Kembali Ke Index Video


Pantau Kesiapan Transformasi Layanan JKN, Dewas BPJS Kesehatan Siruaya Utamawan Kunjungi Dua RS Besar di Bandar Lampung

Sabtu, 25 Oktober 2025 | 10:23 WIB
Dibaca: 175
Pantau Kesiapan Transformasi Layanan JKN, Dewas BPJS Kesehatan Siruaya Utamawan Kunjungi Dua RS Besar di Bandar Lampung
Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan bapak Siruaya Utamawan bersama Ketua DJSN Prof Nunung Nuryartono dan Anggota DJSN Bapak Nicodemus didampingi Deputi Wilayah III Bapak Yudi Bastia, Kepala Cabang Lampung dan tim,

 

 

BANDAR LAMPUNG – MEDIA PASTVNEWS.COM WARTA NASIOPNAL, Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Kesehatan bersama Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) melakukan kunjungan pengawasan lapangan ke dua rumah sakit besar di Bandar Lampung, yakni RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUD AM) dan RS Urip Sumoharjo (RSUS), pada Kamis (23/10/2025).

 

Kunjungan ini dipimpin oleh Anggota Dewas BPJS Kesehatan, Siruaya Utamawan, serta Ketua DJSN, Prof. Nunung Nuryartono, dan Anggota DJSN, Nikodemus Purba. Rombongan didampingi oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandar Lampung, Yessy Rahimi, dan Deputi Direksi Wilayah III BPJS Kesehatan, Yudi Bastia.

 

Prof. Nunung Nuryartono menjelaskan, kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung implementasi beberapa isu strategis program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

 

"Ini adalah kesempatan untuk melihat beberapa aspek isu strategis, terutama kesiapan RS terhadap implementasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), perubahan sistem rujukan menjadi berbasis kompetensi, transisi tarif dari INA-CBG's ke iDRG (Indonesian Diagnosis Related Groups), dan penerapan Rekam Medis Elektronik (RME)," ujar Prof. Nunung.

 

RSUD Abdul Moeloek: 77% KRIS dan Target Peningkatan Kompetensi

Di RSUD Abdul Moeloek, rombongan Dewas dan DJSN disambut oleh Direktur Utama, dr. Imam Ghozali, beserta jajaran direksi.

 

Dalam diskusi, dr. Imam Ghozali memaparkan bahwa RSUD AM telah melampaui standar minimal KRIS yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. "Dari total tempat tidur yang ada, 77% sudah sesuai standar KRIS, di atas syarat minimal Kemenkes yaitu 60%. Kebetulan kami saat itu sedang membangun gedung baru, sehingga desainnya bisa langsung disesuaikan," jelasnya.

 

RSUD AM juga menargetkan peningkatan layanan unggulan. "Target kami di tahun 2026 adalah kompetensi Utama untuk layanan jantung dan stroke, naik dari status Madya saat ini. Kami tinggal menunggu pengadaan alat di tahun 2026 dan spesialis stroke yang akan selesai pendidikan di tahun yang sama," tambah dr. Imam.

 

Meskipun demikian, kunjungan lapangan menemukan beberapa catatan. Salah satunya terkait layanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pihak RSUD AM menyampaikan bahwa tim dokter IGD terkadang merasa sulit menolak pasien yang datang dari jauh, meskipun kasusnya tidak masuk kategori gawat darurat.

 

Menanggapi hal ini, Siruaya Utamawan menyarankan solusi yang diterapkan RS lain, yakni menggunakan dana CSR untuk melayani kasus non-darurat pasca-triase.

 

Catatan lainnya adalah terkait waktu tunggu obat yang masih menjadi keluhan. Pihak RSUD AM menyatakan sedang mengkaji inovasi layanan antar obat gratis untuk pasien yang berdomisili di Bandar Lampung.

 

Prof. Nunung dari DJSN mengapresiasi filosofi "puakhi" (menganggap pasien sebagai saudara) yang diusung Dirut RSUD AM dan berharap RSAM bisa menjadi benchmarking bagi RS lain dalam persiapan KRIS.

 

RS Urip Sumoharjo: 100% KRIS dan Inovasi Layanan

Kunjungan dilanjutkan ke RS Urip Sumoharjo, dengan rombongan disambut oleh Direktur Utama dr. Rio Rimbo, M.H., dan Komisaris Utama dr. H. Taufiqurrahman Rahim, Sp.OG (K).

 

RSUS menunjukkan kesiapan KRIS yang mengesankan. dr. Rio Rimbo menyatakan bahwa seluruh ruang rawat inap di RSUS sudah 100% memenuhi standar KRIS, bahkan melebihinya. "Untuk kelas 3 kami isi 3 tempat tidur, kelas 2 isi 2 tempat tidur, dan kelas 1 isi 1 tempat tidur, ini lebih tinggi dari standar Kemenkes yang membatasi maksimal 4 tempat tidur," ungkapnya.

 

Dengan tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) mencapai 90% dan 80% pasiennya adalah peserta JKN, RSUS juga melakukan berbagai inovasi, termasuk menawarkan layanan transportasi online gratis bagi pasien pulang.

 

Dalam diskusi, Komisaris Utama RSUS, dr. Taufiqurrahman, menyampaikan dua aspirasi penting kepada BPJS Kesehatan. Pertama, terkait layanan radioter…

 

BPJS Kesehatan Banyuwangi Optimis Skrining Riwayat Kesehatan Dapat Tekan Angka Penyakit Kronis

 

Banyuwangi, Jawa Timur Pastvnews.com – warta lintas kesehatan, BPJS Kesehatan wilayah Banyuwangi menunjukkan optimisme tinggi terhadap program Skrining Riwayat Kesehatan (SRK) dalam upaya menekan angka penyakit kronis di wilayah tersebut.

 

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit.

 

Menurut Farensi, Humas BPJS Kesehatan Banyuwangi, SRK merupakan langkah strategis untuk mengubah paradigma masyarakat dari pengobatan menjadi pencegahan.

 

"Kami yakin, dengan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan SRK, kita dapat menekan angka penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, jantung, dan stroke," ujarnya Rabu 22/10/2025 Banyuwangi

 

Akses SRK Mudah dan Terjangkau

- Aplikasi Mobile JKN Unduh aplikasi dan ikuti langkah-langkah pengisian kuesioner.

- Website BPJS Kesehatan: Akses laman resmi dan gunakan fitur skrining secara online.

 

Peserta JKN hanya perlu mengisi kuesioner sederhana mengenai riwayat kesehatan pribadi, keluarga, dan pola makan. Hasilnya akan dianalisis oleh tenaga medis, yang kemudian akan memberikan rekomendasi tindak lanjut yang sesuai. "Proses skrining ini sangat mudah dan tidak memakan waktu lama. Selain itu, layanan ini juga gratis bagi seluruh peserta JKN," tambah Farensi.

 

BPJS Kesehatan juga bekerja sama dengan berbagai fasilitas kesehatan primer di Banyuwangi untuk memastikan ketersediaan layanan SRK. Peserta JKN yang belum mengikuti skrining akan menerima pengingat saat berobat.

 

"Kami mengajak seluruh masyarakat Banyuwangi untuk memanfaatkan kesempatan ini. Mari bersama-sama kita jaga kesehatan dan wujudkan Banyuwangi yang lebih sehat," pungkas Farensi.

 

BPJS Kesehatan berkomitmen untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta JKN. Dengan dukungan dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, BPJS Kesehatan optimis dapat mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.

 

Mengkait kegiatan di Lampung ini Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan bapak Siruaya Utamawan bersama Ketua DJSN Prof Nunung Nuryartono dan Anggota DJSN Bapak Nicodemus didampingi Deputi Wilayah III Bapak Yudi Bastia, Kepala Cabang Lampung dan tim,

 

Sedang melaksanakan kunjungan ke RSUD Abdul Moeloek Lampung dalam Rangka KPL Isu Strategis Dewan Pengawas dalam Rangka Serap Aspirasi Stakeholders (Lampung, 23 Oktober 2025)  (MSP)

 

 




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi