Kembali Ke Index Video


Komnasdik DIY Gelar Pelantikan dan Seminar Pendidikan, Soroti Isu Pendidikan Evaluasi Setahun Pemerintahan Prabowo

Kamis, 23 Oktober 2025 | 07:17 WIB
Dibaca: 123
 Komnasdik DIY Gelar Pelantikan dan Seminar Pendidikan, Soroti Isu Pendidikan Evaluasi Setahun Pemerintahan Prabowo
Dok. Foto www.pastvnews.com kegiatan acara yang terkenal apik

Yogyakarta – Pastvnews.com, politik dan hukum, Komunitas Mutu Pendidikan (Komnasdik) DIY menggelar Seminar Pendidikan di Gedung DPD RI Perwakilan DIY, pada Selasa 21 Oktober 2025.

Acara tersebut menjadi ruang evaluasi dan proyeksi kebijakan pendidikan nasional setelah satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, menyoroti konsistensi pemerintah dalam meletakkan fondasi sumber daya manusia (SDM) unggul melalui enam program prioritas utama.

 

Seminar tersebut menghadirkan Anggota DPD RI Dapil DIY, Ir. Ahmad Syauqi Suratno, M.M., sebagai keynote speaker, yang menegaskan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan untuk akselerasi mutu pendidikan.

 

Landasan Kebijakan: Enam Program Prioritas Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIY, Bambang Hadi Waluyo, S.Pd., M.Pd., memaparkan hasil evaluasi kinerja Kemendikdasmen di tahun pertama yang dinilainya berada pada posisi baik dalam survei kinerja kementerian.

 

Menurutnya, Keberhasilan ini didorong oleh pelaksanaan enam program utama yang merupakan derivasi dari Asta Cita ke-4 Kabinet Merah Putih, yang secara spesifik menekankan penguatan sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, serta kesetaraan bagi semua.

 

Enam program prioritas yang diuraikan oleh Bambang Hadi Waluyo meliputi: Wajib Belajar 13 Tahun, Revitalisasi Sekolah,.Digitalisasi Pembelajaran,.Tes Kemampuan Akademik (TKA), Makan Bergizi Gratis (MBG),. Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

 

“Enam program ini merupakan penerjemahan dari Asta Cita ke-4 Kabinet Merah Putih yang menekankan penguatan sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, serta kesetaraan bagi semua,” jelas Bambang Hadi Waluyo.

 

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu sorotan utama dalam upaya pemerintah membangun SDM unggul dari aspek kesehatan dan fisik. Bambang Hadi Waluyo menjelaskan bahwa program ini dirancang strategis:

 

“Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk menekan angka stunting dan memastikan anak-anak tumbuh sehat dan siap belajar.”

 

Fokus pada kesehatan fisik ini dilihat sebagai prasyarat penting untuk mencapai keberhasilan akademis dan karakter.

 

Sementara  kebijakan infrastruktur dan kesehatan gencar dilakukan, Guru Besar FIK UNY, Prof. Dr. Djoko Pekik Irianto, M.Pd., memberikan perspektif yang berfokus pada kualitas keluaran (output) pendidikan.

 

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program digitalisasi dan peningkatan mutu akademis harus dibarengi dengan penguatan moral dan etika, khususnya di tengah tantangan era kecerdasan buatan (AI).

 

“Pendidikan bukan hanya soal nilai dan angka, tetapi bagaimana membentuk karakter, kemandirian, dan kepekaan sosial siswa,” tutur Prof. Dr. Djoko Pekik Irianto.

 

Menurutnya, peran guru sebagai pembentuk karakter tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi apapun, meskipun pemanfaatan AI untuk deep learning menjadi kebutuhan. Ia juga menekankan pentingnya jalur non-akademik, yaitu ekstrakurikuler (ekskul), sebagai laboratorium karakter.

 

“Ekskul olahraga adalah piranti penting untuk meraih tujuan pendidikan. Melalui ekskul olahraga, misalnya, peserta didik belajar disiplin, menghargai aturan, bekerja sama, serta menerima hasil dengan lapang dada,” ungkap Prof. Dr. Djoko Pekik Irianto.

 

Prof. Djoko menekankan bahwa, fokus pemerintah harus lebih dari sekadar angka pencapaian, tetapi juga pada dampak nyata dilapangan, terutama dalam mendukung kegiatan pembentukan karakter.

 

“Jika ingin mewujudkan pendidikan yang berkarakter dan berdaya saing, maka pembenahan dan dukungan nyata di lapangan harus menjadi prioritas,” pesannya. (Mar)




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi