Wuich Mahasiswa UPN Yogya Temukan Racikan Wedhang Susu Berbahan Salak Pondoh
Kamis, 3 September 2020 | 07:31 WIBSleman-Pastvnews.com update kali ini menampilkan bagian dari kabar kuliner yakni Produk Wedhang berbahan dasar ekstra kulit salak pondoh yang baru saja dikembangkan oleh mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta yang di berinama produknya wedhang susu Zalacca Bubble.
Produk ini nantinya akan ikut berkompetisi bersma 14 produk lainnya dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Ardiansyah Sanjaya (Agroteknologi 2017) ditemani dengan Qurrotul Uyun (Agroteknologi 2017), Annis Muthia Arifani (Agribisnis 2017) dan Nur Prangawayu (Teknik Industri 2018) adalah empat mahasiswa yang berhasil mengembangkannya.
Sementara itu, tim yang berhasil mengombinasikan keilmuan Teknik Industri, Agroteknologi, dan Agribisnis guna menghasilkan Wedhang Susu Zalacca Bubble ini dibimbing langsung oleh dosen Program Studi Agribisnis, Heni Handri Utami, SP., MM.
Nur Prawangayu kepada awak media ini mengatakan bahwa produk ini hadir bukan untuk bersaing dengan UMKM, tetapi untuk berkolaborasi dan berkembang bersama yang nantinya akan berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan menjadikan UMKM sebagai pengolah salak akan menjadi mitra usaha terutama dalam hal penyediaan bahan baku hingga pengolahan limbah yang belum bisa dimanfaatkan seperti biji salak salak Pondoh.
Salak Pondoh yang terkenal dan merupakan varietas asli Sleman yang juga disukai oleh banyak orang, berbagai ikutannya memang perlu di olah sehingga bisa bermanfaat semua ‘bebernya.
“Saya sebelumnya tidak menyukai wedhang karena rasa jahe nan pedas dan aroma nan kuat yang begitu kental, tetapi dengan minuman ini siapapun anak muda saya yakini berubah menjadi menyukai wedhang”, ucap Nur Prangawayu, salah satu anggota Tim Zalacca PKM-K UPNVY dan juga merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, UPNVY.
Wedhang Susu Zalacca Bubble ini hadir selain untuk memanfaatkan limbah kulit salak, juga bermanfaat untuk meningkatkan konsumsi dari wedhang dan salak di kalangan milenial.
Kulit salak diekstrak dan diolah menjadi bubble kekinian ditambah rasa dan jahe tentu akan menjadi menu yang menyehatkan.
Hingga kini, tim Zalacca PKM-K UPNVY telah mengembangkan varian rasa dan komposisi menjadi beragam, seperti rasa taro, strawberry, dan brown sugar dengan pilihan komposisi susu orisinal atau susu skim rendah lemak, dan akan terus bertambah ke depannya.
Di tempat terpisah, Ardiansyah Sanjaya bagian dari tim program kreatifitas mengatakan, meski pandemi COVID-19 menghantui dan kapan berakhirnya, kami tetap melakukan penelitian dan optimis kreatifitas seperti ini membawa dampak positif bahkan menguntungan secara ekonomi, selain juga bermanfaatan bagi masyarakat, katanya menutup perbincangan dengan awak media . 'Mar'

Video Terkait
- Pemkab Sleman Luncurkan Sistem Belanja Digitalisasi
- UPN Yogyakarta Perpanjang Pendaftaran Ujian Seleksi Mandiri
- Pentingnya Kepemimpinan Pancasila di Masa Pandemi Covid 19
- PGRI Sleman Dukung Rencana Dibukanya Pembelajaran Tatap Muka Di Zonasi Yang Tidak Merah
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'




