Kembali Ke Index Video


Ritual Suci Dan Kesenian Berpadu Jadi Satu Pencak Sumping Unjuk Kebolehan di Dusun Mondoluko

Rabu, 27 Mei 2026 | 22:19 WIB
Dibaca: 16
Ritual Suci Dan Kesenian Berpadu Jadi Satu Pencak Sumping Unjuk Kebolehan di Dusun Mondoluko
Budaya adalah nyawa kita. Kami berharap para generasi muda tidak hanya menonton,

Banyuwangi Jawa Timur Pastvnews.com - Kekayaan budaya Desa Tamansuruh kembali tampil megah. Dalam rangkaian Ritual Adat Selametan Kampung yang digelar warga Dusun Mondoluko, Rabu (27/05/2026),

kesenian bela diri Pencak Sumping menjadi sorotan utama. Penampilan penuh pesona ini membuktikan warisan leluhur tetap terjaga, hidup, dan lestari hingga kini.

Rangkaian acara diawali pukul 09.00 WIB dengan Ritual Ngluwari Pencak Sumping, sebuah prosesi sakral pembersihan wilayah dan diri, sekaligus wujud doa agar desa senantiasa aman, damai, dan dijauhkan dari segala marabahaya.

Berikutnya, pukul 11.30 WIB, seluruh warga bergerak menuju pertigaan Pejaratan untuk melaksanakan Peletakan Sesajen Ancak Seisinya, tradisi sarat makna sebagai wujud komunikasi harmonis dengan alam semesta dan harapan agar jalan kehidupan warga selalu diberkahi dan dilancarkan.

Puncak kemeriahan berlangsung pukul 12.30 WIB, saat Pencak Sumping ditampilkan penuh pesona dan memukau. Berbeda dengan prosesi pagi yang sakral, di sesi ini seni bela diri khas Osing ini tampil memadukan ketangkasan, kehalusan budi pekerti, serta nilai filosofi luhur. Momen istimewa terlihat saat Kepala Desa Tamansuruh,

Teguh Eko Rahadi, S.A.B, turun langsung ke tengah arena menampilkan gerakan Pencak Sumping bersama para seniman dan warga. Kehadiran Kang Teguh bukan hanya menunjukkan kecintaan mendalam terhadap budaya, melainkan bukti nyata kepemimpinan yang hidup dan tumbuh bersama tradisi asli desanya.

Kang Teguh, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD MATRA Banyuwangi, Pengurus LESBUMI PCNU Banyuwangi, serta Penasehat PKDI, menegaskan Pencak Sumping adalah jati diri Tamansuruh.

“Ini bukan sekadar bela diri, tapi sejarah dan kearifan nenek moyang. Inilah keistimewaan kita yang membedakan dengan wilayah lain, wajib kita jaga bersama. Saya turun ke arena sebagai bukti pemimpin di sini adalah bagian dari budaya ini sendiri,” ujarnya.

Dukungan penuh datang dari Ketua KOPAT (Komunitas Osing Pelestari Adat Tradisi), Wowok Meirianto. Ia mengapresiasi kekompakan warga dan keterlibatan langsung pemimpin desa.

“Pencak Sumping adalah identitas asli budaya Osing, harta berharga milik kita semua. Kegiatan ini bukti semangat leluhur masih hidup kuat, dan kami siap bersinergi memajukan budaya Tamansuruh agar semakin dikenal dan lestari,” ungkap Pak Wowok.

Camat Glagah, Drs. Ali Imron, yang hadir memantau jalannya acara, memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, Tamansuruh adalah bukti nyata budaya Osing tetap hidup dan kuat. “Pencak Sumping adalah wajah dan sejarah hidup masyarakat Osing.

Apa yang dilakukan Dusun Mondoluko ini luar biasa. Langkah Bapak Kades yang turun tampil adalah teladan bagi desa lain. Budaya adalah kekuatan utama kita, dan Tamansuruh adalah benteng yang menjaganya sangat baik. Ini aset berharga kita semua, wajib kita jaga dan kembangkan bersama,” tegasnya.

Pemerintah Desa Tamansuruh berkomitmen untuk selalu menjaga kelestarian warisan budaya peninggalan leluhur.

"Budaya adalah nyawa kita. Kami berharap para generasi muda tidak hanya menonton, tapi meresapi dan meneruskan warisan ini agar terus bersinar dan dibanggakan selamanya," pungkas Kang Teguh. (MSP)

 

 

 




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi