Peralihan Musim Pancaroba Warga Sleman Perlu Waspadai Terhadapat Cuaca Ekstrem
Senin, 4 April 2022 | 09:38 WIBSLEMAN- media Pastvnews.com –warta daerah, seluruh Wilayah DIY termasuk Kabupaten Sleman saat ini masuk dalam periode musim peralihan pancaroba yang diperkirakan berlansung antara bulan Maret- Mei 2022.
Yang perlu kita waspadai adalah di musim ini terdapat peningkatan potensi terjadinya bencana hidro meteorologi atau cuaca ekstrim seperti hujan Es, angin kencang puting beliung beserta hujan lebat yang muncul pada saat musim peralihan atau pancaroba.
Wilayah Kabupaten Sleman termasuk area yang dilanda cuaca Ekstrem, karena lokasi Sleman yang berada di lereng Gunung Merapi menjadikanya sebagai wilayah yang mendukung untuk tumbuh dan berkembangnya, awan konvektif seperti Cumulunimbus.
Awan tersebut akan menimbulkan hujan disertai angin kencang bahkan dapat menimbulkan hujan lebat disertai Es.
Hal tersebut disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta BMKG Warjono, S.Si. M.Kom kepada media dalam Jumpa Pers Jumat 1April 2022 di Ruangan Rapat Sembada Setda Kabupaten Sleman, 1 April 2022.
Kepala BMKG, Warjono mengatakan BMKG telah merilis peringatan dini terhadap cuaca ekstrim disaat musim pancaroba.
Awan konvektif lebih banyak di masa pancaroba, awan yang berada disebelah kanan dan kiri Gunung Merapi, bersifat sangat ekstrim lalu tertiup angin dan memasuki wilayah Sleman.
Kondisi Sleman yang didominasi oleh perkotaan yang suhunya lebih sehingga tekanan udaranya lebih tinggi awan konvektif yang masuk akan menimbulkan hujan beserta angin kencang dan bisa terjadi hujan es, jelas Warjono.
Di musim pancaroba ini akan bertiup kencang ditambah dengan hujan lebat yang berdurasi pendek namun disertai dengan angin serta petir.
Di Sleman berimbas pada ketidakmampuan selokan atau irigasi untuk menampung debit air hujan hal ini yang, kemudian menyebabkan munculnya genangan air walaupun sifatnya tidak lama.
Yang perlu kita waspadai ketika melihat ciri - ciri seperti itu umumnya cenderung akan membawa angin kencang kemudian hujannya juga lebat namun tidak lama.
Pada kesempatan itu Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan, S.TP.MT menjelaskan bahwa cuaca ekstrim ini juga menimbulkan banjir, penyebanya adalah curah hujan yang sangat tinggi, namun terdapat pembendungan di bagian hilir sehingga tanggul sungai tidak mampu menampung debit air yang terus bertambah, jelas Makwan.
Hal ini kemudian menyebabkan banjir yang mengenangi 60 hektar sawah serta perkampungan warga, seperti yang terjadi di Prambanan beberapa hari yang lalu.
Makwan mengatakan diawal - awal aliranya lancar namun setelah ada rumpun bambu yang ada, ditepi sungai kemudian hujan deras dan rumpun bambu tersebut ambruk atau lonsor.
Kemudian menutupi aliran sungai yang menimbulkan pembendungan di hilir akibat dari rumpun bambu yang, terjadi adalah kenaikan permukiman air.
Karena hujan deras dan ada pembendungan di hilir sehingga hampir 60 hektar persawahan dan perkampungan tergenang oleh air, tambah Makwan.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Sleman juga telah mempersiapkan diri menghadapi, beragam permasalahan sebagai dampak dari cuaca ekstrim tersebut.
Hal itu di jelaskan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ephiphana Kristiyanti, MM menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan kegiatan penyisiran hingga pemotongan, terhadap pohon perindang yang tumbuh di samping jalan di wilayah Kabupaten Sleman.
Ephi berharap pohon - pohon tersebut nantinya tidak mengganggu masyarakat bila, memasuki musim pancaroba atau cuaca ekstrim lainnya. Mar

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'




