Kembali Ke Index Video


Banguntapan gelar Musrenbang Fokus Pembangunan Pariwisata, Ekonomi Kreatif Inklusif berkelanjutan

Rabu, 28 Januari 2026 | 19:19 WIB
Dibaca: 18
Banguntapan gelar Musrenbang Fokus Pembangunan Pariwisata, Ekonomi Kreatif Inklusif berkelanjutan
Banguntapan gelar Musrenbang 2026

Banguntapan Bantul media pastvnews.com, Suasana Musrembang Kapanewon Banguntapan Bantul Kapanewon Banguntapan Kabupaten Bantul menggelar musyarah rencana pembabgunan (Musrenbang)

 

untuk pelaksanaan 2027 yang berfokus pada pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif yang inklusif serta berkelanjutan, di pendapa Kecamatan ini, Rabu (28/1/2026).

 

"Ini adalah.komitmen Pemerintah Daerah untuk menyusun rencana kerja yang menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan keadilan sosial dan kelestarian lingkungan", kata Panewu Banguntapan, I. Nyoman Gunarsa S.Psi.M.Psi dalam laporannya.

 

Menurutnya, rincian makna dari komponen utama tema tersebut adalah "Pariwisata Inklusif (Inclusive Tourism). Maknanya bahwa pembangunan pariwisata yang memberikan ruang dan manfaat yang sama bagi seluruh lapisan.

 

Melibatkan warga termasuk kelompok rentan penyandang disabilitas, perempuan, dan masyarakat marjinal), sebagai pelaku aktif dan penerima manfaat ekonomi, bukan sekadar penonton.

 

Pemerataan ekonomi yaitu memastikan hasil dari sektor pariwisata dapat dirasakan hingga ke tingkat desa/kelurahan untuk mengurangi kesenjangan.

 

Aksesibilitas yaitu menciptakan destinasi yang ramah dan dapat dinikmati oleh  semua orang tanpa kecuali. 

 

Pariwisata juga diarahkan berkelanjutan (Sustainable Tourism) yang maknanya adalah pengembangan konsep wisata yang mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan, sosial-budaya, dan ekonomi.

 Antara lain kelestarian lingkungan yang menjaga keindahan alam dan sumber daya agar tetap terjaga untuk generasi mendatang, termasuk pengelolaan sampah dan dekarbonisasi.

 

Selain itu ada ketahanan budaya yang melindungi warisan budaya lokal serta produk kreatif agar tidak tergerus oleh modernisasi pariwisata.

 

Dampak jangka panjangnya fokus pada kualitas kunjungan (kualitas pengalaman) daripada sekadar mengejar jumlah wisatawan secara masif.

 

"Konteks musrenbang ini temanya menjadi kompas bagi penyusunan program kerja agar setiap usulan pembanguna seperti  infrastruktur jalan menuju wisata atau pelatihan SDM kreati harus selaras dengan prinsip keberlanjutan dan inklusivitas tersebut", katanya.

 

Potensi yang harus dikembangkan mencakup keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

 

Beberapa potensi utama yang perlu dikembangkan yaitu stabilitas universal dan infrastruktur.

 

Fasilitas ramah disabilitas dengan membangun infrastruktur yang dapat diakses oleh semua orang, termasuk oleh penyandang disabilitas, lansia, dan anak-anak, guna memberikan peluang yang setara dalam menikmati destinasi wisata.

 

Tentang konektivitas digital melalui

memanfaatkan teknologi untuk mempermudah akses informasi dan manajemen alur wisatawan secara lebih inklusif. Pemberdayaan Masyarakat Lokal (Community-Based Tourism).

 

 Dalam partisipasi aktif melibatkan warga lokal dalam perencanaan, pengelolaan, dan pengambilan keputusan, bukan sekadar menjadi penonton.

 

Ekonomi kreatif untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal melalui UMKM, kerajinan tangan, dan kuliner khas daerah untuk memastikan manfaat ekonomi langsung dirasakan masyarakat sekitar. Sedangkan pelestarian budaya dan lingkungan meliputi keaslian sosial budaya dengan menjadikan warisan budaya dan tradisi agar tetap lestari di tengah perkembangan industri pariwisata.

 

Tentang ekowisata dan konservasi, mengoptimalkan sumber daya alam dengan praktik yang meminimalkan dampak negatif terhadap ekosistem, seperti manajemen sampah dan penggunaan energi terbarukan.

 

Tentang pengembangan Sdm didukung literasi berkelanjutan melalui meningkatkan kapasitas masyarakat dan pelaku usaha melalui pelatihan tentang prinsip pariwisata berkelanjutan dan pelayanan inklusif.

 

Kemitraan strategis dengan cara memperkuat kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat (Public-Private-Community Partnership)

 

untuk menciptakan pasar tenaga kerja yang adil. Contohkan, potensi wisata dan pemberdayaan dimasing-masing kalurahan.

 

Kendala infrastrukturnya mencakup aksesibilitas dan (onektivitas. Selai itu fasilitas umum di destinas. Digital dan energi. Tantangan keberlanjutan dan lingkungan

 

"Kontribusi Banguntapan sepanjang tahun 2025 sebaai peringkat ke 2 penilaian capaian kinerja di TW II /2025. Peringkat ke 2 Penghargaan Bantul Inovasi Wark yaitu GEMPITA.

 

Sebagai produsen data terbaik katagori Kapanewon dan ibu Paud meraih prestasi pula. Sementara itu, Penewu Anom Banguntapan Karyono MT, menyampaikan, jumlah usulan pembagunan untuk tahun 2027 dari Kalurahan Banguntapan,

 

Jambidan, Baturetno, Wirokerten, Jagalan, Singosaren dan Potorono ada sekitar 20 usulan. "Kendati semua usulan diharapkan dapat terealisaikan, namun karena kondusi anggaran kini sedang sulit dan terbatas, maka dimungkinkan terpaksa diambill langkah selektif dan sekala prioritas", katanya.

 

Pada kesempatan sama, Ketua Tim dari Pemkab Bantul, Sri Nuryantoi M.SI, menyampaikan pembangunan  di tahun 2027 di Bantul salah satunya fokusnya guna mendukung mengatasi pengangguran.

 

Pada kesempatan ini Musrenbang juga dihadiri oleh sejunlah Anggota DPRD Bantul seorang diantaranya Nur Yuni Astuti SE. MM. Disela acara ini ia menyatakan, pihaknya akan mengawal agar pembangunan dapat terealisasi dengan baik.

 

"Untuk mendukung itu, saya akan mengawal dan melobi dana anggaran di OPD. Selain itu juga melobi dana melalui para anggota DPRD DIY dan DPR RI untuk pembangunan", kata Nur Yuni.

 

Pada kesempatan kali ini Musrembang ini diwarnai pemberian penghargaan tertentu dari Pemerintah Kapanewon Banguntapan kepada pihak tertentu yang berprestasi. Sup




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi