Kembali Ke Index Video


Komitmen Tekan Stunting - TB Hingga Kalurahan, Wabup Sleman Ajak Tim PKK Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 08:33 WIB
Dibaca: 18
Komitmen Tekan Stunting - TB Hingga Kalurahan, Wabup Sleman Ajak Tim PKK Perkuat Kolaborasi
wabup sleman

SLEMAN – Pastvnews.com Pemerintah Kabupaten Sleman terus berkomitmen untuk menekan angka stunting dan TB hingga tingkat kalurahan.

Wakil Bupati Danang Maharsa, SE yang juga mengemban tugas sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sleman, kali ini melaksanakan diskusi bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman untuk menyosialisasikan pencegahan stunting dan TBC, pada Kamis z18 Juni 2026 di Rumah Dinas Bupati Sleman.

 

Danang Maharsa menyebut Tim Penggerak PKK menjadi mitra strategis untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya mencegah stunting sejak dini.

Masing-masing Kelompok Kerja (Pokja) memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, mulai dari peran pengolahan asuh, peran pendidikan keluarga, ketahanan pangan hingga perbaikan sanitasi lingkungan.

 

“Untuk mencegah stunting tidak dilakukan saat ibu sudah mengandung, bahkan sudah harus kita lakukan jauh sebelum itu, yaitu sejak calon ibu masih dalam masa remaja. Hal ini penting untuk kita pahami,” ujar Danang.

 

Begitu pula dengan TBC, Danang juga menyebut keluarga memiliki peran penting untuk memutus rantai penularan TBC.

Untuk itu, Wabup menyebut sinergi dan kolaborasi TP-PKK Kabupaten hingga tingkat kalurahan memiliki kedudukan penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

 

“Jangan lupa juga dengan penguatan layanan posyandu. Posyandu bisa menjadi media yang baik untuk menyampaikan edukasi kepada orangtua agar memahami langkah yang tepat untuk membangun keluarga yang kuat,” papar Danang.

 

Sementara itu, Ketua TP-PKK Sleman, Parmilah Harda Kiswaya menerangkan angka prevalensi stunting di Kabupaten Sleman pada tahun 2025 sebesar 4,29 persen. Data ini menurun dari tahun 2024 yang mencapai 4,41 persen. Sedangkan untuk jumlah kasus TB pada tahun 2025 tercatat menyentuh angka 2.542 kasus.

 

“Meski begitu, bukan berarti kita harus lega dan menjadi lengah. Kita harus terus melakukan pencegahan stunting dan TB. Begitu juga dengan pendampingan terhadap keluarga yang terjangkit TB. Dibutuhkan kerjasama seluruh pihak untuk menyatukan komitmen dalam menekan stunting dan TB,” ujarnya. (Mar)




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi