Kembali Ke Index Video


Sapi Trah Peranakan Ongole Dilirik Untuk Hewan Qurban Istana

Kamis, 22 Juni 2023 | 15:39 WIB
Dibaca: 561
Sapi Trah Peranakan Ongole  Dilirik  Untuk  Hewan Qurban Istana
Hewan kurban sapi jenis peranakan ongole ( PO) yang diikutkan seleksi sebagai hewan kurban untuk Presiden

Sleman - Pastvnews.com  Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Pejabat dari TPID Sleman, Satgas Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perindag dan Dinas Perekonomian melakukan pemantauan hewan korban di Kandang Kelompok  Ternak Sapi Mekar Sari Tlogoadi, Mlati Sleman. Selasa 20 Juni 2023.

 

Pemantauan terhadap hewan korban penting dilakukan untuk memastikan kesehatan hewan kurban di Sleman. Sehingga yang disembelih nanti kondisinya benar- benar sehat dan layak sesuai dengan syariat.

 

Bupati Sleman, Hj. Kustini menyampaikan ketersediaan sapi, kambing dan domba di Sleman belum mencukupi kebutuhan hewan kurban 2023. Kondisi tersebut membuat harga hewan kurban terutama sapi, melambung tinggi.

 

Kenaikan harga hewan kurban salah satunya dipicu oleh tingginya kebutuhan sapi di Sleman menjelang Hari Raya Idul Adha 2023 yang melampaui ketersediaan.

 

Untuk mencukupi kebutuhan tersebut kita akan mendatangkan hewan dari luar daerah, terutama Bali,” tuturnya.

 

Lanjutnya,  Bupati menjelaskan, kebutuhan hewan kurban di Sleman pada 2023 yakni sapi 9.150 ekor, kambing 2.500 ekor dan domba 9.700 ekor. Sedangkan ketersediaan sapi 3.690 ekor, kambing 2.118 ekor dan domba 5.845 ekor.

 

Dengan selisih tersebut,  maka Sleman perlu menambah kekurangan masing-masing sapi 5.460 ekor, kambing 382 ekor dan domba 3.855 ekor.

 

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemkab Sleman harus mendatangkannya dari luar Sleman, jelasnya.

 

Pada kesempatan itu, Pengelola Kandang Kelompok Ternak Sapi Mekar Sari, Beni Wibowo mengatakan menjelang Idul Adha 2023 ini kelompoknya hanya mampu menyediakan  sekitar 75 ekor sapi, dan seluruhnya telah dipesan oleh jemaah dengan harga antara Rp 22 - 94 juta.

 

Keterbatasan tersebut karena kandang kelompok memang tidak diperbolehkan mendatangkan sapi dari luar daerah.

 

Menurutnya,  di tengah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD), tidak mempengaruhi penjualan sapi untuk hewan kurban. Meski demikian ia tidak menampik kenyataan jumlah permintaan memang menurun dibandingkan tahun 2022.

 

“Tetap banyak yang ingin kurban sapi, meski tidak sebanyak tahun lalu karena orang mungkin takut oleh wabah penyakit PMK dan LSD tersebut,” ungkapnya.

 

ia memastikan, di bawah pengawasan intens dari petugas kesehatan maka  semua hewan yang dikelola Mekar Sari seluruhnya terbebas dari penyakit tersebut.

 

Ia memamerkan salah satu sapi jenis Peranakan Ongole (PO) di kandang kelompok ini sedang mengikuti seleksi sebagai hewan kurban untuk Presidan “Tinggal menunggu hasil pemeriksaan kesehatannya dari laboratorium,” terangnya.

 

Usai  melakukan pemantauan di Kelompok Kandang Sapi Mekar Sari,  bupati beserta rombongan  melanjutkan pemantauan ke  Pasar Hewan Ambarketawang dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di wilayah Kapanewon Gamping Sleman. (Mar)




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi