Kembali Ke Index Video


Kalurahan Tirtoadi Sleman Gunakan Dana Desa Untuk Penanganan Covid- 19

Rabu, 21 Oktober 2020 | 22:33 WIB
Dibaca: 134
Kalurahan Tirtoadi Sleman Gunakan Dana Desa Untuk Penanganan Covid- 19
Lurah Desa Tirtoadi, Sabari

Sleman- Pastvnews.com Selama pandemi Covid- 19 Kalurahan Tirtoadi Mlati Sleman memanfaatkan  dana desa untuk penanganan Covid-19 yaitu untuk penyediaan tempat cuci tangan , penyemprotan disinfektan, dan penyediaan sarananya, penyediaan Vitamin, penyediaan pelindung diri dan sebagainya.

Lurah Desa Tirtoadi, Sabari saat ditemui media online Pastvnews.com, Selasa, 20/ 10/2020 di ruang kerjanya di Kantor Desa Tirtiadi  mengatakan untuk seluruh kegiatan di tahun 2020 ini yang pegang saya dan dana desa yang semula direncanakan untuk kegiatan pembangunan di padukuhan  kita pending dulu karena ada perintah pending dulu.

Dana desa tersebut dialihkan dan digunakan untuk bantuan  BLT ( Bantuan Langsung Tunai) dan untuk penangan Covid- 19.

Sebanyak 206 orang warga Tirtoadi yang menerima BLT yaitu sebesar Rp.600.000,- (3 kali) dan Rp.200.000,- ( 3 kali) selain bantuan untuk BLT juga untuk warga yang terdampak Covid- 19.

Tirtoadi telah mengeluarkan dana desa sebesar Rp.700 jt, dan penanganan Covid- 19 juga bantuan  nerupa sembako telah dilaksakah dengan gerak cepat, terang Sabari.

Sabari menambahkan untuk pembangunan seluruh gedung yaitu gedung PKK, gedung Karang Taruna, gedung LPMD, gedung, BPD,  Gedung Linmas juga kami anggarkan untuk setiap kegiatannya juga ada anggarannya.

Kalurahan Tirtoadi  terdiri dari 15 Padukuhan dengan jumlah penduduknya 11 ribu lebih dan mayoritas penduduknya penghasilan  sebagai petani.

Kini gedung Desa Tirtoadi juga sudah tertata rapi dan bersih untuk pembinaan kegiatan masyarakat sudah ditintis dan  Pembinaan ke dalam perangkat- perangkatnya juga sudah tertata rapi.

Sabari yang  menjabat sebagai Kepala Desa Tirtoadi sejak periode 2015- 2021 juga menyampaikan rencana program kegiatan di tahun 2021 akan difokuskan ke pembangunan Pariwisata yaitu Embung Senja. Dengan memanfaatkan tanah yang tidak bermanfaat kemudian kami manfaatkan untuk pembangunan tempat wisata Embung Senja.

Dengan pembangunan tempat wisata Embung Senja ini diharapkan  pengunjungnya tambah banyak dan bisa menambah  pendapatan PAD ( Pendapatan Asli Desa ) dan Tanah yang nganggur kita sewakan,  Dan pembangunan yang harus saya selesaikan di tahun 2021 mendatang yaitu

Junction pertemuan tiga jalur Tol Solo- Jogja- Bawen yang sudah disosialisasikan ke warga masyarakat Tirtoadi di Balai Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten, Sleman,  DIY, pada  Selasa, 28/1/2020 yang lalu.

 Junction atau titik pertemuan tiga jalur tol  Yogyakarta-Solo, Yogyakarta-Bawen, Yogyakarta-Kulon Progo -- akan berlokasi di Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah

Tirtoadi menjadi titik pertemuan tiga jalur tol, maka Lurah Desa Tirtoadi Sabari menilai desa ini memiliki peranan penting dalam pembangunan tol.

Ada enam dusun yang akan terdampak dalam pembangunan tol di desa tersebut, dengan tahap sosialisasi dibagi menjadi tiga hari.

Secara keseluruhan, ada 561 bidang lahan sawah terdampak di Tirtoadi. Terdapat pula empat tanah kas desa yang terdampak, dengan total luasan sekitar 4

Lurah Desa Tirtoadi Sabari mengungkapkan, enam dusun di Tirtoadi yang terdampak tol yaitu Ketingan, Rajeg Lor, Kaweden, Gomblang, Janturan, dan Sanggrahan.

Total ada 838 bidang tanah terdampak, terdiri dari 561 bidang tanah dialokasikan untuk pembangunan tol Yogyakarta-Solo dan 277 bidang diperuntukkan bagi pembangunan tol Yogyakarta-Bawen. Demikian yang disampaikan Lurah Desa Tirtoadi dengan semangat dan gigihnya untuk kemajuan pembangunan Tirtoadi.  ( Mar ).




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi