Sri Sultan HB X Bicara Soal Maraknya Tambang Ilegal ‘Tetapi Penambang Tetap Nekat Dan Cuekin Sultan ‘Penambang Malah Makin Kenceng ‘Benyamin Sudarmadi IKG Lha Walhi Kemana ?
Kamis, 11 Juli 2024 | 22:11 WIBGunungkidul media pastvnews.com, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X angkat bicara soal marak dan munculnya tambang urug untuk jalan tol Yogya Solo terutama penambangan di kapanewon Gedangsari Kalurahan Serut.
Kepada sejumlah awak media Sultan meminta agar tambang-tambang ilegal tersebut ditutup saja. “Ya, kan kemarin sudah diintruksikan (aktivitas tambang berhenti), yang banyak itu kan ilegal, ya ditutup aja. Kenapa takut ? kata Sultan saat di cegat wartawan untuk di mintai konfirmasi masalah tambang ilegal di DPRD DIY, Senin 8 Juli 2024.
Sri Sultan juga menegaskan, tidak ada aturan larangan aktivitas penambangan di DIY. Meski dem ikian memang ada beberapa lokasi yang tidak diperbolehkan untuk ditambang. Dan salah satunya adalah kawasan karst yang ada di Gunungkidul.
Ya, dilihat dulu, misal di Gunungkidul tambang itu di karst yang jadi bagian kawasan yang tidak boleh ditambang, itu semua ada aturannya. Tandasnya.
Sementara itu Sekretaris Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Beny Suharsono ketika di hampiri wartawan juga mengatakan Pemerintah DIY telah menghentikan sementara aktivitas penambangan.
“Sudah kami minta untuk menghentikan sementara, ungkapnya saat ditemui di komplek Kantor Gubernur DIY Kepatihan, Kota Yogyakarta hari Jumat (5 Juli 2024) yang lalu.
Warga minta galian tambang di Serut, Gunungkidul ditutup Sebelumnya, warga terdampak penambangan berharap pemerintah segera merealisasikan penutupan bekas galian tambang yang berada di dekat rumah di Padukuhan Nglengkong, Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul, DIY.
Terkait hal ini, Sekretaris Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Beny Suharsono mengatakan Pemerintah DIY telah menghentikan sementara aktivitas penambangan. “Sudah kami minta untuk menghentikan sementara,” ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Jumat 5 juli 2024.
Ia juga menyebut, penambang itu seharusnya menjamin keselamatan warga yang terdampak adanya penambangan.
Disinggung mengkait warga serut yang menuntut penutupan area tambang, hal itu merupakan tanggung jawab para penambang.tutupnya.
Terpantau oleh awak media ini lokasi tambang di rejosari timur sendang 2 hari ini sepi truk karena pindah di sisi penambangan Rejosari RT 24.
Atas perkembangan ini sejumlah alat ada yang di angkut keluar dari lokasi tambang dan berhenti sejenak karena armada pindah kesana. Bahkan pemasok alat berat berkunjung ke sejumlah warga dan mendorong tokoh serut untuk demo berkait tambang di RT 24.
Namun ajakan tidak di tanggapi bahkan di gelontori suara deloken dalane rontok mleot kabeh, laporke wae ke presiden atau yang lainnya kata mbok giyem bukan nama sebenarnya, ketika memberikan info tanggal 11 juli 2024.
Tokoh masyarakat IKG Gunungkidul ‘Benyamin Sudarmadi ketika di mintai pendapatnya. Mengatakan tambang ilegal membuat saya ingin tahu sehingga 2 Juli 2024 yang lalu saya menyaksikan kerusakan alamnya. Seharusnya walhi itu menyelamat bumi hijau Gunungkidul atau wilayah hijau Gunungkidul yang keperuntukannya bukan untuk wilayah pertambangan. Lhah walhi kemana tanya Benyamin.
Nah karena bukan wilayah pertambangan maka lingkungan dan warga sangat berdampak satu di antaranya adalah mas Fajar Eko Nugroho yang terkena dampak langsung di tambang urug untuk jalan tol di padukuhan nglengkong Serut.
kata Benyamin yang menyampaikan Dirinya tak ada kepentingan politik apapun dalam kontek ini karena inginnya Gunungkidul tetap menghijau dan subur. Pungkasnya 11 Juli 2024/yn/id/tim red

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'




