Kembali Ke Index Video


Sri Sultan HB X Bicara Soal Maraknya Tambang Ilegal ‘Tetapi Penambang Tetap Nekat Dan Cuekin Sultan ‘Penambang Malah Makin Kenceng ‘Benyamin Sudarmadi IKG Lha Walhi Kemana ?

Kamis, 11 Juli 2024 | 22:11 WIB
Dibaca: 443
SULTAN HB X ANGKAT BICARA SOAL TAMBANG ILEGAL TUTUP AJA SIAP TAKUT

Gunungkidul media pastvnews.com, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X angkat bicara soal marak dan munculnya tambang urug untuk jalan tol Yogya Solo terutama penambangan di  kapanewon  Gedangsari  Kalurahan Serut.

Kepada sejumlah awak media Sultan meminta agar tambang-tambang ilegal tersebut ditutup saja. “Ya, kan kemarin sudah diintruksikan (aktivitas tambang berhenti), yang banyak itu kan ilegal, ya ditutup aja. Kenapa takut ? kata Sultan saat di cegat wartawan untuk di mintai konfirmasi masalah tambang ilegal di DPRD DIY, Senin 8 Juli 2024.

Sri Sultan juga menegaskan, tidak ada aturan larangan aktivitas penambangan di DIY. Meski dem ikian memang ada beberapa lokasi yang tidak diperbolehkan untuk ditambang. Dan  salah satunya adalah kawasan karst yang ada di Gunungkidul.

Ya, dilihat dulu, misal di Gunungkidul tambang itu di karst yang jadi bagian kawasan yang tidak boleh ditambang, itu semua ada aturannya. Tandasnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Beny Suharsono ketika  di hampiri wartawan juga mengatakan Pemerintah DIY telah menghentikan sementara aktivitas penambangan.

“Sudah kami minta untuk menghentikan sementara, ungkapnya saat ditemui di komplek Kantor Gubernur DIY Kepatihan, Kota Yogyakarta hari Jumat (5 Juli 2024) yang lalu.

Warga minta galian tambang di Serut, Gunungkidul ditutup Sebelumnya, warga terdampak penambangan berharap pemerintah segera merealisasikan penutupan bekas galian tambang yang berada di dekat rumah di Padukuhan Nglengkong, Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul, DIY.

Terkait hal ini, Sekretaris Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Beny Suharsono mengatakan Pemerintah DIY telah menghentikan sementara aktivitas penambangan. “Sudah kami minta untuk menghentikan sementara,” ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Jumat 5 juli 2024.

Ia juga menyebut, penambang itu seharusnya menjamin keselamatan warga yang terdampak adanya penambangan. 

Disinggung  mengkait warga serut yang menuntut penutupan area tambang, hal itu merupakan tanggung jawab para penambang.tutupnya.

Terpantau oleh awak media ini lokasi tambang di rejosari timur sendang 2 hari ini sepi truk karena pindah di sisi penambangan  Rejosari RT 24.

Atas perkembangan ini sejumlah alat ada yang di angkut keluar dari lokasi tambang dan berhenti sejenak karena armada pindah kesana. Bahkan pemasok alat berat berkunjung ke sejumlah warga dan mendorong tokoh serut untuk demo berkait tambang di RT 24.

Namun ajakan tidak di tanggapi bahkan di gelontori suara deloken dalane rontok mleot  kabeh, laporke wae ke presiden atau yang lainnya kata mbok giyem bukan nama sebenarnya, ketika memberikan info tanggal 11 juli 2024.

Tokoh masyarakat IKG Gunungkidul ‘Benyamin Sudarmadi ketika di mintai pendapatnya. Mengatakan tambang ilegal membuat saya ingin tahu sehingga 2 Juli 2024 yang lalu saya menyaksikan kerusakan alamnya. Seharusnya walhi itu menyelamat bumi hijau Gunungkidul atau wilayah hijau Gunungkidul yang keperuntukannya  bukan untuk wilayah pertambangan. Lhah walhi kemana tanya Benyamin.

Nah karena bukan wilayah pertambangan maka lingkungan dan warga sangat berdampak satu di antaranya adalah mas Fajar Eko Nugroho yang terkena dampak langsung di tambang  urug untuk jalan tol di padukuhan nglengkong Serut.

kata Benyamin yang menyampaikan Dirinya tak ada kepentingan politik apapun dalam kontek ini karena inginnya Gunungkidul tetap menghijau dan subur. Pungkasnya 11 Juli 2024/yn/id/tim red




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi