Kembali Ke Index Video


59 Tahun BULOG Mengawal Pangan Menjaga Masa Depan

Senin, 18 Mei 2026 | 16:00 WIB
Dibaca: 83
59 Tahun BULOG Mengawal Pangan Menjaga Masa Depan
Stabilitas ekonomi masyarakat Banyuwangi senantiasa terjaga dengan baik

 

Banyuwangi Jawa Timur, media PasTvNews.com – Menginjak usia ke-59 tahun, Perum Badan Urusan Logistik (BULOG) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis, terus menegaskan perannya sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional.

Melalui mandat konstitusional dalam pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah, penyerapan hasil produksi dalam negeri, distribusi terintegrasi ke seluruh wilayah, hingga intervensi pasar yang presisi, BULOG berkomitmen menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen demi menjamin ketersediaan pasokan serta kestabilan harga pangan pokok di seluruh penjuru Indonesia.

Implementasi nyata kebijakan tersebut berjalan efektif di Kabupaten Banyuwangi. Hingga periode pelaporan, sebaran target realisasi gabah mencapai 69.360 ton dan beras mencapai 53.400 ton, atau setara 77 persen dari target yang ditetapkan.

Angka ini menunjukkan efektivitas fungsi BULOG dalam menjaga tingkat harga di tingkat petani agar tetap berada di rentang Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sekaligus mengamankan stok daerah dari fluktuasi pasar yang merugikan.

Dwiana Puspitasari, S.T.P, Petugas kantor BULOG cabang Banyuwangi menjelaskan bahwa capaian ini merupakan instrumen perlindungan ekonomi kerakyatan. “Penyerapan hasil panen ini adalah bentuk kehadiran negara secara nyata.

Kami memastikan produk pertanian bernilai ekonomis layak untuk menjaga keberlanjutan usaha tani, sementara stok yang terkumpul dikelola secara profesional sebagai penyangga utama pasokan bagi kebutuhan masyarakat luas di masa mendatang,” urai Dwiana Senin, 18 Mei 2026.

Dalam menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi daerah, BULOG berkolaborasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Koperasi dan UKM dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM).

Sinergi kelembagaan ini telah membuktikan efektivitasnya, di mana pada periode Mei 2026, wilayah Banyuwangi tercatat tidak mengalami inflasi pada kelompok bahan pangan, indikator penting yang menunjukkan daya beli masyarakat tetap terjaga dan ekonomi daerah berjalan seimbang.

Inovasi distribusi dan akses pangan juga dihadirkan melalui program unggulan TOPSI WANGI (Toko Pengendali Inflasi Banyuwangi).

Konsep ini merombak pola rantai pasok dengan memangkas jalur distribusi yang berbelit, sehingga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir dapat dijual langsung pada tingkat harga distributor. Jaringan ini kini telah mencakup 97 titik toko mitra yang tersebar merata di setiap kecamatan, termasuk wilayah Kabat.

Secara fungsional, TOPSI WANGI berperan sebagai penyeimbang pasar yang responsif, mengantisipasi potensi lonjakan harga saat hari besar keagamaan atau terjadinya gangguan pada arus pasokan.

“Kehadiran TOPSI WANGI dan Gerakan Pangan Murah bukan sekadar penyediaan barang, melainkan mekanisme pengendalian pasar yang terukur.

Bersama pemerintah daerah, kami memastikan dua hal pokok pasokan selalu aman dan harga tetap terkontrol, agar stabilitas ekonomi masyarakat Banyuwangi senantiasa terjaga dengan baik,” tegas Dwiana Puspitasari.

Perjalanan 59 tahun BULOG adalah bukti konsistensi lembaga ini dalam mengawal hak dasar setiap warga negara atas pangan yang cukup, aman, dan terjangkau. Di usia yang semakin matang, BULOG terus bertransformasi menjadi manajer logistik pangan modern yang andal, dengan semangat utama mengawal pangan hari ini, menjamin masa depan bangsa yang mandiri dan sejahtera. (Moch Supriyanto)




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi