Kembali Ke Index Video


Puncak Arus Balik Lebaran: Sepeda Motor Padati Pelabuhan Ketapang

Minggu, 29 Maret 2026 | 20:23 WIB
Dibaca: 29
Puncak Arus Balik Lebaran: Sepeda Motor Padati Pelabuhan Ketapang
Puncak Arus Balik Lebaran: 2026

Banyuwangi - pastvnews.om – lintas social, Lebaran 2026 membawa lonjakan aktivitas yang tak terhindarkan di jalur penghubung Jawa-Bali.

 

Pada puncak arus balik H+7 Minggu (29/3/2026), Pelabuhan Ketapang di Kabupaten Banyuwangi menjadi titik fokus dengan aliran pemudik yang didominasi oleh pengguna sepeda motor, hingga membuat tolgate khusus untuk roda dua tak mampu menampung antrean dan memaksa pengelola membuka akses pintu tiket kendaraan roda empat.

 

Meskipun arus kendaraan terlihat padat, langkah antisipatif telah diambil jauh-jauh hari. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang mengaktivasi skenario

 

"sangat padat" dengan mengoperasikan seluruh 32 unit kapal feri di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

 

Sebanyak 56% armada atau tepatnya 18 kapal diterapkan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB)  sistem yang memungkinkan proses bongkar muat lebih efisien tanpa menunggu seluruh kendaraan turun sebelum yang lain naik.

 

"Distribusi kapal dengan skema TBB dilakukan secara strategis: empat unit di Dermaga MB-IV untuk menangani kendaraan besar dan logistik, 11 unit di LCM untuk kapasitas tinggi, serta tiga unit di Dermaga Bulusan untuk mempercepat aliran dari arah tertentu," terang General Manager Cabang Ketapang, Arief Eko.

 

Ia menegaskan bahwa situasi tetap terkendali berkat sinergi yang erat dengan KSOP, BPTD, dan kepolisian yang melakukan pengaturan aliran mulai dari perbatasan kecamatan hingga area pelabuhan.

 

Data yang dirilis Posko Angkutan Lebaran Ketapang untuk periode 24 jam H+6 Lebaran (28/03/2026) menunjukkan dinamika menarik.

 

Sebanyak 208 trip kapal berhasil dioperasikan, dengan total 49.523 penumpang yang menyeberang angka yang 12,4% lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Tren penurunan juga terlihat pada kendaraan: 8.925 unit roda dua (turun 15%) dan 5.513 unit roda empat (turun 13%).

 

Analisis awal mengindikasikan bahwa penurunan ini kemungkinan terkait dengan kebijakan mudik awal yang digalakkan dan pilihan moda transportasi lain yang semakin diminati. (MSP)




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi