Kembali Ke Index Video


Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Terus Menonjol Lalu Apa Solusinya Gan ?

Sabtu, 11 Desember 2021 | 05:12 WIB
Dibaca: 565
Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Terus Menonjol Lalu Apa Solusinya Gan ?
DOK ILUSTRASI PELECEHAN WANITA SHUTERTSTOCK

Media pastvnews.com lintas kasus, Kekerasan Seksual Berujung Maut  merupakan sebuah tindakan kekerasan kemudian tentu perbuatan  ini merendahkan, menghina, dan menyakiti jiwa raga seseorang dengan hanya mengejar nafsu bejat perkelaminan.

Kasus kekerasan seksual sudah sering kita dengar bahkan banyak terjadi serta semakin marak akhir-akhir ini, dengan demikian ruang aman atau safety room bagi wanita  memang perlu galakan sehingga seorang wanita tidak terus menjadi  inacaran korban seksualitas

Menurut  khususnya di Indonesia. Dikutip dari komnasperempuan.go.id, berdasarkan pada data-data yang terangkum dari lembaga layanan/formulir pendataan Komnas Perempuan sebanyak 8.234 kasus, yang mendominasi jenis kekerasan terhadap perempuan yang paling menonjol kemudian di susul   kekerasan di ranah pribadi atau privat.

Sementara itu untuk kasus KDRT dan relasi rersonal sebanyak 79% (6.480 kasus). Selanjutnya Kekerasan terhadap istri (KTI) menempati peringkat pertama sebanyak 3.221 kasus atau (49%), kemudian data kekerasan dalam pacaran sebanyak 1.309 kasus (20%) yang menempati posisi kedua.

Posisi ketiga adalah kekerasan terhadap anak perempuan sebanyak 954 kasus (14%), sisanya adalah kekerasan oleh mantan suami, mantan pacar, serta kekerasan terhadap pekerja rumah tangga. Kekerasan di ranah pribadi data yang ada mengalami pola yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Adanya data kasus ini tentunya menunjukan bahwa perliperlindungan hukum di Indonesia terhadap perempuan memang bisa dianggap masih sangat  lemah.

Peraturan hukum  republik indonesia mengenai kekerasan seksual memang sudah di buat dan berlaku, namun secara substansial masih memiliki banyak kekurangan sehingga belum bisa menanggulangi kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi.

Dengan bnaykanya kasus elas berimbas efek negatif diman dapat dirasakan oleh si korban atas kekerasan seksual sehingga ini tentu membuat kerusakan psikologis, Kekerasan seksual dapat terjadi di mana saja dan dilakukan oleh siapa saja.

Dari hasil jurnal data yang ada tersebut ironisnya, para pelaku umumnya adalah orang-orang terdekat yang telah dikenal dengan baik oleh korban, seperti akrap dengan keluarga, juga berlatar belakang adanya hubungan karena kerabat maupun juga karena pasangan.

Salah satu catatan dalam kasus yang menimpa NW (23) dia merupakan seorang mahasiswi UBM Jawa Timur yang tewas di samping pusara sang ayah pada Kamis 2 Desember 2021. Nach  NW  ini dugaan bunuh diri dengan cara menenggak  cairan racun yang kemungkinan depresi setelah diperkosa dan dipaksa untuk aborsi oleh kekasihnya yang dalam perkembangan aparat berwajib yang ternyata dugaan pelakunya seorang aparat penegak hukum juga.

Brigjen Polisi Slamet Hadi Supraptoyo Wakapolda Jawa Timur melalui timnya mengungkapkan, pacar dari NW berinisial RB, yang sudah diamankan di Polres  Mojokerto.

Lebih lanjut  Brigjen Polisi Slamet  di kutip dari berbagai sumber memaparkan dari hasil olah TKP penemuan mayat korban tersebut didapat adanya bekas minuman yang bercampur potassium sianida.

Kemudian untuk mengungkap  kasus ini maka dari pihak  Puskesmas Suko pada 2 Desember 2021 mengeluarkan catatan yakni visum luar dan hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan fisik pada mayat korban.

Atas kasus yang menyeruak tersebut lantas tanda pagar (tagar) #SaveNoviaWidyasari menjadi trending nomor satu di media sosial Twitter sejak mencuatnya kasus tersebut.

Sementara itu pula pengg8na medsos juga mengmati bahkan tading topiq tersebut bukan tanpa alasan, sebab tagar ini merupakan bentuk dukungan dan solidaritas netizen terhadap hal yang dihadapi oleh NW  yang  awalnya beredar kabar kalau Novia meninggal akibat depresi karena ayahnya meninggal.

Namun berdasar pernyataan kawan – kawan dekat korban, bahwa kepergian sang ayah tersebut bukanlah pemicu NW mengakhiri hidupnya.  Namun masalah yang dihadapi oleh NW ini dibagikan langsung oleh sang sahabat melalui akun Twitter @belaw**, ia menceritakan bahwa NW hamil setelah diperkosa sang pacar dan dipaksa untuk melakukan aborsi.

Tindakan untuk aborsi itu tak hanya sekali, namun hal  tersebut sudah terjadi sebanyak dua kali sejak tahun lalu. NW itu dalam lingkungan keluarga jugga mengalami penolakan dari keluarga sang kekasihnya kabarnya justru menerima hujatan-hujatan dari kerabat NW sendiri, yang kemudian dugaan membuatnya menjauh karena psikologis juga amat tertekan, dengan demikian patut di duga mengapa NW pada akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

“Akhirnya aku kontak AN (teman yang memberitahu NW bunuh diri). Aku minta ceritakan semuanya ke aku dan kita sepakat untuk up ke media," katanya dilihat dari akun

Twitter @belaw** pada Sabtu, 4 Desember 2021. Kasus yang dialami NW ini bukan tidak menutup kemungkinan cukup mengorek luka batin para penyitas pelecehan seksual yang mungkin sampai saat ini belum mendapatkan keadilannya sebagaiman mestinya walapun perlindungan sudah di buat dalam tatanan bernengara.

Setiap munculnya kasus pada umumnya setiap kejadian yang menyakiti atau membuat seseorang merasa terancam mapun dirugikan pasti akan berdampak membekas dalam memori ingatan seseorang  atau lebih bisa disebut dengan traumatik.

 Sedang trauma yang mungkin terjadi pada sikorban pelecehan seksual adalah PTSD. PTSD adala tetapi Jika seseorang mengalami PTSD, itu biasanya ia akan merasa takut, marah, merasa bersalah, cemas bahkan mungkin perasaan sedih akan di alaminya.

Pada kenyataannya, korban pelecehan seksual terkadang mendapat cap atau malah dilabel buruk atau muncul stigma negatif oleh masyarakat, dan sayangnya itu semua memang sulit untuk dihilangkan.  Dewasa ini kemunculan media sosial yang begutu deras alih-alih ingin mendukung dan membantu, tetapinya justru menjjadi bahan perundungan yang menyalahkan para korban. Imbasnya maka korban akan merasakan malu kemudian tidak merasa nyaman sehingga berusaha menghindari orang-orang di sekitarnya.

PTSD juga menyebabkan pengidapnya selalu merasa cemas dan berada dalam bahaya, sehingga harus selalu ekstra waspada mencermati dalam setiap pergaulan atau pertemanan, karena  tidak bisa di pungkiri semakin lama bamaka akan berimbas  kesehatan dan mental korban akan semakin terganggu selain juga mempengaruhi kehidupan kesehariannya akan ada kecemasan.

Yang sangat perlu untuk  si korban pelecehan seksual tersebut  perlu dukungan moral sehingga tidak akan mengalami gangguan atau sulit mengontrol kebiasaan dalam pola makan.  Dari berbagai kasus pelecehan kekerasan seksual tersebut para penderita mengalami gangguan mental salah satunya adalah karena menggunakan makanan sebagai pelampiasan mengatasi traumatik.

TIGA GANGGUAN POLA MAKAN

Ada tiga tipe gangguan makan, yakni anorexia nervosa, bulimia nervosa dan binge eating. Dalam keadaan sedih dan rasa kecewa yang mendalam, korban pelecehan seksual akan kesulitan menyeimbangkan keinginan makannya.

Mungkin waktu-waktunya akan diisi oleh oleh penderia taruma seperti melamun, tidak nafsu makan bahkan marah dengan kondisi yang dialaminya. Hal yang paling sering ditemui adalah korban menyalahkan diri sendiri,hal ini berkaitan dengan depresi.

Depresi ini adalah gangguan mood yang terjadi ketika perasaan sedih yang mendalam dan terus-menerus dirasakan dalam waktu yang lama.

Depresi juga adalah salah satu isu kesehatan mental serius. Nach Imbas dari depresi yang parah dan harus menjadi perhatian bersama adalah, biasanya korban bukan hanya menyalahkan diri sendiri, namun juga dapat melukai diri sendiri termasuk upaya untuk bunuh diri.

Jika merunut  dari kasus NW, kemungkinan sudah mengalami depresi dan tidak mampu lagi untuk berpikir  secara jernih atau justru malah memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Terdapat dugaan bahwa depresi yang dialami NW juga didukung oleh perlakuan orang-orang disekitarnya yang tidak mampu mendengar apa yang ia alami dan rasakan, bahkan mencaci-makinya sangat mungkin menjadi penyumbang   depresi hingga tewasnya Mahasiswi NM tersebut.

Dengan banyaknya data tersebut maka sepantasnya kita musti membantu untuk mencari solusi agar angka dan tindakan pelecehan bia melandai sehingga hidup akan nyaman.

Tetapi jangan tanya Solusinya apa Gan ? Mari kita ciptakan bersama  agar kaum perempuan tidak terus di bayang bayangi kekerasan 

Di tulis oleh Arfi’ah Reihandini sebagai karya mahasiswa UST Yogyakarta Fakultas Fsikologi, NIM : 2020011051 . Editor : nur/ym/ed




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi