Gus Hilmy ‘Trump Amerika Pasang Jebakan Betmen ke Iran, RI Jangan Terjebak Perangkap
Jumat, 30 Januari 2026 | 18:12 WIBYogyakarta warta nasional, Senator Indonesia sekaligus anggota Dewan Perwakilan Daerah RI, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. menilai pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam Iran karena menolak negosiasi.
Lebih lanjut di paparkan Amerika sebagai bentuk politik luar negerinya agresif yang menutup kegagalan internal Amerika itu sendiri.
Menurut Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tersebut, Presiden Trump mengubah bahasa demokrasi dan hak asasi manusia menjadi alat intimidasi.
Nilai dijadikan slogan, Kekerasan dijadikan metode. Amerika", kata pria yang akrab disapa Gus Hilmy tersebut, negara itu justru sedang berada dalam kondisi rapuh. Polarisasi politik ekstrem, kekerasan senjata, krisis narkoba, dan kesenjangan ekonomi memburuk secara drastis
“Ini bukan kepemimpinan global, tetapi Ini pelarian. Trump menutup kegagalan domestik dengan ancaman ke luar negeri.
Negara yang kehilangan kepercayaan diri selalu memilih musuh eksternal.
Cara ini tua, berbahaya, dan keterlaluan. Di sisi lain, rencana penyerangan sepihak yang dilakukan Amerika ke Iran kian memperjelas ketidakberdayaan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)," ujarnya seperti dalam keterangan tertulis, Kamis (29/01/2026).
Ditegaskan, dalam banyak kasus besar, PBB gagal memainkan peran strategis.
Konflik Gaza, perang Ukraina, penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, hingga berbagai intervensi kekuatan militer menunjukkan lembaga itu semakin kehilangan relevansi.
Ketika perang dan penculikan kepala negara bisa terjadi tanpa konsekuensi internasional, itu tanda sistem alarm global sudah sangat rusak.
PBB tidak lagi menjadi penengah, hanya penonton dan hanya simbol.
Tidak lagi menjadi penjamin keadilan global yang Nyata- nyata PBB sudah tidak relevan sama sekali.
Dunia butuh arsitektur perdamaian baru yang lebih segar dan tidak dikuasai segelintir negara kuat,” tegas Senator Indonesia asal D.I. Yogyakarta itu.
Situasi ini, menurut Gus Hilmy, sangat berbahaya bagi negara berkembang.
Dunia bergerak menuju politik blok yang kasar, dimana kekuatan militer dan ekonomi menjadi penentu tunggal.
Negara-negara kecil dan menengah hanya dijadikan alat legitimasi. Dalam konteks Gaza, Gus Hilmy menyampaikan kritik keras terhadap inisiatif perdamaian yang dipelopori Amerika tanpa struktur multilateral yang adil.
Menurutnya, keterlibatan Indonesia dalam skema seperti itu berisiko merusak posisi moral Indonesia selama ini telah terbangun.
“Indonesia dikenal konsisten membela Palestina. Tetapi jika masuk dalam geng yang tidak netral, posisi itu Indonesia bisa runtuh di mata dunia
Perdamaian yang dirancang oleh pihak yang berpihak tidak akan melahirkan keadilan.
Skema perdamaian yang tidak memberi ruang bagi Palestina untuk menentukan masa depannya sendiri itu hanya akan memperpanjang ketergantungan dan konflik.” tandasnya.
Hilmy juga meminta kepada pemerintah Indonesia untuk bersikap lebih hati-hati. Dia juga mempertanyakan keterlibatan Indonesia dalam kelompok inisiatif perdamaian yang dipelopori Amerika tanpa mandat dan peran jelas dari PBB tak akan ada hasilnya.
“Indonesia perlu berpikir ulang. Ketika tidak ada campur tangan PBB, kita patut curiga. Ada agenda apa sebenarnya.
Keadilan Palestina tidak akan lahir dari skema yang berat sebelah. Keadilan tidak lahir dari belas kasihan negara kuat. Keadilan lahir dari pengakuan setara.
Jika itu tidak ada, yang terjadi hanya pengelolaan konflik, bukan penyelesaian,” kata dia.
Gus Hilmy menegaskan, Indonesia tidak boleh terjebak dalam politik blok dan kepentingan geopolitik negara besar.
Prinsip politik luar negeri bebas aktif harus dijaga secara konsisten. “Presiden dan Menteri Luar Negeri perlu menjelaskan secara terbuka apa tujuan Indonesia di Gaza.
Jangan sampai Indonesia ikut mengail di air yang keruh dan kehilangan martabat diplomasi. Indonesia tentu tidak boleh menjadi figuran dalam drama geopolitik,” tegasnya. Sup/tim red

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'


