Kembali Ke Index Video


Pabrik garmen kobong tak beroperasi dana Jht di cairkan perusahaan

Sabtu, 21 Juni 2025 | 09:15 WIB
Dibaca: 56
Pabrik garmen kobong tak beroperasi dana Jht di cairkan perusahaan
Simbolis penyerahan dana JHT dilakukan oleh Komisaris didampingi Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, SE kepada Perwakilan karyawan ter- PHK Sleman-Pastvnews.com, waera daerah, Kebakaran yang dialami  PT. Mataram Tunggal  Garmen pada tanggal 21 Mei 2025   lalu kerusakan mencapai 80% mengakibatkan operasional perusahaan tersebut berhenti. Sehingga kebijakan PHK bagi  989 karyawan dan telah disepakati secara Bipartit antara manajemen dan perwakilan Serikat Pekerja

BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja kabupaten Sleman, Bank BTN dan perusahaan memberikan kesempatan bagi 989 karyawan ter-PHK untuk mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) selama tiga hari, tanggal 16 – 18 Juni 2025 bertempat di Pendopo Parasamya.

Secara simbolis penyerahan dana JHT dilakukan oleh Komisaris Utama Robby Kusuma Harta didampingi oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, SE  kepada perwakilan karyawan, Senin 16 Juni 2025. Hari pertama pencairan JHT tersebut sebanyak 300 karyawan yang ter- PHK.

Acara pencairan dana JHT hari perdana ini dihadiri oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sleman, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta, Kepala BPJS Kabupaten Sleman, Ketua DPRD Kabupaten Sleman dan beberapa OPD terkait serta para karyawan yang ter-PHK.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Sutiarsih menyampaikan  bahwa JHT yang diserahkan selama 3 hari tersebut kepada karyawan yang ter-PHK sebesar Rp. 3.9 miliar dengan besarnya kisaran masing-masing tenaga kerja berbeda- beda tergantung dari masa kerja karyawan yang bersangkutan.

“Sebagai upaya pendampingan bagi karyawan yang ter – PHK Pemkab Sleman  juga telah menfasilitasi  kuota penyerapan tenaga kerja di 4 perusahaan sejenis yakni PT. Hansol Indo, PT. Busana Remaja Agracipta (BRA), PT. Sport Glove Indonesia (SGI) dan PT. Anggun Kreasi Garment,” ungkap Sutiarsih.

Dinasker Sleman juga menyiapkan Progam Taksi Pekerja guna menfasilitasi  pekerja yang ter-PHK  dari PT. MTG agar dapat mengakses lowongan kerja sekaligus tes untuk dapat bekerja  di beberapa perusahaan yang saat ini membutuhkan lowongan kerja.

“Dengan harapan para pekerja yang ter-PHK dapat segera mengakses pekerjaan sehingga meminimalisir resiko  menurunnya tingkat perekonomian dan menurunnya angka pengangguran di wilayah Sleman,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Komisaris Utama Robby Kusumaharta menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Sleman beserta jajarannya dan OPD terkait yang telah membantu segala fasilitasnya sehingga persoalan yang dihadapi oleh manajemen tetap kondusif. Juga telah membantu  pelaksanaan pencairan JHT bagi karyawan ter-PHK .

“Kami berjanji pembangunan renovasi pabrik kita usahakan 6 bulan selesai, yang akan kita mulai pada bulan depan (Juli) dan apabila sudah selesai dan beroperasi lagi kami akan menerima kembali  karyawan yang pernah bekerja ‘tandasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa,SE mengemukakan, bahwa Komisaris Utama termasuk orang yang tatag (tabah) dalam menghadapi musibah ini dan beruntung tidak ada korban jiwa walaupun kerusakan mencapai 80% dan masih memikirkan para karyawannya.

Pesan kalau sudah menerima dana JHT agar digunakan sebaik-baiknya, jangan boros dan membeli sesuatu yang tidak penting. Dana JHT diharapkan bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari sebelum mendapatkan pekerjaan kembali atau untuk modal Usaha,” pesan Danang. (Mar).




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi