Kembali Ke Index Video


Inilah 10 Korban Anak Didik SMPN 1 Turi Yang Meningal Terseret Banjir Sungai Sempor

Senin, 24 Februari 2020 | 12:41 WIB
Dibaca: 776
Inilah 10 Korban Anak Didik SMPN 1 Turi Yang Meningal Terseret  Banjir  Sungai Sempor
TIM KEMANUSIAAN DARI TANGGAP CEPAT

Sleman – media pastvnews.com, seluruh korban tragedi sungai Sempor, Desa Donokerto, Turi  kabupaten Sleman pada hari minggu (23/2) pagi telah ditemukan.

Data dari total 249 siswa SMPN 1 Turi yang hanyut terbawa banjir saat kegiatan susur sungai Sempor,239 dinyatakan selamat, dan sebanyak 10 siswa dinyatakan meninggal dunia, pada hari Minggu (23/2/2020 ).

Fuad, Komandan Disaster Emergency Response (DER) DIY yang melakukan pencairan korban selama dua hari terakhir kepada awak media ini mengungkapkan, “delapan korban telah ditemukan hari pada jum’at dan sabtu, kemudian dua korban terakhir ditemukan hari minggu pagi,” ungkapnya.

Pada minggu (23/2) pukul 05:30 WIB telah ditemukan korban kesembilan, tidak berselang lama pada

Sementara itu pda pukul 07:05 WIB juga telah diketemukan korban kesepuluh. Lebih lanjut menurut Fuad, dua korban terakhir ditemukan di Dam Mantras yang berjarak kurang lebih 400 meter dari titik tempat star kejadian di sungai Sempor, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Fuad.

Adapun kesepuluh korban hanyut sungai sempor diketahui bernama, Sovie Aulia, Arisma Rahmawati, Nur Azizah, Latifa zulfa, Khoirunisa, Evita Putri L, Fanesha dida, Nadine fadila khasanah, Yasinta Bunga,Zahra Imelda.

Kedua korban terakhir yang ditemukan yaitu Yasinta Bunga dan Zahra Imelda kemudian dibawa ke RS Bhayangkara DIY untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut. “Dengan ditemukannya seluruh korban hanyut sungai Sempor operasi SAR Gabungan Sungai Sempor dinyatakan di tutup,” lanjut Fuad.

Sebagai bentuk kepedulian yang mendalam, rencananya dari lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap juga akan memberikan santunan kepada seluruh keluarga korban. “Ini masih dilakukan pendataan secra detail kepada seluruh keluarga korban, harapan dengan bantuan tersebut dapat turut meringankan duka keluarga yang sedang berbelasungkawa,” ujar Kharis Pradana

Kasus tragedi hanyutnya ratusan siswa-siswi SMPN 1 Turi, Sleman ini berawal dari latihan pramuka yang digelar pada Jum’at lalu, dengan kegiatan berupa susur sungai.

Namun secara tiba-tiba dari arah utara sungai terjadi banjir besar dan airnya setinggi 1-2 meter yang kemudian menghanyutkan ratusan peserta susur sungai tersebut hingga 10 anak sekolah ini meninggal dunia. Tim red




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi