290 Juta Usaha Ketahanan Pangan Jatimulyo Dlingo Amblas Kandang Kambing Mangkrak Ketua Bumkal - Pamong di Periksa Kejaksaan Bantul ’APH Jangan Mandek
Kamis, 23 April 2026 | 13:13 WIBBantul - media digital pastvnews.co.m, warta hokum, perkara yang mendera berkait kasus program ketahanan pangan di kalurahan Jatimulyo Dlingo Bantul masih menjadi sorotan banyak pihak dan APH terutama di kabupaten bantul.
Kasus di desa tersebut bermula dari program ketahanan pangan yang di garap oleh bumdes setempat namun karena kurangnya persiapan sehingga segala hal justru meleset dari rencana.
Demikian di sampaikan Nurhadi direktur Bumdes Jatimulyo 21 April 2026 saat tim media ini menyambangi yang bersangkutan dikediamannya Badean.
Lebih lanjut, Nurhadi mengungkapkan, dana 290 juta yang ada di bumkal memang telah di ambil sesuai rencana dan dipakai untuk pengembangan usaha ternak kambing dan pembuatan kadang yang sudah jadi kata ‘kata dia.
Di tambahkan dana tersebut untuk beli bibit, indukan dan pembuatan kandang serta menu pakan ternak, namun karena saya tertipu oleh seseorang, maka yang terjadi uang hilang di bawa oang tersebut padahal janjinya saat itu sekitar November 2025, jika dana sudah di serahkan, kambing dan segala keperluan akan segera di isi, nyatanya hingga februari 2026 tak terjadi sehingga kami merasa tertipu hingga jadi permasalahan ‘paparnya.
Dia ketika ditanya awak media berapa banyak uang untuk dibelanjakan ? di jawab sebanyak 260 juta dan sisanya masih saya hintung kalau total 290 juta dan sudah ada kandang kambing,
Untuk kambing sempat ada namun diambil oleh penyuplay dari merapi farm karena belum di bayar,
Lha kenapa belum di bayar ? Nurhadi menjawab saat itu danakan yang ada di bawa orang yang mengaku nama kabib yang menjanjikan segara mensuplay, ungkapnya
Media, saudara memiliki data transaksinya ndak, seperti transfer alamat dan foto orang tersebut, di jawab yaa sebagian ada, ‘pungkasnya.
CEK LOKASI
Sementara itu lokasi kandang setelah di cek ke lokasi memang ada dan ada bekas kambing dengan bukti serintilnya masih banyak dan kambing mampir selama kurang lebih 3 bulan di lokasi padukuhan Loputih lokasi untuk kandang panggung.
Salah satu warga terdampak langsung atas kegiatan bumkal dan kambing mengaku mbah Man, berkata, dulu saat awal mau di bangun kandang saya di janjikan jalan menuju lokasi akan dibangunkan dari semula yang hanya setepak akan di bangun lebar motor atau mobil bisa masuk.
Bahkan juga dijanjikan akan di perhatikan karena terdampak bau pesing atas air seni kambing dan kotorannya tetapi nyata nol tak ada bukti, sedang tenaga kerja yang seharusnya di bayar 1,5 jutaan perbulan, baru dibayar 1 jutaan dan yang lainnya tak di bayar .
5 KAMBING MATI DAN TAK DI BAYAR KAMBING DI AMBIL
Di ungkapkan pula, setiap malam yang jaga itu 2 sampai 3 orang secara bergiliran selain bertugas mencari rumput dan memberikan makan kambing yang saat itu 50 ekor,
Setahu saya sekitar 3 bulanan memelihara kambing itu justru ada yang mati lima ekor dan karena semua kambing belum di bayar maka diambil yang mensuplay atau yang nggaduhi.
Saat ternak di ambil tersebut yang merawat malah di bayari sekitar 400 ribu dari penagmbil kambing tersebut, ungkap pria yang berada disisi selatan kandang kambing tersebut.
SEKDES /CARIK DESA
Sementara itu untuk melengkapi informasi awak media juga menyempatkan mendatangi carik desa, Etik Muryani karena dalam penjelasan Ketua Bumkal Nurhadi, bahwa kegiatan usaha yang merekomerekomendasi carik atau sekdes Bu Etik,
Sekdes ini juga disebut berkali kali oleh warga pernah hadir di lokasi kandang sebelum di bangun.
Kertika awak media menyempat bincang dengan Etik, Ia menjelaskan, memang kegiatan ketahanan pangan melalui usaha kambing yang dalam kasus tersebut, saya yang menganalisa dalam perghitungan memang prospek dan bagus sebab bisa mendatangkan penghasilan perbulan dan ini akan meningkatkan pendapatan desa Jatimulyo, margin keuntungan saat di presntasikan atau kami hitung 30 persen dan layak dalam usaha peternakan kambing terangnya.
Karena sangat bagus kami ya kami mengiyakan Karena Bumkal bisa menjadi urat nadi perekonomian desa, sehingga setelah bapak lurah Mukidi juga menjadi penasehat /pembina Bumkal maka segera bekerja namun untuk pembiayaan langsung ke rekening Bumkal tersebut.
Dengan demikian badan usaha miliki kalaurahan itu karena ada rumah tangga tersendiri dalam menjalankan aktifitasnya bersama pengurus termasuk bendahara dan sekretarisnya maka kewenangan ada disana ya mereka harus komitmen.
Saat itu setelah dana cair ke bumkal saya tak memiliki kewenangan langsung, sehingga Kaget juga ketika ada permasalah hingga banyak yang berkaitan dan pamong malah ada yang telah di panggili untuk dimintai keterangan oleh aparat penegak hukum (Aph) atau kejaksaan Bantul, Tentu kami akan jelaskan , pungkasnya.
Atas kejadian ini seharusnya aparat penegak hukum kerja dengan cepat bagaimana mengatasi peroalan sebab dana tersebut adalah dari pemerintah yang wajib di pertanggung jawabkan apalagi rangkaiannya itu telah ada alur pencairan dana hingga ada sejumlah perangkat desa yang kabarnya telah dipanggil tersebut perlu di perdalam, jangan sampai persoalan ini mandek atau di hentikan, dengan alasan tak menemukan kerugian, sebab bisa saja kasus seperti ini menjadi bagian dari pintu masuk dalam menangani dana desa maupun dana-dana lainnya yang masuk di setiap kalurahan yang bersangkutan. ‘Ym/iq

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'

