Nyadran Warga Pringombo Natah Nglipar Kenduri Di Puncak Sumilir Bagi Bagi Ayam Panggang Jawa
Kamis, 13 Juni 2024 | 20:32 WIBNglipar media Pastvnews.com, warta daerah, Gunungkidul sisi utara memiliki kekayaan alam dan panorama yang bagus –bagus untuk pengembangan wisata desa.
Satu diantara wilayah pegunungan yang memiliki bentangan alam Top adalah Padukuhan Pringombo kalurahan Natah Kapanewon Nglipar Gunungkidul.
Lokasi yang sudah dikenal publik adalah puncak Sumilir . Dipegunungan ini terdapat makam pangeran purbukusumo dan Purbosejati serta ada makam syeh ibrahim yang memiliki sejarah. Berkait dengan perjanjian giyanti lantas banyak orang mengunjungi shingga lokasi menjadi wisata ziarah.
Suparyanto tokoh setempat kepada awak media ini mengtakan adanya sejarah tersebut maka warga setempat meyakini dipuncak Gunung sumilir ini.
Menjadi sejarah penting atas pelarian pangeran dari kerajaan majapahit semasa brawijaya lima. Sehingga puncak Sumilir dikeramatkan sudah ratusan tahun hingga saat iniSelain itu disini juga terdapat makam pendiri desa atau cikal bakal yang zaman dahulu di sebut Demang.
Untuk menghormati leluhur maka warga setempat setahun sekali mengadakan nyadran dengan rangkaian yang unik dan alami. Katanya.
Di antara keunikannya adalah setiap acara setahun sekali ini warga yang pernah memiliki nadzar pribadi atas doa dan kesuksesannya lantas menyumbangkan ayam jawa panggang siap santap dilokasi untuk dimakan dengan alas daun pisang atau daun jati secara bebarengan hal ini Sebagai wujud sedekah kepada orang lain.
Mbah Podo tokoh budaya dari Ngawen Gunung gambar Rabu 12 Juni 2024 hadir di lokasi mengatakan. Ini merupakan bagian dari melestarikan adat budaya jawa tilik leluhur selain sedekah, orang jjawa jangan sampai kehilangan jawanya.
Berkait dengan ayam panggang itu merupakan wujud rasa bersyukur sehingga mau sedekah kepada orang lain. Mereka warga yang hadir dan membawa ayam panggang yang telah siap makan itu karena telah memilki nadzar atau janji dalam kehidupannya untuk mencapai keberhasilan dan atas berkah Yang maha kuasa, di berikan kemudahan dan berlanjut sodakoh diacara nyadran di puncak sumilir.
Jadi ini merupakan adat wong jowo jika adat sudah di tinggalkan maka orang jowo tinggal separo, yang artinya sebagian atau separo tersebut sudah meninggalkan adat tradisi leluhur dengan demikian itu jawa akan mudah di susupi budaya asing yang tidak sesuai dengan adat kita jawa. Oleh sebab itu kita orang jawa ya harus kuat dalam adat tradisi dan melestarikan budaya yang positif tinggalan orang terdahulu.
Saya yakin suatu saat adat budaya Jawa yang kian tergerus ini pada waktunya akan kembali bangkit. Sehingga kita bisa kuat paparnya. Sementara itu Ristadi Dukuh Pringombo mengatakan acara Nyadran ini bertepatan dibulan besar namun sebenarnya acara adat seperti ini setiap tahun di lakukan setelah panen rabu kliwon dan kamis legi.
Kemudian jika Sumilir sudah adakan gelaran seperti ini lantas ada yang menyusul di berbagai dusun dan bahkan di luar Natah seperti ngawen dan lainnya. paparnya. tim liputan /red

Video Terkait
- Pengerjaan Secara Serentak 300 Titik Padat Karya Di Bantul 2024 Dimulai
- Polresta Sleman - Dinas Pertanian Gelar King Off Sinergitas Pembangunan Pertanian
- TJSP Sleman Berkontribusi Mendorong Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Wilayah
- INDONESIA NOMOR 5 TERKORUP DI DUNIA ‘LSM LIRA GERAKKAN PENCEGAHAN HINGGA KE TINGKAT DESA
- Viral Hakim Soebekti ‘Dissenting Opinion Dalam Putusan Tanah Kas Desa Maguwoharjo 2024
- LSM LIRA Dukung Komitmen Brantas Korupsi Prabowo-Gibran 2024-2029. Buat Pelatihan Anti Korupsi Bagi LSM dan Jurnalis/Media
- Muskab PMI Kabupaten Sleman 2024
- Ketua Umum DPP FKPPI Pontjo Sutowo Terima Dokumen Kiisah Perjuangan RM. Ki Sodewo Dari Ketua Paguyuban Trah HB III Dewa Daru Krt. Sarwanto Hadiprojo Untuk Dukung Pahlawan Nasional
- 2.300 Peserta Ikuti Funwalk Dalam Rangka Memperingati Hari BPR BPRS Nasional 2024
- Banyak Aset Desa Di Bongkar dan Hilang Forum Masyarakat Peduli Sidomulyo Bambanglipuro Laporkan Lurah Ke Kejaksaan Bantul
- Menanti Putusan ‘Perkara Hukum Tkd Maguwoharjo 2024 Ini Pleidoi PH Muslim
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'




