Gubernur DIY Sri Sultan HB X Tetapkan 56 Desa Sebagai Desa Budaya
Sabtu, 11 Desember 2021 | 07:04 WIBSLEMAN- media Pastvnews.com Kalurahan Girikerto Kapanewon Turi dan Kalurahan Sendangagung Kapanewon Minggir terima fasilitasi Balai Budaya dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang secara simbolis diresmikan langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Jumat 10 Desember 2021 di Girikerto, Turi.
Kadis Kebudayaan Provinsi DIY, Lakshmi Pratiwi mengatakan fasilitasi balai budaya tersebut memiliki luas 11,5 x 10 m. Selain Kabupaten Sleman, fasilitasi balai budaya juga diberikan pada Kalurahan Panggungharjo Kapanewon Sewon, Bantul dengan total anggaran pembangunan mencapai Rp 1.545.200.000,-.
Tujuan dari fasilitasi ini adalah untuk membangun Kalurahan Budaya sebagai lembaga kebudayaan yang kreatif, inovatif, produktif dan mensejahterakan penduduknya,” ujar Lakshmi.
Menurutnya, berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 262/KEP/2016 tanggal 2 Desember 2016 Tentang Penetapan Desa Kelurahan Budaya telah ditetapkan 56 desa sebagai desa budaya di DIY.
Adapun persebarannya yaitu Kabupaten Gunungkidul terdiri dari 16 desa, Kulon Progo 15 desa, Bantul dan Kota Yogyakarta 14 kelurahan serta Sleman 14 desa.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam peresmian tersebut menyampaikan DIY sudah merintis entitas desa tangguh dan berdikari dengan konsep mandiri dan berbudaya.
Hal ini merupakan embrio aktivasi sekaligus masterpiece yang kelak dapat dijadikan acuan dalam membangun desa, sesuai dengan potensi dan kearifan lokal masing-masing.
“Sehubungan dengan hal tersebut, saya mengucapkan selamat kepada Kalurahan Girikerto dan Kalurahan Sendangagung sebagai bagian penerima mandat Desa Mandiri Budaya,” kata Sultan.
Menurut Sultan, Pemerintah Desa atau Kalurahan diwajibkan mendorong, menumbuhkan, membina, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak, kewajiban, dan peran serta dalam pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan.
Parameter upaya pelestarian budaya salah satunya terdapat dalam Perdais No. 3 Tahun 2017 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Kebudayaan, mencakup aspek pemeliharaan, pengembangan, perlindungan, penguatan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan dengan ciri inklusivitas, dimana masyarakat menjadi subjek dalam pengembangan kebudayaan.
Besar harapan saya, agar balai budaya dan sarana prasarana yang diberikan dapat menjadi stimulan pengembangan budaya, dengan melibatkan warga, terkhusus generasi muda sebagai motor pembangunan masa depan Indonesia,” tambah Sultan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa memberikan apresiasinya pada Pemprov DIY atas fasilitasi balai budaya tersebut. Keberadaan balai budaya ini diharapkan dapat semakin memfasilitasi peningkatan maupun pengembangan seni dan budaya yang ada di desa budaya.
“Harapannya keberadaan sarana dan prasarana ini dapat semakin menambah semangat berkesenian serta menambah motivasi dalam pelestarian budaya di Kabupaten Sleman,” ujar Danang.
Menurutnya tantangan pelestarian budaya khususnya budaya tradisional saat ini cukup berat seiring dengan perkembangan zaman dan adanya arus globalisasi. Hal ini berpengaruh pada masuknya budaya dari luar yang dikhawatirkan lambat laun membuat kebudayaan lokal ditinggalkan.
Upaya Pemkab Sleman untuk mengantisipasi hal ini dilakukan dengan mengedepankan potensi nilai luhur yang dimiliki sebagai usaha pelestarian budaya asli daerah.
“Melalui fasilitasi balai budaya ini kami sangat berharap upaya yang kami lakukan juga dapat langsung dilaksanakan oleh masyarakat di tingkat kalurahan untuk mendukung upaya Pemkab Sleman dalam pelestarian budaya daerah,” tambahnya.Mar

Video Terkait
- Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Terus Menonjol Lalu Apa Solusinya Gan ?
- Tingkatkan Perekonomian Warga Kalurahan Sidomulyo Bangun Pasar Unggas
- Pamong Jagabaya Sanden Bantul Di Lantik Ini Pesan Pak Lurah
- Merajut persaudaraan dalam komunitas pencak silat Ipsi Gunungkidul kerja bakti
- Burung Bangau Sahabat Petani Saat Membajak Sawah
- Akses Jalan Baru Ngalamg - Gading Gunungkidul Mulus Lancar
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'




