Senator Gus Hilmy Desak Pemerintah Prabowo Tolak Bebas Terbang Pesawat Militer AS Lintasi langit Indonesia Bahaya Itu
Selasa, 14 April 2026 | 21:07 WIBYogyakarta – pastvnews.com, warta nasional kabar yang satu ini baru vital dan menghebohkan jagat Indonesia bahkan mungkin luar negri sebab ada hembusan pesawat AS, bebas lewati langit Indonesia, jika ini benar maka Indonesia tidak memiliki kedaulatan udara dan membahayakan.
Atas kabar beredar ini maka banyak pihak pada angkat bicara, seperti halnya Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr, Hilmy Muhammad, M.A., Tegaskan bahwa wacana pemberian akses bebas bagi pesawat militer Amerika Serikat ke wilayah Indonesia bertentangan dengan prinsip dasar politik luar negeri Indonesia.
INDONESIA MENERAPKAN PERDAMAIAN ABADI
“Indonesia berdiri di atas amanat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Karena itu, Indonesia tidak boleh membuka ruang, jalur, atau fasilitas bagi kekuatan militer negara mana pun yang terlibat dalam agresi dan penjajahan,” tegas anggota Komite II DPD RI tersebut melalui keterangan tertulis, Selasa (14/4/26).
Menurut Gus Hilmy, sapaan akrabnya, meski Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI menyebut pembahasan itu belum final, publik tetap berhak menyampaikan penolakan sejak awal.
Sebab katanya, isu ini menyangkut arah politik luar negeri Indonesia dan posisi moral bangsa di tengah konflik global.
KITA BERHAK MENOLAK
“Kita berhak bersuara, berhak menolak ! Bagaimana mungkin kita memberi laluan kepada pihak yang dalam banyak konflik justru tampil sebagai pendukung agresi? Indonesia tidak boleh berubah dari negara yang membela kemerdekaan bangsa-bangsa menjadi negara yang mempermudah langkah agresor.
Berteman dengan agresor berarti ikut memikul tanggung jawab moral atas agresi itu,” ujarnya.
Ia juga menilai, bila Indonesia memberi akses khusus kepada pesawat militer Amerika, maka Indonesia akan kehilangan posisi netral dan berisiko dipandang berpihak dalam konflik internasional.
“Politik bebas aktif bukan berarti membuka pintu bagi semua kekuatan militer asing. Bebas aktif berarti Indonesia bebas menentukan sikap, dan aktif membela perdamaian. Jika akses itu diberikan, Indonesia justru sedang menjauh dari prinsip bebas aktif,” tegas Gus Hilmy.
Senator asal D.I. Yogyakarta tersebut juga menyoroti arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump.
Menurutnya, pendekatan yang dipakai Washington selama ini menunjukkan kecenderungan menggunakan kekuatan militer dan tekanan politik untuk memaksakan kepentingannya di berbagai kawasan.
INDONESIA JAGA JARAK
Dalam situasi seperti itu, Indonesia justru harus menjaga jarak dan memperkuat posisi sebagai negara yang berpihak pada perdamaian dan kemerdekaan bangsa-bangsa.
“Pemerintah Amerika Serikat di bawah Donald Trump justru makin sering menunjukkan sikap sepihak dalam politik internasional.
Dukungan terhadap agresi Israel, ancaman terhadap negara lain, dan penggunaan tekanan militer sebagai alat diplomasi menunjukkan bahwa Amerika tidak sedang datang membawa perdamaian.
Karena itu, Indonesia tidak boleh memberi perlakuan istimewa kepada negara yang berulang kali menempatkan kekuatan militer di atas hukum dan keadilan,” kata Gus Hilmy.
JANGAN TERKECOH DENGAN KEPENTINGAN NEGARA LAIN
Di sisi lain, Gus Hilmy menilai bahwa sikap Pemerintah Indonesia tidak boleh goyah oleh tekanan atau kepentingan negara besar. Indonesia memiliki sejarah panjang melawan penjajahan.
Karena itu, pemerintah harus menempatkan kepentingan nasional dan amanat konstitusi di atas kepentingan negara lain.
“Donald Trump berkali-kali menunjukkan bahwa kepentingan Amerika ditempatkan di atas kepentingan dunia.
BERBAHAYA
Cara pandang seperti itu berbahaya jika diikuti atau difasilitasi oleh Indonesia. Kita tidak boleh tunduk pada tekanan negara besar. Kita harus berdiri di atas kepentingan nasional dan amanat konstitusi.
Indonesia bukan negara satelit Amerika, dan wilayah kita tidak boleh dipakai untuk melayani agenda militer mereka,” tegas Gus Hilmy.
Ketua Bidang Ukhuwah Majelis Ulama Indonensia (MUI) DIY tersebut juga mengingatkan bahwa sejarah Indonesia dibangun dari pengalaman dijajah. Karena itu, Indonesia semestinya memiliki kepekaan lebih tinggi terhadap segala bentuk kolonialisme dan agresi.
JANGAN TERLIBAT
“Bangsa ini lahir dari perlawanan terhadap penjajahan. Sangat ironis jika sekarang kita justru menyediakan fasilitas bagi negara yang terlibat dalam berbagai operasi militer terhadap bangsa lain.
Pembukaan UUD 1945 jelas menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Amanat itu tidak boleh ditawar,” tegasnya.
Hilmy tegas, meminta pemerintah terbuka kepada publik mengenai isi pembahasan tersebut dan memastikan tidak ada perjanjian apa pun yang memberi hak istimewa kepada militer asing di wilayah Indonesia.
“Pemerintah harus menghentikan pembahasan ini. Jangan sampai Indonesia masuk terlalu jauh, lalu sulit menarik diri.
Kedaulatan wilayah udara Indonesia tidak boleh dinegosiasikan. Indonesia harus tetap berdiri di pihak perdamaian, bukan di pihak agresi,” pungkas Gus Hilmy.’ Sp

Video Terkait
- Halal Bil Halal Syawalan 2026 Ponpes Sekaligus Pelepasan Calhaj Kbihu Hajar Aswad
- Abdi Dalem Kraton Yogya Halal Bilhalal 2026 Dirumdin Wabup Bantul
- Tipikor Tkd ‘Iksanudin TPK Srimulyo Piyungan ‘Pelunasan Rumah Gamelan Pakai Uang Hutangan ‘Gesti Janti ‘Pemanfatan Tkd Tak Ada Izin Gubernur
- Pererat Sinergi Bakesbangpol Banyuwangi Adakan Forum Pemberdayaan Ormas Dan Organisasi Media
- Tiga Remaja Jadi Korban Tindak Pidana Kejahatan Jalanan Di Banguntapan
- Halal Bihalal 2026 Moment Mengawali Kerja Pengurus DPD PWMOI Banyuwangi
- KANTIBMAS SELAMA PASKAH BANTUL 2026 KONDUSIF
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'









