seperjuangan yang setara.
Justru kehadiran Caca menjadi cermin dan pendorong semangat bagi seluruh siswa, mengajarkan bahwa kekuatan sejati tidak terletak pada apa yang dimiliki, melainkan pada keteguhan hati untuk terus melangkah. Saya sangat mengapresiasi perjuangannya.
Semoga perjalanan ini menjadi teladan bagi siapa pun yang memiliki kondisi serupa, jangan pernah merasa terhalang, karena semangat yang tulus akan selalu menemukan jalan untuk bersinar,” pungkas Achzana Ilhamy.
Kini, Caca menempuh pendidikan sebagai siswa Kelas 9 di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kecamatan Cluring, Banyuwangi.
Di bawah bimbingan sanggar dan dalam lingkungan yang menjunjung kebersamaan, ia membuktikan sebuah kebenaran mendalam ketiadaan pendengaran tidak mematikan rasa, justru mengasah kepekaan jiwa.
Setiap gerakan yang ia lakoni bukan sekadar rangkaian langkah, melainkan wujud syukur, ekspresi batin, dan bukti bahwa keindahan dapat hadir dalam wujud apa pun.
Perjalanan hidup Caca menyimpan makna yang berharga ketika satu pintu tertutup oleh keadaan, jiwa yang berkemauan kuat, dukungan keluarga yang tulus, serta lingkungan yang menerima tanpa perbedaan akan senantiasa membuka jendela lain yang lebih luas.
Ia tidak hanya menari, tetapi juga mengajarkan kepada kita semua bahwa keterbatasan bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah perjalanan menuju karya yang menginspirasi. (MSP)

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'

