Mbah Yatimin Dlingo Sukses Lakukan Penyulingan Sereh Jadi Pundi Pundi Rupiah
Sabtu, 18 April 2026 | 08:30 WIBDlingo - media pastvnews.com, kali ini update untuk inspirasi bagi kita, mungkin ada di antara anda menganggap pekerjaan yang langka dan dianggap sepele tak menghasilkan,
Namun beda dengan dua pria ini, Dia berhasil mengolah daen sereh yang dianggap tidak menguntungkan dan tidak menarik, di tangan mbah Min dan Suwajji dapat menjadi pundi - pundi rupiah yang amat banyak yang semula remeh justru menakjubkan.
Yatimin (78) dan Suwaji (60) warga Kebo Sungu Dlingo Kapanewon Dlingo Kabupaten Bantul. Keduanya justru tetap semangat menekuni pekerjaannya yang jarang dilakukan oleh orang lain.
Kedua kakakk ini sejak tahun 2007 hingga kini di tempat produksinya yajg ada di dekat rumahnya masih bertahan menekuni pekerjaanya sebagai produsen (tukang penyulingan) daun sere untuk dijadikan produk jadi berupa minyak daun sere yang diberinama Sereh Wangi Shafaluna untuk dipasarkan dan guna mendapatkan keuntungan untuk memenuhi butuhan hidupnya sehari-hari.
"Saya kebetulan pensiunan karyawan Dinas Kehutanan DIY. Pada saat itu memperoleh ilmu tentang mengolah daun sere menjadi minyak sere
wangi. Maka setelah pensiun hingga kini dirinya bersama Suwaji masih semangat menekuni pekerjaan ini. Alhamdulilah ini tetap meguntungkan", tutur Yatimin saat ekspos dinamika bersama Diskominfo Bantul, Rabu (15/4/2026).
Keduany menjelaskan untuk memproduksi l leter minyak daun sere membutuhkan daun seri uang kadar airnya rendah sekitar 100 kg. Waktu penyulinganya dengan cara dikrengseng melalui dipanasi dengan api kayu dengan jedeng. Tungmu jedeng harus hampa udara selama sekitsr 3 jam untuk sekali masak.
Limbahnya sere dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman sere atau yang lainya meskipun bila dijual harganya relatif sangat murah.
Untuk memproduksi satu liter minyak daun sere asli dengan harga jual sekitar Rp.250.000 melalui iine atau langsung ke tempat diantaranya ke Jawa Tengah membutuhkan biaya produksi relatif sedikit karena produsen relatif mudah mendapatkan dan memiliki kayu sebagai bahan bakar.
"Rahasianya tutup tumpu saat digunakan penyulingan harus ditutup benar-benar rapat karena jika tidak rapat maka tak akan berhasil mengeluarkan cairan minyak", katanya.
Tentang bahan baku sere ini didapat dengan cara membeli di warga dengan harga Rp 500 per kg. Daun yang dipanen sudah berumur sekitar 35 hari sehingga sudah tua dan kadar minyaknya bagus.
Kebetulan di sekitar desa Wisata Inovatif ini banyak terdapat lahan tanaman sere dan kayu putih (atsiri,) sehingga bahan baku mudah dan terbukti.
Menurut Sumaryanto, seorang inisiatif Desa Wisara Enovatif Kebo Sungu, di tempat ini juga sering dapat untuk pelatihan pembuaran minyak sere.
Dengan maksud memajukan desa, maka sebenarnya keberadaan usaha ini memperoleh apresiasi dari sejumlah pihak. Salah satunya Almarhun Drs.H. Suharsono yang pada saat itu menjabat sebagai Bupsti Bantul.
Daun sere wangi ini cirikhasnya baunya harus khas rempah, menyengat dan hangat bila digunakan terkena kulit. Salah satu manfaatnya untuk obat kulit gatal juga sebagai obat gosok ‘ungkpanya ‘sp

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'

