Kembali Ke Index Video


Dari Bantuan Kekuatan Desa Tamansuruh Transformasi Perempuan Jadi Motor Ekonomi Via musdes Jatim Puspa 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 21:57 WIB
Dibaca: 20
Dari Bantuan Kekuatan Desa Tamansuruh Transformasi Perempuan Jadi Motor Ekonomi Via musdes Jatim Puspa 2026
Musyawarah Desa (Musdes) Pertanggungjawaban Program Jatim Puspa (Jawa Timur Pemberdayaan Usaha Perempuan

Banyuwangi Jawa Timur PasTvNews.Com – warta ekonomi, ternyata tak hanya sekadar angka dan laporan, ruang Awal Balai Desa Tamansuruh bergema dengan cerita harapan dan perubahan pada Jumat (13/02/2026).

Di sinilah Musyawarah Desa (Musdes) Pertanggungjawaban Program Jatim Puspa (Jawa Timur Pemberdayaan Usaha Perempuan) digelar, bukan hanya untuk mencatat capaian, tetapi juga mengukir jejak transformasi perempuan sebagai pilar utama kekuatan ekonomi keluarga dan desa.

Dari pukul 09.15 hingga 11.42 WIB, ruangan yang dipenuhi oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, pendamping kabupaten,

Tim Koordinasi Desa, dan ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terasa seperti sebuah "panggung inovasi" yang memperlihatkan bagaimana sentuhan tangan perempuan mampu mengubah secercah bantuan menjadi lahan subur usaha mandiri.

Paparan dari tim Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak hanya menyajikan data realisasi anggaran dan jumlah usaha yang dibina.

Lebih dari itu, mereka mengangkat cerita nyata bagaimana ibu Sri dari Dusun Kedungarum yang awalnya hanya menjual makanan ringan di warung kecil kini mampu ekspor produk ke beberapa kecamatan sekitar.

Atau ibu Aminah yang mengembangkan usaha kerajinan anyaman bambu menjadi produk yang diminati oleh pembeli dari luar kota.

Beberapa KPM juga turut berbagi pengalaman, tidak hanya tentang keberhasilan tetapi juga tantangan yang mereka hadapi.

"Saat awal mendapatkan bantuan, saya bingung bagaimana mengelola keuangan. Tapi dengan pendampingan yang konsisten, sekarang usaha saya sudah bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan bahkan menyekolahkan anak kuliah," ujar ibu Yuniarti, salah satu penerima manfaat yang meraih peningkatan omset hingga 40% dalam setahun.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Tamansuruh, Teguh Eko Rahadi, SAB, menyampaikan pandangan yang segar tentang peran perempuan. "Kita seringkali melihat perempuan sebagai penerima bantuan, padahal mereka adalah arteri ekonomi yang mengalir ke setiap sudut keluarga.

Program Jatim Puspa bukan hanya memberikan modal, tetapi membuka mata kita bahwa potensi perempuan bisa menggerakkan roda perekonomian desa jika diberi ruang dan dukungan yang tepat," tegasnya.

Sebagai program prioritas Provinsi Jawa Timur, Jatim Puspa tidak hanya berfokus pada pemberian permodalan. Program ini dirancang secara cerdas dengan paket lengkap pendampingan  mulai dari pelatihan manajemen usaha, pembuatan produk kreatif, hingga strategi pemasaran digital yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi lokal.

Konsepnya sederhana namun powerful dorong perempuan untuk tidak hanya mengikuti tren, tetapi menciptakan tren sendiri.

Misalnya, beberapa kelompok KPM berhasil mengembangkan produk makanan khas lokal dengan kemasan modern yang menarik, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Melalui Musdes kali ini, Pemerintah Desa Tamansuruh mengukuhkan komitmennya untuk menjadikan setiap program sebagai "investasi bersama" bukan hibah satu arah.

 

Semua data, mulai dari alokasi anggaran hingga dampak yang dihasilkan, disampaikan secara terbuka untuk memastikan setiap rupiah yang masuk desa memberikan manfaat maksimal.

Lebih lanjut Teguh Eko Rahadi,SAB menekankan bahwa keberhasilan program tidak diukur dari berapa banyak uang yang disalurkan, melainkan dari seberapa jauh manfaatnya meresap ke akar rumput.

"Semoga bantuan ini bukan jadi ember yang kosong saat habis digunakan', tetapi sumber mata air yang terus mengalir, menghasilkan usaha yang mandiri dan mampu menopang generasi mendatang," lanjut nya

Tujuannya tidak hanya membuat perempuan punya usaha, tetapi menjadikan mereka sebagai agen perubahan yang aktif berperan dalam pembangunan desa.

Jatim Puspa harus jadi gerakan kolektif yang menginspirasi daerah lain bahwa pemberdayaan perempuan adalah kunci untuk menciptakan ekonomi desa yang tangguh dan berkelanjutan

(MSP)

 




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi