Kembali Ke Index Video


Pemulihan Pariwisata Perlu Kekompakan

Minggu, 7 Juni 2020 | 08:21 WIB
Dibaca: 195
Pemulihan Pariwisata Perlu Kekompakan
para pejabat kompak pulihkan ekonomi di masa pandemi

Bantul – warta destinasi sektor pariwisata terpuruk karena virus pandemi sehingga lumpuh total, untuk pemulihan dan normalisasi dunia pariwisata di Kabuaten Bantul diperlukan adanya kekompakan dari semua pihak termasuk oleh  PHRI, pengelola obyek wisata, masyarakat dan Pemerintah.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo S.Sos, dalam sambutan dan pemaparan dalam halal bihalal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PHRI Bantul dan Sosialisasi SOP protokol hotel dan restauran , di Radja Resto dan Meting Jl Ring Roat Selatan Bangunharjo Sewon Bantul, Sabtu (6/6/2020).

Dikatakan, diharapkan nantinya tidak terjadi saling menyalahkan diantara kita. Bahkan diharapkan terjadi saling komunikasi untuk mencari solusi yang tujuannya memulihkan dan memajukan kembali sektor pariwisata setelah kini sedang bersama berjuang pencegahan Virus corona (Covid-19).

Oleh karenanya salah satu hal penting bahwa diperlukan adanya semacam pelurusan idukasi protokoler kesehatan bagi masyarakat dan lainnya yang kini panik terkait pendemi virus itu", kata Kwintarto.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Dra. Nanik Istifarini. Apt. MPH, menyatakan pihaknya juga siap untuk berperan aktif dalam memberikan eduksasi protokoler  kesehatan.

Sedangkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat (wisatawan), pihaknya juga siap dengan memberikan pelayanan termasuk melalui pukesmas dan SRUD", ungkap Nanik.

Sementara itu, usai acara dan kesempatan yang sama, Sekretaris DPC PHRI Bantul, Yohanes Hendra, menyatakan, pihaknya telah melakukan kerja ekstra keras untuk berpartisipasi melakukan pencegahan pendemi Covid -19.

Selama adanya pendemi Covid -19 usaha hotel dan restauran terkena dampaknya. Bisa dikatakan bahwa tiada tamu, namun kami tetap berupaya keras bertahan dengan berbagai cara salah satunya dengan cara memberlakukan dengan protokoler sesuai dengan ketentuan", kata Yohanes Hendra.

Ia mengatakan, akibat terkena dampak itu,  penghasilan PHRI anjlok drastis. Sementara harus menanggung perawatan hotel dan restsuran dengan biaya yang tidak sedikit. Satu hal yang diharapkan ileh PHRI Covid -19 tidak ada lagi dan dunia usaha pariwisata dan lainnya bisa kembali normal.

Disela acara ini, Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PHRI DIY, Herman Tony, menyatakan, pemberlakuan new normal nantinya diharapkan dilakukan secara serempak dan bukan per daerah atau wilayah. Untuk itu PHRI akan berusaha ektra untuk pemulihan keadaan. Salah satunya dalam waktu dekat akan mengadakan pembahasan (musyarawarah).

Meski demkian pengawasan dan penerapan mengenai protokoler kesehatan sesuai dengan SOP harus lebih diefektifkan oleh semua pihak meliputi wiasatawan, karyawan dan siapapun.

Pada kesempatan itu, selaku pemateri tentang  SOP Protokoler Kesehatan Hotel dan Restauran disampaikan oleh RW Wijanarko yang juga salah seorang pengeurus DPC PHRI Bantul. Dikatakan selama ini protokoler yang berlaku untuk hotel dan restauran di Bantul adalah sama dengan yang telah diberlakukan dan dikeluarkan oleh DPP PHRI.

Ada hal yang barangkali dalam melaksanakan protokoler tidak  arau kurang diperhatikan. Namun itu penting. Misalnya bagian linggir (sisi) meja makan, slot pintu dan kabin mobil juga perlu dibersihkan dengan disenfiktan. Jaga jarak antar tamu dan karyawan juga perlu diperhatikan.

Pada saat dialog pada acara itu juga muncul beberapa hal penting kaitannya dengan SOP itu. Diantaranya tentang bagaimana tentang SOP protokoler dan regulasi meting di hotel yang melibatkan banyak atau ratusan orang.

 Bagaiamana cara menangani orang yang apabila saat dilakukan tes (tembakan) dengan "thermol gun" suhunya mencapai 38, dan  makan dengan standing partai dan cara cuci tangan yang sesuai dengan standar protokoler. Supardi




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi