SHELTER CANDI ABANG DAN JARINGAN SEISMOGRAF BMKG DETEKSI GEMPA
Minggu, 19 Desember 2021 | 07:41 WIBSLEMAN- media Pastvnews.com Bupati Sleman, Hasil kajian risiko bencana gempa bumi menunjukkan terdapat 3 kelas risiko bencana di Kabupaten Sleman, yaitu rendah, sedang, dan tinggi.
Untuk kelas risiko sedang hingga tinggi mendominasi wilayah Kabupaten Sleman bagian tengah dan timur, hal ini diantaranya dipengaruhi oleh tingginya ancaman bencana gempa bumi di Sleman bagian tengah dan timur.
Sementara kelas risiko rendah hingga sedang mendominasi Kabupaten Sleman bagian dan utara. Untuk di Kapanewon Berbah sendiri hasil kajian risiko bencana gempa bumi menunjukkan berada di kelas risiko “sedang”.
Kabupaten Sleman terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana dengan peningkatan kapasitas masyarakat diantaranya melalui pembentukan Desa Tangguh Bencanam yang bertujuan untuk mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan sekaligus meningkatkan kapasitas sebagai upaya menekan risiko bencana.
Kabupaten Sleman saat ini memiliki 69 Desa Tangguh Bencana yang tersebar di 86 Kalurahan di Kabupaten Sleman. Selain itu penguatan kapasitas masyarakat dan pemerintah dilakukan melalui Gladi lapang.
Dilakukan pula pendidikan bencana sejak dini melalui satuan pendidikan aman bencana sebanyak 6 sekolah. Serta membentuk dan membina forum komunikasi komunitas relawan sleman yang mewadahi 59 komunitas relawan.
Hal tersebut disampaikan Kustini pada acara peresmian pemasangan sensor seismograf di lokasi sensor seismograf dengan kode Sensor SYJI, Kecamatan Candi Abang, Yogyakarta. Sabtu 18 Desember 2021.
Kepala BMKG Prof. Dr. Dwikorita Karnawati, M.Sc, Ph.D melakukan Peresmian yang menandai dimulainya instalasi 17 seismograf di seluruh wilayah Indonesia.
Pada acara peresmian ini dilakukan pula live streaming dengan BMKG Pusat langsung dari ruang operasional Pusat Gempa Nasional guna memastikan data seismograf dengan kode stasiun SYJI ini telah masuk dengan baik dalam sistem InaTEWS.
"Pembangunan shelter dan jaringan seismograf ini diperlukan untuk merapatkan jaringan guna meningkatkan performa kecepatan dan keakuratan informasi dan peringatan dini tsunami di BMKG," imbuh Dwikorita.
Dwikorita menuturkan sejak tahun 2016, BMKG telah menyadari kondisi Indonesia yang semakin rawan bencana, tetapi kita tidak memiliki persenjataan yang canggih.
Oleh karena itu, dalam melanjutkan visi BMKG demi menjaga keselamatan masyarakat terhadap bencana alam pada elemen Struktur, BMKG memasang sensor gempa di Kawasan Candi Abang, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi informasi peringatan dini gempa besar dan tsunami kepada masyarakat.
Peresmian tersebut dihadiri dan disaksikan oleh Bupati Sleman, para pimpinan Forkopimda Propinsi D.I.Y dan Kabupaten Sleman, Tim Ahli dari ITB dan UGM, serta Pengamanan Pembangunan Strategis Kejaksaan Agung RI.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dalam sambutan tertulisnya, menyambut baik dan mengapresiasi Peresmian Dan Uji Fungsi Aloptama Tahun 2021 sebagai upaya penguatan “Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS)”.
Posisi geografis Indonesia di ring of fire memang mengharuskan kita senantiasa waspada terhadap bencana erupsi gunung api, gempa bumi, dan tsunami untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.
Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak juga harus dilanjutkan dan di-up grade sesuai kebutuhan, harapnya. Mar

Video Terkait
- Inilah Misteri Wisata Alam Watu Galeng Gading Gunungkidul
- Tekan Angka Penggguna Narkoba Sleman Buat Pilot Project Bersinar
- PAGUYUBAN LURAH SE KAB. SLEMAN "SURYO NDADARI" TOLAK PERPRES NOMOR 104 TAHUN 2021
- Pemkab Sleman Melalui Dispora Sleman Lakukan Pegukuran Sport Development Index
- Lurah Baturetno Banguntapan Bantul Lantik Kaur Tata Laksana
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'




