Kembali Ke Index Video


Nyadran Warga Pringombo Natah Nglipar Kenduri Di Puncak Sumilir Bagi Bagi Ayam Panggang Jawa

Kamis, 13 Juni 2024 | 20:32 WIB
Dibaca: 329
DOK NYADRAN DI PUNCAK SUMILIR 2024 DOK PASTVNEWS.COM

Nglipar media Pastvnews.com, warta daerah, Gunungkidul sisi utara memiliki kekayaan alam dan panorama yang bagus –bagus untuk pengembangan wisata desa.

Satu diantara wilayah pegunungan yang memiliki bentangan alam Top adalah Padukuhan Pringombo kalurahan Natah  Kapanewon  Nglipar Gunungkidul.

Lokasi yang sudah dikenal publik adalah puncak Sumilir . Dipegunungan ini terdapat makam pangeran purbukusumo dan Purbosejati serta ada makam syeh ibrahim yang memiliki sejarah. Berkait dengan perjanjian giyanti lantas banyak orang mengunjungi shingga lokasi menjadi  wisata ziarah. 

Suparyanto tokoh setempat kepada awak media ini mengtakan adanya sejarah tersebut  maka warga setempat meyakini dipuncak Gunung sumilir ini.

Menjadi  sejarah penting atas pelarian pangeran dari kerajaan majapahit semasa brawijaya  lima. Sehingga puncak Sumilir dikeramatkan sudah ratusan tahun hingga saat iniSelain itu disini juga terdapat makam pendiri desa atau cikal bakal yang zaman dahulu di sebut Demang.

Untuk menghormati leluhur maka warga setempat setahun sekali mengadakan nyadran dengan rangkaian yang unik dan alami. Katanya.

Di antara  keunikannya  adalah  setiap acara setahun sekali ini warga yang pernah memiliki nadzar pribadi atas doa dan kesuksesannya lantas menyumbangkan ayam jawa panggang siap santap dilokasi untuk dimakan dengan alas daun pisang atau daun jati secara bebarengan hal ini  Sebagai wujud sedekah kepada orang lain. 

Mbah Podo tokoh budaya dari Ngawen  Gunung gambar  Rabu 12 Juni 2024 hadir di lokasi mengatakan. Ini merupakan bagian dari melestarikan adat budaya jawa tilik leluhur selain sedekah, orang jjawa jangan sampai kehilangan jawanya.

Berkait dengan ayam panggang itu merupakan wujud rasa bersyukur sehingga mau sedekah kepada orang lain. Mereka warga yang hadir dan membawa ayam panggang yang telah siap makan itu karena telah memilki nadzar atau janji dalam kehidupannya untuk mencapai keberhasilan dan atas berkah Yang maha kuasa, di berikan kemudahan dan berlanjut sodakoh diacara nyadran di puncak sumilir.

Jadi ini merupakan adat wong jowo jika adat sudah di tinggalkan maka orang jowo tinggal separo, yang artinya sebagian atau separo tersebut sudah meninggalkan adat tradisi leluhur dengan demikian itu jawa akan mudah di susupi  budaya asing yang tidak sesuai dengan adat kita jawa. Oleh sebab itu kita orang jawa ya harus kuat dalam adat tradisi dan melestarikan budaya yang positif tinggalan orang terdahulu.

Saya yakin suatu saat adat budaya Jawa yang kian tergerus ini pada waktunya akan kembali bangkit. Sehingga kita bisa kuat paparnya. Sementara itu Ristadi Dukuh Pringombo mengatakan acara Nyadran ini bertepatan dibulan besar namun sebenarnya acara adat seperti ini setiap tahun di lakukan setelah panen rabu kliwon dan kamis legi.

Kemudian jika Sumilir sudah adakan gelaran seperti ini lantas ada yang menyusul di berbagai dusun dan bahkan di luar Natah seperti ngawen dan lainnya. paparnya. tim liputan /red




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi