Kembali Ke Index Video


Aliansi Rakyat Peduli Indonesia Dukung Kejari Sleman Segera Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman Th 2020

Rabu, 18 Desember 2024 | 07:38 WIB
Dibaca: 336
 Aliansi Rakyat Peduli Indonesia Dukung Kejari Sleman Segera Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman Th 2020
Kasubsi Penyidikan Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Sleman, Muhammad Faslukil Ilmidian Shabara (depan tengah), Ketua Umum ARPI, Dani Eko Wiyono (depan paling kiri)

SLEMAN – Pastvnews.com, Warta hukum, Aliansi Rakyat Peduli Indonesia (ARPI ) mendukung penuh apa yang dilakukan oleh Kejari Sleman dalam mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata tahun 2020.

Aliansi Rakyat Peduli Indonesia (ARPI) melalui unjukrasa yang digelar di Halaman Kejaksaan Negeri Sleman, Selasa 17 Desember 2024 siang.

Ratusan massa mengawali aksi dengan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, dipandu korlap Feldynata Kusuma dari atas mobil komando berada tepat di gerbang Kantor Kejari Sleman. Bentangan spanduk berisi dukungan kepada kejaksaan terpampang di pintu gerbang, sebagian lainnya tergelar didepannya.

ARPI menyuarakan  dukungan kepada Kejari Sleman dengan orasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Sleman, meskipun  diguyur hujan deras dan petir menggelegar namun tetap melakukan orasi yang digelar di Kantor Kejari Sleman, Selasa 17 Desember 2024.

Ketua Umum ARPI Dani Eko Wiyono menjelaskan bahwa kegiatan kali ini sebagai salah satu bentuk dukungan moral kepada Kejari Sleman untuk segera menentukan siapa Tersangka dalam dugaan kasus korupsi dana hibah pariwisata 2020 kemarin,

" Kami meminta agar Kejari Sleman segera ungkapkan tersangka dalam kasus tersebut, jelas Dani.

Lebih lanjut Dani juga menegaskan jika Kejari Sleman tidak menutup kemungkinan ARPI akan kembali kerahkan masa lebih besar,

Kita meminta batas waktu pengungkapan dalam kasus tersebut, dan nantinya ARPI akan kerahkan masa lebih besar lagi jika Kejari Sleman tidak segara merilis dan menetapkan tersangka dalam kasus ini," Tandas Dani.

Kasus dugaan korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman ini sudah lama mencuat. Kami hadir disini untuk mendukung kejaksaan agar segera menetapkan para tersangkanya,” serunya disambut antusias peserta aksi unjuk rasa.

Ketua Umum ARPI Dani Eko Wiyono menjelaskan bahwa kegiatan kali ini sebagai salah satu bentuk dukungan moral kepada Kejari Sleman untuk segera menentukan siapa Tersangka dalam dugaan korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman Selatan Tahun 2020.

“Kami meminta agar Kejari Sleman segera ungkap tersangka dalam kasus ini,” tegas Dani ketika kemudian aksi bergeser ke dalam Halaman Kantor Kejari Sleman.

Feldynata mengapresiasi Kinerja Kejari Sleman dalam penanganan kasus dugaan korupsi Dana Hibah Pariwisata, karena telah dibuktikan dengan pemanggilan mantan orang nomor satu di Sleman dan juga sang ‘Putra Mahkota’nya sebagai saksi.

Dalam aksi ini sejumlah peserta bergantian melakukan orasi dukungan penegakan hukum, walau disisi lain agaknya menyayangkan karena Kajari maupun Kasi Pidsus tak menemui mereka. Informasi menyebutkan kedua sosok penting dari kantor institusi penegak hukum tersebut sedang ada kegiatan lain.

Para pengunjukrasa agaknya terpaksa harus puas hanya diterima oleh Kasubsi Penyidikan Seksi Tindak Pidana Khusus, Muhammad Faslukil Ilmidian Shabara.

Uki menyatakan penanganan kasus dugaan korupsi Dana Hibah Pariwisata masih terus berlanjut, ada progress. Sudah memeriksa saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti untuk menguatkan pembuktian.

“Kami pada prinsipnya terus melakukan penyidikan. Tentang penetapan tersangka, tunggu perkembangan berikutnya karena masih ada saksi baru lagi yang akan diperiksa,” jelasnya.

Memeroleh jawaban tersebut, Dani dalam orasinya menyatakan akan melakukan unjuk rasa lagi jika dalam waktu dekat belum ada penetapan tersangka. “Semua yang terlibat harus ditersangkakan. Jangan hanya yang dibawah, tapi tersangkakan juga otaknya,” pintanya.

Pengusutan dugaan perkara ini relatif lama, sejak 10 April 2023 penyidik telah menaikkan status penanganan dari penyelidikan menjadi penyidikan. Kasus ini sangat mendapat perhatian masyarakat, karena menyeret nama-nama orang terkemuka di Kabupaten yang kini dipimpin Bupati Kustini Sri Purnomo. (Mar)




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi