Kembali Ke Index Video


Peringati Hari Kebangkitan Nasional Ada Karya Keris Kamorangan Nusantara

Senin, 29 Mei 2023 | 11:59 WIB
Dibaca: 377
Penghargaan Anugerah Budaya Pelestari Tosan Aji Nusantara kepada 7 orang insan pelestari Tosan Aji.

Yogyakarta- Pastvnews.com Pagelaran Maha Karya Keris Kamorangan Nusantara dengan tema" Keris sebagai Simbol dan identitas" merupakan persembahan dari Sanggar Keris Mataram (SKM) Yogyakarta yang diselenggarakan di Ndalem Poenakawan Yogyakarta Sabtu 27 Mei 2023.

Ketua Panitia Nurjianto sekaligus sebagai Ketua Sanggar Keris Mataram Yogyakarta mengatakan, Pagelaran Maha Karya Keris Kamorangan Nusantara digelar dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional.

 

Dipersembahkan oleh Sanggar Keris Mataram Yogyakarta dan Pertamina Gas Negara yang didukung oleh Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji- Senopati Nusantara, Mertikarya dari Ndalem Poenakawan Yogyakarta.

 

Kegiatan  tersebut dilaksanakan selama selama tiga hari yaitu mulai Sabtu 27 Mei - 29 Mei 2023, dihadiri oleh Duta Besar Ngurah Swajaya (staf khusus menteri luar negeri untuk Diplomasi Kawasan Kementerian Luar Negeri), dihadiri pula oleh para pemerhati seni budaya, para Mpu Keris Nusantara, Tamu Undangan dan Media.

Nurjianto juga menerangkan bahwa pagelaran pada hari ini kami memberikan Penghargaan Anugerah Budaya Pelestari Tosan Aji Nusantara kepada tujuh (7) orang insan Pelestari Tosan Aji.

Ke 7 orang tersebut yaitu Ki Sungkowo Harumbrojo ( Mpu Keris Yogyakarta), Ki Subandi Suponingrat (Mpu Keris Surakarta), Dr. Ir. Hasto Kristiyanto, M.M ( Sekretaris Jenderal Senapati Nusantara), Jejeneng Mpu Keris  (JMK),

Pande Wayan Suteja Neka ( Faunder Museum Keris Neka Art Museum (NAM), Ubud -Bali, KPA. Wiwoho Basuki Tjokronegoro (Kolektor,

Pemerhati budaya dan Keris Nasional), Nugroho Eko Setyanto , S.Sos , M.M (Kepala Kebudayaan Kunda Kebudayaan Kabupaten Bantul), dan MM. Hidayat (Ketua Pengurus Harian Senapati Nusantara dan Ketua PATAKA Surabaya).

Pada kesempatan itu, Duta Besar Ngurah Swajaya dalam sambutannya mengatakan keris telah diakui sebagai maka karya budaya sekaligus menjadi identitas nasional,  keris telah ditetapkan sebagai karya agung dunia sejak 25 Nopember 2005, dan masuk dalam daftar representatif warisan budaya tak benda tahun 2008.

Sebagai salah satu negara yang telah meretifikasi konvensi 2003 UNESCO tentang pelestarian perlindungan warisan dunia, hal ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk melestarikan warisan budaya tak benda khususnya keris Indonesia.

Pengakuan ini menjadi bukti nyata bahwa budaya keris telah menjadi warisan budaya yang berakar kuat dari tradisi masyarakat Indonesia  menjadi salah satu elemen kuat dalam rangka mempersatukan bangsa.

Momentum ini menjadi sebuah upaya untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian di dunia pendidikan  kebudayaan dan pariwisata dalam upaya melestarikan dan mempublikasikan kekayaan seni budaya bangsa Indonesia , tutur Duta Besar.

Dengan memberi informasi dan publikasi seluas luasnya bagi seni tradisi Tosan Aji yang Adiluhung uang sudah mendunia sebagai bagian inspirasi kreatif dalam pengembangan seni tempa tradisi di tengah hegemoni seni modern yang nantinya juga dapat menjadi bagian dalam diplomasi budaya bangsa di dunia Internasional.

Selain itu pemerintah juga harus ikut memberi ruang pengayoman yang komprehensif dan berkelanjutan bagi budaya Tosan Aji sebagai salah satu aset budaya bangsa.

Agar tidak hanya berhenti untuk dipamerkan saja, tapi juga harus diikuti dengan kesadaran dan keterlibatan serta kepemilikan bersama untuk membangun ekosistim dari hulu ke hilir dalam upaya pelestariannya.

Sebanyak 27 bilah keris kamorangan dari 19 kolektor nasional ikut ambil bagian dalam pameran keris di Galery Ndalem Poenakawan .

Adapun kegiatan lain yang dilakukan pada pagelaran maha karya keris kamorangan nusantara, yaitu Sarasehan Tosan Aji 28 Mei 2023 dengan tema " Keris Sebagai Simbol dan Identitas " dengan pembicara Prof. Timbul Haryono, M.Sc( Arkeolog) UGM Dr. Sri Margana ( Sejarawan UGM) dan Ki Subandi Suponingrat (Mpu Keris Surakarta) dengan Moderator Ki Arya Pandhu dari SKM Yogyakarta.

Sarasehan ini  mengundang pembicara lintas disiplin ilmu yang akan memaparkan lintasan sejarah perjalanan dari sisi arkeolog dalam contek arti dan makna filosofis.

Untuk keris yang masuk dalam kategori kemahiran dan kerajinan tradisional membuatnya memiliki arti yang khusus bagi para kolektor, jelas Ki Arya Pandu. (Mar)




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi