Geger Hotel Senilai 2 Milyar Dugaan Di Tanah Wedi Kengser Kali Boyong Sinduadi Mlati Sleman Milik Siapa, Berizinkah Ke Kraton ?
Kamis, 20 Februari 2025 | 21:08 WIBYogyakarta - pastvnews.com warta lintas hukum Heboh dan menggegerkan. Gedung yang satu ini merupakan bangunan yang berdiri di atas bekas Sungai atau dugaan tanah wedi kenser dimana lokasi ini semula merupakan dan masuk kawasan kali saluran boyong.
Demikian dikatakan oleh banyak warga di RT 21 dan RT lainnya di Pogung Rejo Sinduadi Mlati Sleman kepada sejumlah wartawan 18 februari 2025.
Lebih lanjut warga yang telah menempati lokasi seperti bapak PN, WD,dan RS menjelaskan bahwa.
Kami sudah menempati lokasi sejak tahun 1980 an dan waktu itu lokasi ini masih kosong atau grumbul kali boyong. Ungkapnya. Kami juga membayar pajak PBB namun juga membayar sewa tanah ini ke desa Sinduadi.
Besarnya Fariatif, puluhan ribu hingga ratusan ribu bahkan ada yang 5 jutaan dibayarkan ke desa ini buktinya, papar warga. Sebelum ada pertemuan dengan warga dan dengan salah satu keluarga Kraton Yogya, Sejumlah awak media sebelumnya telah mendapat informasi dan data mengkait lokasi tanah dan pungatan atas tanah dan pajak di wilayah tersebut.
Di tambahkan warga untuk penentuan besaran sewa maka beberapa hari yang lalu warga sudah mendapat tagihan kembali, Namun salah satu warga kaget karena ada yang diminta membayar 5 juta setelah tanah dilihat dengan pesawat dron dengan dalih mengukur luasan lahan, namun karena jumlahnya besar maka belum diberikan, ujarnya.
Sementara itu warga yang sempat mengikuti pertemuan dengan salah satu kerabat dalem Kraton Yogya, RM. Asning mereka meminta informasi terkait pajak yang benar itu yang mana.
Sebab warga itu setiap tahun membayar 2 kali, sedang apabila telat maka akan di usir atau mendapat intimidasi, kata wd dia mengulang perkataan RT setempat di iyakan warga lainnya.
Membayar sewa ke tanah wedi kengser ke Desa sangat diharuskan selain juga membayar dengan bukti PBB seperti pada umumnya.
Atas pertanyaan tersebut. Asning menjelaskan, pajak yang resmi itu PBB dan jika desa menyewakan maka harus ada peraturan kalurahan dan palilah atau izin dari kraton apalagi tanah itu Sultan Ground.
Saya menyarankan warga penghuni pengguna SG atau wedi kengser untuk meminta kekancingan di Panitikismo kraton Yogya disana akan di layani, tandasnya.
Sementara itu Dugaan gedung hotel megah berlantai 4 tersebut memiliki sekira 18 kamar dan diduga bangunan tersebut ada di tanah wedi kengser hal ini merujuk fakta lokasi tebing sisi timur sungai saat ini merupakan bagian dari kali.
Selain faktnya warga di daerah tersebut membayar sewa tanah ke Kalurahan setempat dengan di berikan Bukti Kas Masuk dari warga pemakai tanah tersebut, sedang tanah yang dirikan gedung megah tersebut tanahnya bergandengan dengan tanah yang sama dan di pajaki oleh warga setempat.
Kemudian warga juga mengungkapkan gedung bertingkat itu dibangun di zaman lurah DM kemudian hotel ini dibeli oleh petinggi Desa, SN senilai 2 milyar.
Desas desusnya atau informasi yang beredar dugaan warga, bahwa separo tanah milik wedi kengser sedang separoh SHM yang sudah dibeli oleh pemilik. Pasca dibeli lantas tingkatnya ditambah oleh pemilik baru ‘ ungkap mereka.
Tanah Kas Desa atau Sultan Ground atas adanya UU keistimewaan DIY memang di catat serta diawasi secara ketat oleh Pemda DIY.
Apalagi banyak kasus penyalahan TKD di DIY dan kabupaten Sleman hingga masuk di ranah meja hijau pengadilan tindak pidana korupsi hingga ada sejumlah lurah perangkat, desa difonis dalam Tipikor karena penyalah gunaan wewenang dan masuk penjara. Tim red

Video Terkait
- Ada Kejanggalan Tuntutan Lurah Nonaktif Kasidi Tinggi PH Muslim Murjianto Siapkan Nota Pembelaan
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'




