Kembali Ke Index Video


Rekam Jejak Modus Operandi Telecom Fraud Terdeteksi Reserse Krimsus Polda DIY ‘9 Tersangka Di Gelandang Polisi

Kamis, 11 November 2021 | 09:35 WIB
Dibaca: 127
Rekam Jejak Modus Operandi Telecom Fraud Terdeteksi Reserse Krimsus Polda DIY ‘9 Tersangka  Di Gelandang Polisi
Puluhan Barang bukti untuk kejahatan para pelaku akhirnya jadi tersangka

Yogyakarta- media Pastvnews.com  Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda DIY dan Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) merilis  pengungkapan  kelompok pencurian Data Kartu Kredit  dengan modus Operandi Telecom Fraud dalam konferensi pers yang di gelar di Mapolda DIY,  Rabu 10 November 2021.

Pelaku mengaku sebagai petugas customer service penerbit kartu kredit. Kemudian pelaku- pelaku mengaku sebagai CS ( Customer Service) untuk menawarkan promo dan memandu korban untuk melakukan aktifasi kartu kredit secara online.

Sehingga pelaku mendapatkan data berupa nomor kartu CVC/ CVV, limit kartu, tanggal kadaluarsa, dan kode OTP untuk melakukan transaksi menggunakan kartu kredit korban.

Kronologi, awal kejadian korban di hubungi pelaku yang mengaku sebagai CS ( Customer Service) kartu kredit salah satu bank yang menawarkan promo dengan syarat agar melakukan aktivasi terhadap kartu kreditnya.

Dalam penawaran tersebut pelaku meminta data kartu kredit berupa nomor kartu, nomor CVC/ CVV, tanggal kadaluarsa, dan kode OTP dengan dalih sebagai persyaratan untuk mendapatkan promo.

Karena korban merasa yakin dan percaya korban memberikan data tersebut kepada pelaku. Kemudian pelaku menggunakan data kartu kredit dari korban untuk melakukan transaksi.

Selanjutnya korban mendapat notifikasi berupa tagihan yang tidak pernah dilakukan oleh korban. Karena curiga korban langsung melakukan pengecekan atas tagihan yang tidak pernah dilakukan korban ke penerbit kartu kredit.

Di mana kartu kredit korban terdaftar dan ditemukan fakta bahwa yang menghubungi korban bukanlah CS ( Customer Service) di mana kartu kredit korban terdaftar.Atas peristiwa yang dialami  korban kemudian korban melaporkan kejadian tersebut ke Ditreskrimsus Polda DIY.

Setelah menerima laporan , Ditreskrimsus Polda DIY melakukan langkah- langkah berupa pemeriksaan korban dan saksi- saksi serta melakukan pemeriksaan dan analisa terhadap bukti- bukti awal milik korban serta berkoordinasi dengan pihak terkait.

Berdasarkan hasil penyelidikan didapatkan informasi keberadaan lokasi yang digunakan para pelaku untuk melakukan aktifitas telemarketing pemasaran kartu kredit.

Selanjutnya Dirreskrimsus Polda DIY, AKBP Roberto, G.M, Pasaribu, S.I.K, M.S1 memerintah Ps Kasubdit 2/ Tipideksus, Kompol Hario Duto Pamungkas, S.I.K untuk mengungkap dan melakukan penangkapan terhadap para pelaku pada tgl 29 September 2021 pukul 15.30 WIB di rumah yang berlokasi di Jakarta Selatan. Yang di duga sebagai tempat  pelaku melakukan aksi kejahatannya

Pelaku pencurian data kartu kredit ada 9 orang dan memiliki peran masing- masing. yaitu AP : berperan sebagai  otak pelaku kejahatan yang menyiapkan sarana dan prasarana serta menarik uang berkantor di Jakarta Selatan.

MA : Sebagai otak pelaku kejahatan yang menyiapkan sarana dan prasarana serta menarik uang yang berkantor di Jakarta Selatan.BD : Sebagai pengawas para Customer Service meminta OTP dengan cara menghubungi korban melalui telpon kepada para korban.

IR: Sebagai Admin yang membuat laporan keuangan, Komisi marketing, dan melakukan pengecekan nomor kartu, tanggal kadaluarsa, serta nomor CVC/ CVV yang ada dalam kartu kredit milik korban, menangani keuangan, entri data,  dan pengarsipan.

Kemudian AS, IW SW, dan YN, WV, adalah memiliki peran yang  sama yaitu menawarkan promo dan aktivasi kepada korban serta mencatat data kartu kredit.

Barang bukti yang berhasil di sita dari 9 pelaku yaitu: 15  (lima belas) buah Hp, 13 ( tiga belas) Pesawat telepon rumah, 12 ( dua belas) buku catatan keuangan, 1 (datu) Unit R4 Mitsubushi Pajero Sport warna hitam serta uang tunai sebesar 295.000.000 ( Dua Ratus Sembilan puluh lima juta Rupiah)

Para pelaku dijerat dengan pasal 378 dan/ atau pasal 30 ayat (1), pasal 32 ayat(1) atau pasal 35 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik atau pasal 3 Undang- Undang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Pesan Kamtibmas: Kapolda DIY menghimbau agar masyarakat pengguna kartu kredit tidak memberikan data apapun terkait kartu kredit yang dimiliki pihak manapun.

Penerbit Kartu Kredit tidak pernah menelpon Customer Service dengan tujuan meminta kode OTP atau data- data lain milik Customer.

Laporkan kepada pihak kepolisian dan penerbit kartu kredit apabila ada transaksi yang  janggal dan tidak pernah dilakukan Customer, Tegasnya. Mar




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi