Kembali Ke Index Video


Jelang Idul Adha Disperindag Sleman Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Sleman Relatif Stabil

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:55 WIB
Dibaca: 10
 Jelang Idul Adha Disperindag Sleman Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Sleman Relatif Stabil
Kepala Disperindag Sleman, Mae Rusmi saat melakukan pemantauan perkembangan harga pokok di pasar.

Sleman -  Pastvnews.com, lintas ekonomi, Sebagai upaya pemantauan perkembangan harga barang kebutuhan pokok, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Sleman secara rutin melakukan pemantauan harga barang kebutuhan pokok di 8 pasar rakyat di wilayah Kabupaten Sleman.

Kedelapan pasar pantauan tersebut yaitu Pasar Sleman, Pasar Prambanan, Pasar Godean, Pasar Tempel, Pasar Pakem, Pasar Kalasan, Pasar Depok, dan Pasar Cebongan. Pemantauan dilakukan melalui petugas tim harga pangan yang setiap hari melaporkan perkembangan harga.

"Berdasarkan data pantauan kami, stabilitas harga pangan di Sleman pada minggu ke-4 bulan Mei dibandingkan minggu ke-3 bulan Mei tahun 2026 cukup terjaga dengan mayoritas komoditas utama seperti beras, gula pasir,

minyak curah, tepung terigu dan daging sapi terpantau stabil," terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, RR Mae Rusmi Suryaningsih di Sleman, Senin 25 Mei 2026.

Meski demikian, Mae Rusmi menjelaskan, terdapat kenaikan pada beberapa bahan pokok, dengan lonjakan tertinggi terjadi pada cabai merah keriting sebesar 19,58%, disusul Minyakita (5,17%), bawang merah (2,41%), cabai rawit merah (1,5%), cabai merah  besar (0,85%), minyak kemasan premium (0,56%), kedelai impor (0,13%), dan kedelai lokal (0,11%).

Di sisi lain, tren positif terlihat pada komoditas bawang putih, daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai rawit hijau yang justru mengalami penurunan harga cukup signifikan,

di mana bawang putih honan turun sebesar 1,97%, diikuti daging ayam ras turun sebesar 0,61%, cabai rawit hijau, bawang putih kating, serta telur ayam ras yang kini turun 0,21% menjadi Rp25.375/kg.

Mae Rusmi menyatakan pihaknya terus berupaya memperkuat koordinasi dengan distributor, pedagang, dan pelaku logistik untuk menjaga kelancaran distribusi barang.

"Ketika terjadi kenaikan harga yang signifikan, Disperindag bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan intervensi melalui kegiatan operasi pasar.

Ini bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga keseimbangan harga di pasaran. Kami terus melakukan pemantauan di 8 pasar tradisional, khususnya dalam ketersediaan dan harga Minyakita," ujar Mae Rusmi. (Mar)




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi