Kembali Ke Index Video


Pledoi Kasus YIS Sleman Advokad Berkata Onslaag Van Alle Rechtvervolging Onslaag Van Alle Rechtvervolging ’Mohon Terdakwa di Bebaskan dan Pulihkan Nama Baik

Minggu, 19 September 2021 | 22:30 WIB
Dibaca: 116
DOK SIDANG PERKARA IJAZAH SD YIS SLEMAN

Sleman - media pastvnews.com, warta politik dan hukum, menyajikan sidang gugatan perkara ilai ijazah SD YIS  Sinduadi Sleman telah  yang masuk perdana 27 Juli hingga  September 2021 telah banyak menghadirkan saksi- saksi dari kedua belah pihak  baik dari  JPU maupun dari pihak yang memperingan Terdakwa Supriyanto.

Pada muatan sidang ini merupakan kelanjutan atau seri dua part 2 yang ditampilkan redaksi,kemudian ini asli dari pledoi Hudiyanto SH. Pengacara terdakwa yang dipaparkan dalam majelis sidang Hari Kamis 16 September 2021.

Dalam pledoi atau pembelaan di akhir laporannya tertulis : Berdasarkan  analisis  hukum  yang  telah  kami  lakukan  terhadap  surat  dakwaan maupun  surat  tuntutan,  terbukti  adanya  kejanggalan  –  kejanggalan  yang  timbul dalam  perkara  ini  sehingga  memberi  kesan  bahwa  kasus  ini  dipaksakan  oleh  Jaksa Penuntut  Umum  untuk  disidangkan  tanpa  memperhatikan  syarat  –  syarat  yang  diatur dalam  hukum  acara  pidana  dan  hati  nurani  sebagai  penegak  hukum  sebagai  profesi yang mulia.

Nah, para pemirsa bait di atas ini merupakan bagian dari pledoi yang kutip di akhir pledoi.  Untuk lebih jelasnya simak kelanjutan berikut ini.  Dan sidang akan kembali dibuka 20 September 2021 degan agenda replik duplik dari JPU.

Berikut  sambungan dari muatan sebelumnya Berjudul Pledoi advokad Hudiyanto SH. Dalam Kasus nilai Ijazah 2 mapel SD YIS terdakwa Supriyanto (Part 1)

• Saksi  menjelaskan  YIS  adalah  termasuk  dalam  Adelia  Monique  Kirana Ebener  adalah  satuan  pendiidkan  yang  diselenggarakan  atau  di  kelola atas dasar kerja sama antara Lembaga Pendidikan Asing yang terakreditasi /diakui di negaranya atau lembaga pendidIkan di Indonesia

17 pada jalur formal  dan non formal yang sesuai dengan ketentuan  perundang-undangan. • Saksi  menjelaskan  bahwa  sejak  1  Desember  2014  seluruh  sekolah  yang berlabel International di Indonesia harus mengganti nama menjadi Satuan  Pendidikan  Kerja  Sama  (SPK).

Hal  itu  tertuang  dalam   Permendikbud  Nomor  31 Tahun 2014 tentang Kerja Sama Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan oleh  Lembaga Pendidikan Asing dengan Lembaga Pendidikan Indonesia. • Berdasarkan  peraturan  tersebut  maka  sekolah    SPK  harus  menyesuaikan kurikulum di sekolahnya masing-masing. • Pelajaran agama dan PPKN sesuai Permendikbud harus diberikan kepada siswa di sekolah SPK yang warga negara Indonesia (WNI). • Untuk  siswa  yang  warga  negara  asing  (WNA)  tidak  wajib diberikan  mata pelajaran Agama dan PPKN. • Untuk pelajaran Agama dan PPKN karena bukan termasuk mata pelajaran yang  diuji  secara  nasional  melalui  ujian  nasional  maka  nilai  di  ijasah diserahkan kepada sekolah baik cara dan mekanismenya. • Kemendiknas RI tidak memiliki kewenangan untuk masuk dalam wilayah  nilai    mata  pelajaran  Agama  dan  PPKN  di  ijasah  karena  itu kewenangan sekolah. • Kemendiknas  RI  tidak  bisa  menyatakan  nilai  mata  pelajaran  Agama dan PPKN di dalam ijasah SD atas nama Adelia Monique Kirana Ebener adalah  sah  atau  tidak  karena  nilai  Agama  dan  PPKN  adalah  menjadi kewenangan sekolah. • Saksi  menyatakan  apabila  ijasah  tersebut  sah  dan  terdaftar  di  Dinas Pendidikan  maka  nilai  dalam  ijasah  tersebut    tersebut  adalah  SAH SECARA HUKUM.

• Saksi  menyatakan  TIDAK  ADA  SANKSI  untuk  sekolah    SPK  yang  tidak mengajarkan mata pelajaran Agama dan PPKN secara langsung kepada siswa. Adelia  Monique  Kirana  Ebener  adalah  Warga  Negara  Asing  Saat  Mendaftar  di Sekolah  YIS  sehingga  secara  Aturan  Tidak  ada  Kewajiban  Memberikan  Pelajaran Agama dan PPKN kepada Siswa yang Warga Negara Asing (WNA) 18

32. Bahwa Pelapor Erika Handriati dalam laporan polisi mengaku jika anaknya yang bernama  Adelia  Monique  Kirana  Ebener  adalah  Warga  Negara  Indonesia  (WNI) sehingga berdasarkan Permendikbud Nomor 31 Tahun 2014  maka YIS harus memberikan  pelajaran  Agama  dan  PPKN  secara  langsung  kepada  Adelia  Monique Kirana Ebener. 33. Bahwa dalam persidangan terungkap jika Adelia Monique Kirana Ebener adalah

BUKAN Warga Negara Indonesia (WNI). 34. Bahwa  bukti  P-16  dan  P-17  membuktikan  jika  Adelia  Monique  Kirana  Ebener saat  mendaftar  sekolah  di  YIS  adalah  warga  negara  asing  (WNA)    yang  tidak diwajibkan  mendapatkan  pelajaran  Agama  dan  PPKN  sebagaimana  ketentuan Permendikbud Nomor 31 Tahun 2014. Oleh  karenanya  dakwaan  atau  tuntutan  JPU yang  menyatakan  “Memasukan Keterangan Palsu dalam Suatu Akta Otentik

(Ijasah)” adalah TIDAK TERBUKTI. 35. Bahwa hal yang paling penting dalam perkara ini adalah pembuktian mengenai keabsahan  nilai  mata  pelajaran  Agama  dan  PPKN  di  dalam  ijasah  Ijasah  SD  Adelia Monique Kirana Ebener. 36. Bahwa  pelapor  Erika  handriati  pada  awalnya  menyatakan  ijasah  atas  nama Adelia Monique Kirana Ebener adalah palsu karena nilainya palsu.

37. Bahwa pelapor Erika Handriati kemudian merubah pernyataannya dengan menyatakan  ijasahnya  sah  tapi  nilainya yang  tidak  sah  atau  palsu  karena mata pelajaran  agama  dan  PPKN  tidak  diajarkan  secara  langsung  kepada  anaknya selama bersekolah di YIS sejak tahun 2014 sampai 2016. 38. Bahwa  untuk  membuktikan  nilai  agama  dan  PPKN  adalah  sah  atau  tidak  maka

Jaksa Penuntut Umum menghadirkan 3 ahli yaitu : 19 1)  Erry Widaryana dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman;

2)  Dwi Agus Muchdiharto  dari Dinas Dikpora Propinsi Yogyakarta; 3)  Yogi Anggraena dari Kemendiknas Republik Indonesia; 39. Bahwa saksi Erry Widaryana pada persidangan tanggal 30 Agustus 2021 memberikan keterangan yaitu : • Mengenai nilai agama dan PPKN di dalam ijasah merupakan kewenangan dari  sekolah  masing-masing  dengan  syarat  mengikuti  aturan  yang  sudah ditetapkan oleh pemerintah.

• Mata  pelajaran  agama  dan  PPKN  tidak  termasuk  mata  pelajaran  yang masuk di ujian nasional. • Mengenai  sanksi  untuk  sekolah  Sekolah  Satuan  Pendidikan  Kerja  Sama (SPK)   seperti  YIS  yang  belum  memberikan  mata  pelajaran  agama  dan PPKN  secara  langsung  ke  siswa  merupakan  kewenangan  di  Kemendiknas Pusat di Jakarta.

• Dinas  Pendidikan  Kabupaten  Sleman  tidak  punya  kewenangan  terhadap Sekolah  Satuan  Pendidikan  Kerja  Sama  (SPK)   seperti  YIS  karena  ijinnya dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional di Jakarta. 40. Bahwa saksi Dwi Agus Muchdiharto  pada persidangan tanggal 30 Agustus 2021 memberikan keterangan yaitu : • Ijasah  atas  nama  Adelia  Monique  Kirana  Ebener  nomornya  terdaftar  di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Propinsi DI Yogyakarta. • Mengenai nilai agama dan PPKN di dalam ijasah merupakan kewenangan dari  sekolah  masing-masing  dengan  syarat  mengikuti  aturan  yang  sudah

ditetapkan oleh pemerintah. • Mata  pelajaran  agama  dan  PPKN  tidak  termasuk  mata  pelajaran  yang masuk di ujian nasional. • Mengenai  sanksi  untuk  sekolah  Sekolah  Satuan  Pendidikan  Kerja  Sama (SPK)   seperti  YIS  yang  belum  memberikan  mata  pelajaran  agama  dan PPKN  secara  langsung  ke  siswa  merupakan  kewenangan  di  Kemendiknas Pusat di Jakarta. • Dinas  Pendidikan  Propinsi  Yogyakarta  tidak punya  kewenangan  terhadap

Sekolah  Satuan  Pendidikan  Kerja  Sama  (SPK)   seperti  YIS  karena  ijinnya dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional di Jakarta. 41. Bahwa  saksi  Yogi  Anggraena  pada  persidangan  tanggal  6  September  2021 memberikan keterangan yaitu : • Jabatan saksi adalah coordinator pengembangan kurikulum di Puskurbuk RI. 20 • Saksi  menjelaskan  YIS  adalah  termasuk  dalam  Adelia  Monique  Kirana Ebener  adalah  satuan  pendidikan  yang  diselenggarakan  atau  di  kelola atas dasar kerja sama antara Lembaga Pendidikan Asing yang terakreditasi /diakui di negaranya atau lembaga pendiidkan di Indonesia pada jalur formal  dan non formal yang sesuai dengan ketentuan  perundang-undangan.

• Saksi  menjelaskan  bahwa  sejak  1  Desember  2014  seluruh  sekolah  yang berlabel International di Indonesia harus mengganti nama menjadi Satuan  Pendidikan  Kerja  Sama  (SPK).  SPK  sebagai  lembaga  pendidikan Indonesia  harus  mencari  mitra  kerja  satuan  pedidikan  yang  sama  dari luar negeri atau Lembaga Pendidikan Asing (LPA) yang terakreditasi atau diakui  di  negaranya.

Hal  itu  tertuang  dalam   Permendikbud  Nomor  31 Tahun 2014 tentang Kerja Sama Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan oleh  Lembaga Pendidikan Asing dengan Lembaga Pendidikan Indonesia.

• Berdasarkan  peraturan  tersebut  maka  sekolah    SPK  harus  menyesuaikan kurikulum di sekolahnya masing-masing. • Pelajaran agama dan PPKN sesuai Permendikbud harus diberikan kepada siswa di sekolah SPK yang warga negara Indonesia (WNI). • Untuk  siswa  yang  warga  negara  asing  (WNA)  tidak  wajib diberikan  mata pelajaran Agama dan PPKN. • Untuk pelajaran Agama dan PPKN karena bukan termasuk mata pelajaran

yang  diuji  secara  nasional  melalui  ujian  nasional  maka  nilai  di  ijasah diserahkan kepada sekolah baik cara dan mekanismenya. • Kemendiknas  RI  tidak  memiliki  kewenangan  untuk  masuk  dalam  wilayah nilai di ijasah karena itu kewenangan sekolah. • Kemendiknas  RI  tidak  bisa  menyatakan  nilai  mata  pelajaran  Agama  dan PPKN di dalam ijasah SD atas nama Adelia Monique Kirana Ebener adalah sah atau tidak karena nilai Agama dan PPKN adalah menjadi kewenangan sekolah. • Saksi  menyatakan  apabila  ijasah  tersebut  sah  dan  terdaftar  di  Dinas Pendidikan  maka  nilai  dalam  ijasah  tersebut   tersebut  adalah  SAH SECARA HUKUM. • Saksi  menyatakan  TIDAK  ADA  SANKSI  untuk  sekolah    SPK  yang  tidak mengajarkan  mata  pelajaran  Agama  dan  PPKN  secara  langsung  kepada siswa. 21 Seluruh Proses Akademik di YIS adalah Tanggung Jawab Orin Stephney. Dari Mulai Menetapkan  Kurikulum,  Menyelenggarakan  Belajar  Mengajar,  Mengadakan  Ujian Sekolah, Mengikuti Ujian Nasional, Memeritahkan Guru dan Staf Mengikuti Persiapan  Ujian, Menerima  Laporan Nilai  Mata Pelajaran dan Memerintahkan

Admin untuk Memasukan Nilai ke Dalam Ijasah.  42. Bahwa job desk ORIN STEPHNEY sebagai Kepala Sekolah di YIS adalah bertanggung  jawab  seluruh  proses  akademik.  Kepala  Sekolah  adalah  jabatan tertinggi di sekolah YIS. Hal ini sesuai dengan bukti T-1. 43. Bahwa sesuai bukti T-1 maka tugas dan tanggung jawab ORIN STEPHNEY adalah Menetapkan Kurikulum, Menyelenggarakan Belajar Mengajar, Mengadakan Ujian Sekolah,  Mengikuti  Ujian  Nasional,  Memeritahkan  Guru  dan  Staf  Mengikuti Persiapan  Ujian,  Menerima  Laporan  Nilai  Mata  Pelajaran  dan  Memerintahkan Admin untuk Memasukan Nilai ke Dalam Ijasah.

44. Bahwa  terkait  dengan  perkara    Pidana  No  288/Pid.B/2021/PN.Smn  dengan Terdakwa  Supriyanto  yang  dikenakan  pidana  Pasal  266  Ayat  (1)  KUHP  yaitu Terdakwa  Menyuruh  kepada  Anna  Indah  Sylvana  untuk  Memasukan  Keterangan Palsu dalam Suatu Akta Otentik (Ijasah) adalah TIDAK TERBUKTI.

45. Bahwa  hal  ini  dapat  dibuktikan  melalui  bukti-bukti  surat  dan  keterangan  saksi yang  sudah  diperiksa  di  persidangan  yaitu  Hanna  (Saksi  dari  Pelapor),  Joko Susilo (saksi dari Pelapor), Veronika Swanti, Wiwin Prati Wanggini, Kencana Devia Candra dan Benedikta Setiyani.

 46. Bahwa  bukti  T-3    yaitu  job  desk  Administrasi  yang  membuktikan  jika  staf Administrasi  (Anna  Indah  Sylvana)  bertugas  melayani  kebutuhan  sehari-hari murid dan guru dalam rangka menunjang pendidikan termasuk MENGISI BLANGKO  IJAZAH  serta  MELAKUKAN  NILAI  DI  DALAM  IJAZAH  ATAS  PERINTAH ATAU DISURUH OLEH KEPALA SEKOLAH, HANYA KEPALA SEKOLAH (Orin Stephney) YANG BISA MENYURUH ATAU MEMERINTAH STAFF ADMINISTRASI UNTUK MEMASUKAN  NILAI KE DALAM IJAZAH.

Administrasi (ANNA INDAH SYLVANA) melaporkan pekerjaan dan bertanggung jawab kepada Sekolah. 47. Bahwa  bukti  T-6  yaitu  Surat-surat  PERINTAH/TUGAS  DARI  KEPALA  SEKOLAH (ORIN STEPHNEY) kepala guru dan staff sekolah yang membuktikan jika Kepala Sekolah sejak awal mengetahui proses penyelengaraan Ujian Nasional termasuk diantaranya  memerintah  kepala  guru-guru  dan  semua  staff  untuk  melakukan 22 persiapan uji coba pelaksanaan Ujian Nasional merangkum nilai dan memasukan nilai ke dalam Ijazah.

Walau  dua  (2)mata pelajaran secara khusus dan langsung oleh Guru Agama dan guru PPKN. 49. Bahwa  bukti  T-8  yaitu  ijasah  siswa  SMA  di  YIS  atas  nama  MARIA  STELLA

LAWRASIA lulusan 2016 yang membuktikan jika ORIN STEPHNEY sebagai Kepala Sekolah  YIS  dengan  sadar  mengetahui  ada  nilai  Agama,  dan  PPKN  di  dalam Ijazah  dengan  menandatangani  Ijazah  tersebut.  Walau  dua  mata  pelajaran secara khusus dan langsung oleh Guru Agama dan guru PPKN.

 50. Bahwa  bukti  T-9  yaitu  Surat  Penugasan  Kepala  Skolah  (Orin  Stephney)  Kepada Supriyanto  (bendahara)  yang  membuktikan  jika  Orin  Stephney  selaku  Kepala Sekolah mengetahui seluruh tahapan ujian nasional dengan menugaskna Supriyanto sebagai bendahara untuk mengelola data pendidikan pada situs:http//sdm.data.kemendikbud.go.id 51. Bahwa keterangan dari Veronika Swanti pada persidangan tanggal 2 September

2021 yang menerangkan :  • Secara struktur terdakwa Supriyanto tidak mempunyai kewenangan untuk  memberikan  perintah  kepada  admin  yang  bernama  Anna  Indah Sylvana. • Admin diberikan tugas langsung oleh kepala sekolah. • Bukti T-6 dan T-9 adalah benar tugas yang diberikan oleh Kepala Sekolah Orin Stephney yang ditujukan kepada guru dan staf terkait dengan penilaian dan persiapan untuk ujian sekolah dan ujian nasional. 

• Kepala Sekolah Orin Stephney pasti mengetahui adanya nilai agama dan PPKN di dalam ijasah karrena Orin menanda-tangani ijasah walau 2(dua) mata pelajaran tersebut tidak diajarkan secara langsung di sekolah YIS. • Saksi pernah mengikuti try out atau uji coba untuk ujian  di sekolah lain atas perintah atau penugasan secara tertulis dari Kepala Sekolah Orin

Stephney. 52. Bahwa keterangan dari Wiwin Prati Wanggini pada persidangan tanggal 2 September 2021 yang menerangkan : 23 • Kepala  sekolah  Orin  Stephney  yang  memberikan  tugas  kepada  staf  dan guru secara tertulis atau secara lisan. • Bukti  T-6  dan  T-9  adalah  benar  tugas  yang  diberikan  oleh  Kepala Sekolah  Orin  Stephney  yang  ditujukan  kepada  guru  dan  staf  terkait dengan penilaian dan persiapan untuk ujian sekolah dan ujian nasional.  53. Bahwa  keterangan  dari Kencana Devia Candra pada  persidangan  tanggal  6

September 2021 yang menerangkan : • Saksi adalah guru bahasa Indonesia. • Terdakwa  Supriyanto  tidak  dapat  memerintah  atau  menyuruh  Admin Anna Indah Sylvana memasukan nilai ke dalam ijasah. • Bendahara  Sekolah  atau  Terdakwa  Supriyanto  tidak  punya  kewenangan untuk hal-hal yang terkait akademik. • Kepala  sekolah  Orin  Stephney  yang  memberikan  tugas  kepada  staf  dan

guru secara tertulis atau secara lisan. • Bukti  T-6  dan  T-9  adalah  benar  tugas  yang  diberikan  oleh  Kepala Sekolah  Orin  Stephney  yang  ditujukan  kepada  guru  dan  staf  terkait dengan penilaian dan persiapan untuk ujian sekolah dan ujian nasional.  • Saksi pernah ditugaskan oleh Kepala Sekolah Orin Stephney untuk menjadi pengawas ujian di sekolah lain dengan diberikan surat penugasan.

54. Bahwa keterangan dari Benedikta Setiyani pada persidangan tanggal 6 September 2021 yang menerangkan : • Bendahara tidak dapat memerintah Admin • Untuk nilai di ijasah adalah tanggung jawab Kepaka Sekolah. • Admin  hanya  dapat  diperintah  oleh  Kepala  Sekolah  untuk  memasukan nilai kedalam ijasah. • Kepala  sekolah  Orin  Stephney  yang  memberikan  tugas  kepada  staf  dan guru secara tertulis atau secara lisan.

• Bukti  T-6  dan  T-9  adalah  benar  tugas  yang  diberikan  oleh  Kepala Sekolah  Orin  Stephney  yang  ditujukan  kepada  guru  dan  staf  terkait dengan penilaian dan persiapan untuk ujian sekolah dan ujian nasional.  • Orin  Stephney  pernah  diberikan  TEGURAN  oleh  sekolah  karena  pernah tidak  membuat  laporan  kegiatan  kepada  Yayasan  yang  membuat  salah satu  orang  siswa  (BUKAN  ERIKA  HANDRIATI)  komplain  atau  keluhan  dan mengadukan masalah kepada Yayasan.

Tidak  Ada  Konfrontasi  Saksi  dengan  Terdakwa  atau  Saksi  dengan  Saksi  Selama Proses  Penyidikan  Sehingga  Terdakwa  Supriyanto  menjadi  Korban  atas  Perkara Pidana yang Sebenarnya Tidak Pernah Terjadi alias Perkara Ghoib  55.  Bahwa dalam surat dakwaan dan tuntutan Jaksa disebutkan

“Bahwa Terdakwa SUPRIYANTO  Bin  SUGIMIN  (Alm)  pada  hari,  tanggal  yang  tidak  dapat  diingat lagi  pada  bulan  Oktober  2016  sekira  jam  10.00  WIB  atau  setidak-tidaknya pada  suatu  waktu  dalam  bulan  Oktober  2016  atau  setidak-tidaknya  pada suatu  waktu  dalam  tahun  2016  bertempat  di  Yogyakarta  Independent  School

Yang beralamat di Jln Cendrawasih Nomor  01 Sinduadi Mlati Sleman Yogyakarta  atau  setidak-tidaknya  pada  suatu  tempat  yang  masih  termasuk dalam  daerah  hukum  Pengadilan  Negeri  Sleman  yang  berwenang  memeriksa dan mengadili perkara ini, telah menyuruh memasukkan keterangan palsu ke dalam  suatu  akta  otentik  mengenai  sesuatu  hal  yang  kebenarannya  harus dinyatakan  oleh  akta  itu,  dengan  maksud  untuk  memakai  atau  menyuruh orang lain memakai akta itu seolah-olah keterangannya sesuai dengan kebenaran, diancam jika pemakaiannya itu dapat menimbulkan kerugian...”. 

56. Bahwa  dakwaan  tersebut  hanya  berdasarkan  CERITA  yang  dibuat  oleh  Anna Indah Sylvana sebagai admin di sekolah YIS. CERITA YANG DIBUAT OLEH SEORANG DIRI, 57. Bahwa dalam persidangan terbukti berdasarkan saksi-saksi yang bernama Veronika  Swanti,  Wiwin  Prati  Wanggini,  Kencana  Devia  Candra  dan  Benedikta Setiyani  di persidangan serta bukti-bukti surat T-1, T-2, T-3, T-4, T-5, T-6, T-7,  T-8  dan  T-9  di  terungkap  jika  Anna  Indah  Sylvana  adalah  orang  yang memasukan  nilai  ke  dalam  Ijasah  atas  perintah  atau  disuruh  oleh  Kepala Sekolah yang bernama Orin Stephney.

Sementara  disisi  lain  penyidik Polsek Mlati mengabaikan keterangan saksi-saksi yang bernama   Veronika Swanti, Wiwin Prati Wanggini, Kencana Devia Candra dan Benedikta Setiyani 59. Bahwa terhadap keterangan yang berbeda tersebut, penyidik Polsek Mlati wajib melakukan  konfrontasi  antara  Tersangka/Terdakwa  dengan  Saksi  atau  antara saksi dengan saksi. 60. Bahwa Konfrontasi adalah salah satu tehnik pemeriksaan dalam rangka penyidikan    dengan    cara    mempertemukan    satu    dengan    lainnya    (antara  25 tersangka    dengan  tersangka,    saksi    dengan    saksi,    tersangka    dengan    saksi)  untuk  menguji  kebenaran  dan persesuaian  keterangan  masing-masing  serta  dituangkan  dalam  Berita Acara  Pemeriksaan Konfrontasi. 61. Bahwa konfrontasi  tersebut diatur dalam SK KAPOLRI Nomor 62. Bahwa  hal  ini  menjadi  penting  karena  pembuktian    perkara    pidana    (hukum  acara  pidana)  adalah  bertujuan  untuk mencari   kebenaran   materiel,   yaitu   kebenaran      sejati      atau  sesungguhnya  yang  bertujuan  untuk  menerapkan  ketentuan    hukum    acara    pidana    secara    jujur    dan    tepat  dengan    maksud untuk  mencari  siapakah  pelaku  yang  dapat  didakwakan  melakukan  suatu pelanggaran    hukum,    dan    selanjutnya    meminta    pemeriksaan    dan    putusan  dari    pengadilan  guna    menemukan    apakah    terbukti    bahwa    suatu    tindak  pidana    telah    dilakukan    dan    apakah  orang  yang  didakwakan  ini  dapat dipersalahkan.

63. Bahwa  akibat  tidak  ada  konfrontasi  maka  proses  penyidikan  tidak  menemukan kebenaran  materiil.  Apalagi  terbukti  jika  DONGENG  ATAU  PERISTIWA  HUKUM  yang dibuat oleh penyidik dan diteruskan oleh Jaksa dalam  proses persidangan

TERBUKTI TIDAK PERNAH ADA. 64. Bahwa  hal  ini  dibuktikan  dengan  keterangan  saksi    Tri  Nur  Hadiati  (Kepala Sekolah  SD  Karitas)  pada  persidangan  tanggal  6  September  2021  memberikan keterangan : • Ijasah  siswa  SD  Yogya  Independent  School,  termasuk  ijasah  atas  nama Adelia  Monique  Kirana  Ebener  sudah  ada  nilainya  termasuk  nilai  agama dan  PPKN  ketika  diserahkan  oleh  Terdakwa  Supriyanto  kepada  saksi  di bulan Juni 2016. • Setelah melihat dan memastikan ijasah yang diserahkan oleh Supriyanto adalah  asli  dan  sesuai  dengan  aturan  Dinas  Pendidikan  maka  Saksi menanda-tangani ijasah tersebut di bulan Juni 2016. 65. Bahwa hal ini dibuktikan dengan keterangan Terdakwa Supriyanto (Bendahara)

pada persidangan tanggal 9 September 2021 yang memberikan keterangan : • Ijasah  untuk  Siswa  SD  YIS  sudah  ditanda-tangani  oleh  Ibu  Tri  Hadiati selaku Kepala Sekolah SD Karitas pada bulan Juni 2016. • Ijasah  tersebut  pasti  sudah  ada  nilainya  ketika  diantar  oleh  Terdakwa Supriyanto kepada Ibu Tri Nur Hadiati pada bulan Juni 2016. 26 • Setelah Ijasah tersebut diterima oleh Ibu Tri Nur Hadiati maka pada hari yang  sama  di  bulan  Juni  2016,  Ijasah  tersebut  dikembalikan  kepada

Terdakwa untuk dibawa kembali ke Sekolah. 66. Bahwa  hal  ini  dibuktikan  melalui  eterangan  Ahli  Dwi  Agus  Muchdiharto  (Dinas Dikpora Propinsi Yogyakarta) pada persidangan tanggal 30 Agustus 2021 yang memberikan keterangan : • Ijasah  atas  nama  Adelia  Monique  Kirana  Ebener  nomornya  terdaftar  di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Propinsi DI Yogyakarta.

• Ijasah  dengan  nilainya  yang  sudah  lengkap  tersebut  sudah  terdaftar  di Dinas  Pendidikan,  Pemuda  dan  Olahraga  Propinsi  DI  Yogyakarta  pada bulan Juni 2016. 67. Bahwa  apabila  penyidik  melakukan  konfrontasi  maka  perkara  ini  tidak  perlu dilanjutkan di Pengadilan Negeri Sleman dengan korban yang bernama Supriyanto sudah masuk penjara selama 5 bulan lebih. Hal ini karena : 1)  Supriyanto TIDAK PERNAH MENYURUH Anna Indah Sylvana untuk memasukan  nilai  agama  dan  PPKN  ke  dalam  Ijasah  SD  atas  nama  Adelia Monique Kirana.

2)  PERISTIWA  HUKUM  MENYURUH  MEMASUKAN  NILAI  AGAMA  DAN  PPKN  DI BULAN  OKTOBER  2021  ADALAH  TIDAK  PERNAH  ADA  ALIAS  GHOIB  karena Ijasah  SD  dengan  nilainya  termasuk  nilai  mata  pelajaran  Agama  dan PPKN  atas  nama  Adelia  Monique  Kirana  Ebener    sudah  ditanda-tangani oleh    Ibu  Tri  Hadiati  selaku  Kepala  Sekolah  SD  Karitas  pada  bulan  Juni 2016 dan nomornya terdaftar di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Propinsi DI Yogyakarta di bulan Juni 2016.

 V. ANALISIS YURIDIS Pembahasan mengenai unsur-unsur yang dinyatakan  oleh Penuntut Umum adalah : A. Pasal 266 ayat (1) KUHP Barangsiapa menyuruh menempatkan keterangan palsu kedalam sesuatu akte authentiek  tentang  sesuatu  kejadian  yang  kebenarannya  harus  dinyatakan  oleh  akte itu,  dengan  maksud  akan  menggunakan  atau  menyuruh  orang  lain  menggunakan  akte itu  seolah-olah  keterangannya  itu  cocok  dengan  hal  sebenarnya,  maka  kalau  dalam. mempergunakannya  itu  dapat  mendatangkan  kerugian,  dihukum  penjara  selama-

lamanya tujuh tahun. Unsur-unsur  tindak  pidana  yang  diatur  dalam  Pasal  266  ayat  (1)  KUHP  tersebut, meliputi: a)  unsur  subjektif:  dengan  maksud  untuk  menggunakannya  atau  untuk  menyuruh orang lain menggunakannya seolah-olah keterangannya itu sesuai dengan kebenaran; b)  unsur-unsur objektif : 1)  barang siapa; 2)  menyuruh  mencantumkan  suatu  keterangan  palsu  mengenai  suatu  hal, yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akta  tersebut; 3)  di dalam suatu akta otentik; 4)  jika penggunaannya dapat menimbulakan sesuatu  kerugian.  

Dengan disyaratkannya suatu maksud lebih lanjut berupa maksud untuk menggunakannya atau untuk menyuruh orang lain menggunakan seolah-olah keterangannya  sesuai  dengan  kebenaran  di  dalam  rumusan  Pasal  266  ayat  (1)  KUHP, maka  sudah  jelas  tindak  pidana  yang  dilakukan  harus  dengan  sengaja  (opzettelijk delict).

Bahwa  oleh  Karenanya,  penuntut  umum  maupun    harus    dapat  membuktikan  adanya unsur kesengajaan terhadap seseorang yang telah melakukan tindak pidana sebagaimana yang dimaksud dalamPasal 266 ayat (1) KUHP. Pembuktian  yang  harus  dibuktikan  oleh  penutut  umum    sebagaimana  yang  telah disebutkan di atas, mengenai bukti: a) Adanya kehendak pada terdakwa untuk menyuruh mencantumkan suatu keterangan palsu mengenai sesuatu hal didalam suatu akta otentik yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akta  otentik tersebut; b)  Adanya  pengetahuan  pada  terdakwa,  bahwa  akta  tersebut  merupakan  suatu akta otentik; dan c) adanya  maksud  pada  terdakwa  untuk  menggunakannya  atau  untuk  menyuruh orang  lain  menggunakannya  seolah-olah  keterangannya  yang  tercantum  dalam akta tersebut sesuai dengan  kebenaran. Bahwa  terhadap  rumusan  Pasal  266  KUHP  tersebut  maka  berdasarkan  fakta-fakta persidangan  berupa   keterangan  Korban, 

Saksi,  Terdakwa  dan bukti-bukti  surat  maka SUPRUYANTO TIDAK TERBUKTI SECARA SAH DAN MEYAKINKAN MELAKUKAN TINDAK PIDANA PASAL 266 AYAT (1) Karena : 28 1)  Tidak ada kehendak Supriyanto menyuruh  Anna Indah Sylvana untuk memasukkan  keterangan  palsu  ke  dalam  suatu  akta  otentik  mengenai  sesuatu hal yang kebenarannya harus dinyatakan oleh akta itu.

Hal  ini  dapat  dibuktikan  melalui  keterangan  saksi-saksi  dipersidangan  yaitu Veronika  Swanti,  Wiwin  Prati  Wanggini,  Kencana  Devia  Candra  dan  Benedikta Setiyani    yang  seluruhnya  menerangkan  bahwa  Supriyanto  tidak  memiliki kewenangan  untuk  menyuruh  Anna  Indah  Sylvana  memasukan  nilai  kedalam ijasah SD atas nama Erika Monique Kirana Ebener.  YANG MEMILIKI KEWENANGAN  MENYURUH  MEMASUKAN  NILAI  ADALAH  KEPALA  SEKOLAH  YANG BERNAMA ORIN STEPHNEY.

Hal  ini  juga  dibuktikan  melalui  bukti  surat  T-1,  T-2,  T-3,  T-5,  T-6,  T-7,  T-8 dan T-9. Sehingga  CERITA  Anna  Indah  Sylvana  hanya  merupakan  dongeng  tunggal  yang tidak dapat menjelaskan peran dan kehendak Supriyanto  2)  Mencantumkan  suatu  keterangan  palsu  mengenai  sesuatu  hal  didalam  suatu akta otentik adalah premature atau tidak pernah ada. Ahli  yang  hadir  di  persidangan  yaitu  Erry  Widaryana  dari  Dinas  Pendidikan Kabupaten Sleman, Dwi Agus Muchdiharto  dari Dinas Dikpora Propinsi Yogyakarta dan Yogi Anggraena dari Kemendiknas Republik Indonesia menyatakan : • Nilai  agama  dan  PPKN  di  dalam  ijasah  merupakan  kewenangan  dari sekolah  masing-masing  dengan syarat  mengikuti  aturan  yang  sudah ditetapkan oleh pemerintah. • Mata  pelajaran  agama  dan  PPKN  tidak  termasuk  mata  pelajaran  yang

masuk di ujian nasional.  • Ijasah  atas  nama  Adelia  Monique  Kirana  Ebener  nomornya  terdaftar  di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Propinsi DI Yogyakarta. • Untuk pelajaran Agama dan PPKN karena bukan termasuk mata pelajaran yang  diuji  secara  nasional  melalui  ujian  nasional  maka  nilai  di  ijasah diserahkan kepada sekolah baik cara dan mekanismenya.

• Kemendiknas  RI  tidak  memiliki  kewenangan  untuk  masuk  dalam  wilayah nilai di ijasah karena itu kewenangan sekolah. • Kemendiknas  RI  tidak  bisa  menyatakan  nilai  mata  pelajaran  Agama  dan PPKN di dalam ijasah SD atas nama Adelia Monique Kirana Ebener adalah sah atau tidak karena nilai Agama dan PPKN adalah menjadi kewenangan sekolah. • Apabila ijasah tersebut sah dan terdaftar di Dinas Pendidikan  maka nilai dalam ijasah tersebut  tersebut adalah SAH SECARA HUKUM.

29 • Saksi  menyatakan  TIDAK  ADA  SANKSI  untuk  sekolah    SPK  yang  tidak mengajarkan  mata  pelajaran  Agama  dan  PPKN  secara  langsung  kepada siswa. Bahwa  dengan  demikian  dakwaan  adanya  Mencantumkan  suatu  keterangan palsu  mengenai  sesuatu  hal  didalam  suatu  akta  otentik  (Ijasah)  adalah  TIDAK TERBUKTI KARENA INSTANSI PEMERINTAH MENYATAKAN NILAI AGAMA DAN PPKN ADALAH  KEWENANGAN  SEKOLAH,  NILAI  AGAMA  DAN  PPKN  BUKANLAH  PALSU, NILAI  AGAMA  DAN  PPKN  DI  DALAM  IJASAH  ADELIA  MONIQUE  KIRANA  EBENER ADALAH SAH SECARA HUKUM  

3) Adanya maksud pada terdakwa untuk menggunakannya atau untuk menyuruh orang lain menggunakannya seolah-olah keterangannya yang tercantum dalam akta tersebut sesuai dengan  kebenaran. Bahwa Terdakwa Supriyanto tidak pernah terlibat dalam pencantuman nilai didalam Ijasah sebagaimana keterangan saksi dan bukti-bukti surat.

Bahwa  saksi  Supriyanto  tidak  pernah  meminta  kepada  Erika  Handriati  untuk  menggunakan Ijasah tersebut karena Supriyanto memang tidak punya kewenangan  untuk  mengajak  dan  menyuruh  orang  lain  untuk  menggunakan Ijasah. 4)  Tidak ada kerugian yang dialami oleh Pelapor Erika Handriati baik moril dan

materil karena : • Ijasah  SD  Karitas  adalah  ijasah  untuk  tahun  kelulusan  tahun  2016  yang sudah  dipergunakan  oleh    Adelia  Monique  Kirana  Ebener  untuk  pindah

sekolah ke SMP Olivan tanpa ada masalah. • Sekolah  International  atau  SPK  seperti  YIS  menggabungkan  pelajaran Agama  dan  PPKN  dengan  mata  pelajaran  lain  karena  nilai  tersebut diambil  dari  penilaian  siswa  dalam  pembelajaran  di  sekolah  mengenai kehidupan sehari-hari.  • Mengenai nilai agama dan PPKN di dalam ijasah merupakan kewenangan dari  sekolah  masing-masing  dengan  syarat  mengikuti  aturan  yang  sudah ditetapkan oleh pemerintah.

 • Mata  pelajaran  agama  dan  PPKN  tidak  termasuk  mata  pelajaran  yang masuk di ujian nasional. • Ijasah  SD  Karitas  atas  nama  Adelia  Monique  Kirana  Ebener  pasti  akan diminta  oleh  Sekolah  yang  Baru  di  tingkat  SMP  sebagai  syarat  untuk melanjutkan  sekolah.  Tidak  bisa  Adelia  Monique  Kirana  Ebener  atau siswa  lain  pindah  sekolah  ke  jenjang  lebih  tinggi  tanpa  menggunakan ijasah.

Itu syarat mutlak. 30 • Ijasah  atas  nama  Adelia  Monique  Kirana  Ebener  nomornya  terdaftar  di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Propinsi DI Yogyakarta. • Adelia Monique Kirana Ebener tidak dapat pindah sekolah ke jenjang SMP tanpa menggunakan Ijasah SD yang dikeluarkan oleh SD Karitas. 

• Untuk pelajaran Agama dan PPKN karena bukan termasuk mata pelajaran yang  diuji  secara  nasional  melalui  ujian  nasional  maka  nilai  di  ijasah diserahkan kepada sekolah baik cara dan mekanismenya. • Kemendiknas  RI  tidak  memiliki  kewenangan  untuk  masuk  dalam  wilayah nilai    mata  pelajaran  Agama  dan  PPKN  di  ijasah  karena  itu  kewenangan sekolah. • Kemendiknas  RI  tidak  bisa  menyatakan  nilai  mata  pelajaran  Agama  dan PPKN di dalam ijasah SD atas nama Adelia Monique Kirana Ebener adalah sah atau tidak karena nilai Agama dan PPKN adalah menjadi kewenangan sekolah. • Ijasah  tersebut  sah  dan  terdaftar  di  Dinas  Pendidikan  maka  nilai  dalam ijasah tersebut  tersebut adalah SAH SECARA HUKUM.

• Saksi  menyatakan  TIDAK  ADA  SANKSI  untuk  sekolah    SPK  yang  tidak mengajarkan  mata  pelajaran  Agama  dan  PPKN  secara  langsung  kepada siswa. Berdasarkan Dengan tidak terpenuhinya salah satu dari unsur pidana pasal 266 ayat (1)  KUHPidana  tersebut  maka  atas  nama  KEADILAN,  terdakwa  SUPRIYANTO  Bin  SUGIMIN (Alm) harus dibebaskan dari dakwaan pasal 266 ayat (1) KUHPidana

 

VI. KESIMPULAN Majelis Hakim yang kami muliakan, Jaksa Penuntut Umum yang kami hormati Bahwa  berdasarkan  analisis  hukum  yang  telah  kami  lakukan  terhadap  surat  dakwaan maupun  surat  tuntutan,  terbukti  adeanya  kejanggalan  –  kejanggalan  yang  timbul dalam  perkara  ini  sehingga  memberi  kesan  bahwa  kasus  ini  dipaksakan  oleh  Jaksa Penuntut  Umum  untuk  disidangkan  tanpa  memperhatikan  syarat  –  syarat  yang  diatur dalam  hukum  acara  pidana  dan  hati  nurani  sebagai  penegak  hukum  sebagai  profesi yang mulia.

Bahwa terhadap pendapat Jaksa Penuntut Umum tersebut, kami tim penasihat hukum Terdakwa SUPRIYANTO Bin SUGIMIN (Alm) menyatakan menolak pendapat Jaksa tersebut dan  tetap  pada  suatu  keyakinan  bahwa  setiap  proses  peradilan  haruslah  didasarkan pada  suatu  ketentuan  hukum  dengan  sistem  acara  yang  dianut  dalam  hukum  positif sebagai bentuk wujud nyata dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan. 

31 Kami dan Terdakwa tidak menaruh kekhawatiran sedikit pun dan oleh karena peradilan  apapun  yang  dihadapkan  kepada  Terdakwa  tidak  akan  mengubah  sesuatu fakta  bahwa  Terdakwa  tidak  melakukan  perbuatan  seperti  apa  yang  diuraikan  dalam surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Kami, tim Penasihat Hukum menyakini bahwa tidak ada kebencian yang melekat pada diri  kami  atau  dendam,  tetapi  hanya  didasarkan  kepada  tanggung  jawab  untuk

menjalankan tugas dan profesi masing –  masing dengan sebaik – baiknya yang berpedoman  pada  etika  dan  norma  hukum  yang  akhirnya  kesemuanya  itu  berpulang kepada pertanggung jawaban kita masing – masing kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Sekarang tibalah kami pada akhir nota pembelaan (pleidoi) ini, pada suatu kesimpulan yang kami yakini didasarkan kepada keterangan-keterangan Saksi, Ahli, Terdakwa dan bukti-bukti surat yang sah maka sesuai dengan hakikat Undang – Undang yang berlaku di Indonesia, kami berkeyakinan bahwa Terdakwa tidak terbukti bersalah, melakukan perbuatan – perbuatan seperti yang didakwakan dan dituntut kepadanya seperti dalam dakwaan dan surat tuntutan.

VII. PERMOHONAN dan PENUTUP

Majelis Hakim yang kami muliakan, Jaksa Penuntut Umum yang Kami hormati. Bahwa  oleh  karena  persidangan  dan  nota  pembelaan  (pleidoi)  ini  telah  selesai  kami uraikan satu persatu, maka dengan kerendahan segala hati kami tim penasihat hukum Terdakwa, memohon dengan hormat kepada Majelis Hakim yang mengadili perkara ini berkenan untuk memutuskan : 1. Menyatakan Terdakwa SUPRIYANTO Bin SUGIMIN (Alm) TIDAK TERBUKTI secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana disebutkan dalam dakwaan dan Surat tuntutan.

2.  Membebaskan Terdakwa SUPRIYANTO Bin SUGIMIN (Alm) dari dakwaan– dakwaan tersebut (Yrijspraak) sesuai Pasal 191 ayat (1) KUHAP atau setidak-tidaknya  melepaskan  Terdakwa  SUPRIYANTO  Bin  SUGIMIN  (Alm)  dari  semua tuntutan  hukum  (onslaag  van  alle rechtvervolging)  sesuai  dengan  Pasal  191 ayat (2) KUHAP 3.  Membebaskan Terdakwa SUPRIYANTO Bin SUGIMIN (Alm) dari Tahanan 4.  Mengembalikan nama baik Terdakwa SUPRIYANTO Bin SUGIMIN (Alm) di masyarakat. 5.  Membebankan biaya perkara kepada Negara. 32 Atau Jika  Majelis  Hakim  berpendapat  lain,  kami  mohon  putusan  yang  seadil-adilnya  (ex aequo  at  bono)  dengan  tetap  menjunjung  tinggi  hak  –  hak  dasar  (azasi)  Terdakwa sebagai  manusia.  Semoga  Allah  SWT  memberikan  keberkahan  kepada  Majelis  Hakim

Yang Mulia.

 Hormat Kami: Tim Penasihat Hukum Terdakwa. E. Hudiyanto, SH   Anton Bayu Samudra, SH  W. Rahayu, SH Desi Hadi Saputri, SH, MH

 




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi