Kembali Ke Index Video


Sejumlah Warga Kayoman Serut Gunungkidul Musim Hujan Kekurangan Air

Kamis, 10 Desember 2020 | 07:03 WIB
Dibaca: 863
Sejumlah Warga Kayoman Serut Gunungkidul Musim Hujan Kekurangan Air
WARGA GENDONG ANKAN GENDONG JIRIGEN UNTUK AMBIL AIR

Gunungkidul – Media Pastvnews.com, kabar kekurangan air yang ini juga menjadi perhatian umum  pasca pilkada. Sementara itu  kabar masih ramai  memperbincangkan masyarakat karena jago pemenang Bupati Gunungkidul muncul.

Kisah kehidupan sehari hari warga Dusun Kayoman, Desa Serut, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul terenus oleh media pasalnya meski telah memasuki musim penghujan sejak November lalu warga Dusun Kayoman masih kesulitan air bersih.

Ternyata kondisi seperti ini telah berjalan hingga berpuluh-puluh tahun samapai saat ini masyarakat di Padukuhan yang memiliki topografi berbukit  tidak memiliki instalasi air yang memadai atau mempunyai sumur yang cukup untuk mempung air terutama saat saat kemarau tiba.

Kondisi tersebut seperti yang diceritakan Bu Sisri, kepada awak media pastvnews.com, Rabu 9 Desember 2020  mengatakan dirinya sudah lebih 50 tahun beliau tinggal di Dusun Kayoman, setiap hari untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari Bu Sri rela mengambil air 5-6 kali sehari dengan berbekal derigen dan gentong.

Lebih tragis lagi ketika musim kemarau, sumur galian satu-satunya yang terletak di Sendang setempat sudah pasti mengering.

Akhirnya mencari air warga berbodong-bondong harus mengambil air di Sumur Sendang lain yang jauhnya 1 kilometer, tentu itu mereka lalui dengan berjalan kaki bahkan harus mengantri dari jam 2 sampai 3 dinihari.

Seperti yang diceritakan Pak Tugiyo, ia adalah seorang buruh tidak tetap di Dusun Kayoman, biasanya kalau sudah sulit air ia akan mengantri dari jam 2 dinihari untuk mengantri mendapatkan air untuk di isi di Jerigen yang beliau bawa.

“Ya sebenarnya juga takut, tapi namanya juga butuh air, namanya malam gelap, takut ada apa-apa, tahu-tahu ada ular atau apa kan gak kelihatan,” ungkap Tugiyo.

Alternatif lain sebenarnya ada untuk memenuhui kebutuhan air bersih Warga Kayoman yaitu dengan membeli air dari truk tangki, namun karena rata-rata ekonomi warga adalah masyarakat prasejahtera, beli air dengan harga 300 ribu per tangki, merupakan harga yang tidak bisa dijangkau warga.

Beli darimana mas, untuk makan saja susah,” ungkap Tugiyo Warga Dusun Kayoman.Tim Red/Dinact




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi