Kembali Ke Index Video


23 Petani Mertosanan Kulon Potorono Banguntapan Relakan Tanahnya Untuk Talut Jalan Dukung Padat Karya 2021

Jumat, 10 September 2021 | 14:19 WIB
Dibaca: 234
23 Petani Mertosanan Kulon Potorono Banguntapan Relakan Tanahnya Untuk Talut Jalan Dukung  Padat Karya  2021
RAHARJO TUNJUKAN ROGRAM PADAT KARYA PENGERJAAN TALUT JALAN DI MERTOSANAN KULON POTORONO BANGUNTAPAN BANTUL

Banguntapan- media pastvnews.com, warta lintas sosial, program padat karya  dengan anggaran melalui  aspirasi dan gunakan APBD Kabupaten Bantul 2021  untuk  pekerjaan di 103 wilayah  se Bantul mulai dapat dirasakan  manfaatnya oleh masyarakat.

Seperti halnya proyek pembangunan talut jalan yang dimulai sejak 25 Agustus  yang saat itu masih gawat – gawatnya orang isoman karena pandemi  di Kalurahan Potorono ternyata program padat karya guliran Pemkab Bantul masih terserap dengan baik oleh warga Mertosanan Kulon.

M. Raharjo ketua kelompok padat karya di wilayah ini saat di mintai penjelasan  wartawan media Pas TV News 9 September 2021 di lokasi proyek Dirinya bersama tim telah melakukan sesuai anjuran seuai dari dinas pekerjaan umum  termasuk HOK, maupun pengerjaannya.

Di tambahkan oleh Raharjo atau akrap di sapa Kang Yoyok, Pengerjaan padat karya ini jelas sangat membantu, bahkan merupakan program yang semua warga mendukung, karena jalan dan akses menuju sawah di  seputar lokasi sebelumya hanya tanah .

Dengan  talut kanan kiri terbangun maka memperlancar para petani dalam menggarap sawah hingga saat mau mengerjakan sawahpun petani bisa langsung gunakan kendaraan ke lokasi. Padat karya ini menggarap 150 meter dengan  lebar jalan 3 meter.

Dengan kedalaman pondasi fariatif terdalam 1,20 cm dan  tinggi pondasi sekitar 60 Cm jelas membutuhkan material yang cukup, kemudian untuk fiishing kata Yoyok  hanya plester atas.  

Sedang ketika ditanya keseimbangan warga dalam mengulurkan lahannya untuk  jalan seluas 3 meter dengan panjang talut 150 meter  Raharjo memperjelas bahwa warga sangat setuju sehingga sekitar 23 orang pemilik lahan merelakan tanahnya untuk akses.

Luasnya di antara yang di pakai fariatif  ada yang panjang dan luas, contoh misalkan panjang 4 meter maka kanan kiri pemilik lahan pemilik lahan separo atau di bagi 2  sehingga panjang dan luas , kalau di hitung tentu ratusan juta namun atas kerelaan warga  yang sangat bagus menjadi daya dorong kami untuk meraih padat karya.

Pengerjaan lancar dan warga  masih akan melanjutkan  pengembangan disisi paling barat kisaran 40 meter lagi dengan biaya swadaya dari para petani  setelah  paket Padat karya 17 September rampung.  Kami sangat berterimakasih atas program yang bermanfaat ini, Paparnya.

Lurah Potorono Prawoto saat dimintai pendapatnya via watshap terkait padat karya, dirinya selaku pemerintah kalurahan Potorono mengaku sangat  gembira wilayahnya tersasar program padat karya tentu ini mengurangi beban Lurah karena banyak warga mengajukan  progam, namun karena keterbatasan keuangan desa maka padat karya jadi solusi terbaik. Semoga lain lokasi program padat karya di masa yang akan datang berlanjut. Nur/ed/ym




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi