Pertegas Sejarah Plakat Cagar Budaya Makam KRT.Sumodiningrat Jejeran Pleret Bantul di Pasang
Minggu, 28 Desember 2025 | 16:37 WIBBantul media pastvnews.com warta sejarah, pembukaan selubung Cagar Budaya Makam KRT Sumodiningrat Kenduri Hadiningrat dan tahlilan di gelar ahad 28 Desember 2025.
Sejarah yang satu ini tidak bisa di belak belokan oleh seseorang atau sekelompok yang berkepertingan pengun tenar, sebab sudah sangat jelas dalam sejarah kerajaan mataram saat perang geger sepehi ada tokoh gugur yang jazatnya dmakamkan di sini, da ini juga tidak ada nama habib siapapun, yang ada adalah berkait dengan dalem kraton Yogya.
Bupati Bantul H.Abdul Abdul Halim Muslih atas nama Pemerintah Kabupaten ini memimpin pemasangan plakat Cagar Budaya di Makam KRT. Sumodiningrat yang ada disebelah barat Masjid Kagungan Dalem Kraton Yogyakarta yang ada di Jejeran Wonokromo Pleret Kabupaten Bantul, Minggu (28/12/2025) hal ini untuk mempertegas dan pelurusan sejarah.
Acara ini juga didahului ritual dengan sebutan Kenduri Haningrat dan selamatan atas diterbitkanya SK Bupati Nomor 667/2025 tentang Struktur Cagar budaya Makam KRT Sumodingrat.
Prosesi ini juga dilengkapii dan didalui dengan pembacaan tahlil dipimpin oleh MB.Ahmad Murtejo selaku Abdi Dalem Pangulon Kraton Yogayakarta
Hadiningrat. Pembacaan doa oleh Imam Besar Masjid Agung Dalem Jejeran Pleret Bantul KH. Jawis Masruri. Sedangkan acara kegiatan pemotongan tumpeng oleh H. Abdul Halim Muslih diberikan kepada salah seorang Juru Kunci Makam di makam tersebut.
Selain itu acara diserambi masjid ini juga dilengkapi dan diwarnai, kemudian penyampaian Kajian Wirid Mataraman tentang sisilah dan sejarah KRT. Sumodingrat.oleh seorang ahli sejarah dan agama dari UIN Suka Yogyakarta Dr. Yaser Arafat.
Setelah sejumlah profesi ritual dilakukan maka usai acara dilanjutkan dengan pemasangan dan pembukaan Selubung Plakat Cagar Budaya Makam KRT. Sumodiningrat dipimpin oleh Bupati H. Abdul Halim Muslih bersama sejumlah Kyai yang juga warga Jejeran diantaranys KH Jawis Masruri dan Arif Irfan SH.Hum.
Hadir pada kesempatan ini para pengurus atau aktivis Paguyuban Songsong Buwono Yogyakarta pejabat dari Kodim, Sat Pol PP Dinas Kebudayaan Bantul.
Menurut Nur Janis Langga Barana (R.Ry Maniro Reksodopiro), kepada awak media mengatakan, acara ini lebih sebagai momentum "penegakan kebenaran sejarah" atas kepahlawanan pada peristiwa 'Geger Sepehi' tahun 1812 dimana saat itu KRT. Sumodiningrat adalah merupakan salah seorang tokoh sentral dalam pertahanan Nagari/Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat.
"Dalam perannya tokoh tersebut sebagai Panglima Utama sekaligus Penasehat Militer Sultan Hamengku Buwono II", kata Janis.
"Tentu makam ini mendapatkan legal standing atas pengakuan secara syah keberadaan makam ini sebagai Cagar Budaya. Dengan terbitnya SK Bupati Bantul ini akan mengakhiri polemik dan kontroversi yang selama ini muncul", ungkap Jenis.
"Sebenarnya kontroversi yang pernah muncul itu bukan hanya sekedar perbedaan akademik. Tetapi Ini juga melibatkan aspek keagamaan,, identitas kultural,.legitimasi sejarah bahkan emosi ribuan para peziarah di situs tersebut.
Terbitnya SK ini dengan sendirinya merupakan verifikasi kebenaran sejarah dan data dokumenter di dalam tradisi lisannya saat hidup di masyarakat", sambung Janis.
Sementara itu, Bupati Bantul H.Abdul Halim Muslih, menyampaikan, pihaknya melakukan dan mengeluarkan SK ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan sejarah yang benar kepada masyarakat dan terutama para generasi muda.
"Kendati.yang dipikirkan dan digarap oleh Pemkab Bantul berbagai macam ada sekitar 26 bidang, namun soal.sejarah dan cmCagar Budaya juga digarap", ungkap Halim
Dikatakan, jangan melupakan sejarah karena suatu bangsa akan hancur jika melupakan sejarah. Upaya Pemkab Bantul terkait Cagar Budaya ini adalah supaya sejarah dapat terjaga dan tidak dilupakan. Sup

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'




