Sleman Jadi Tuan Rumah FKY 2026. Perkuat Sinergi Kebudayaan dan Pariwisata
Senin, 14 September 2026 | 20:36 WIBSleman — Pastvnews.com Gelaran Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 resmi dibuka pada Minggu, 13 September 2026. Berlokasi di Lapangan Pemda Sleman,
pembukaan perhelatan kebudayaan tahunan ini dihadiri langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Bupati Sleman, Wakil Bupati Sleman, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-DIY.
Seremoni pembukaan FKY 2026 yang mengusung tema "Aksara" ini dimulai pukul 15.30 WIB menampilkan pertunjukan seni kolaborasi memukau dari Pulung Dance Studio, Praba Sambada Kabupaten Sleman, Komunitas CANTRIK Kulon Progo, Paguyuban Seniman Tari Kabupaten Bantul, Forseta Handayani Gunungkidul, hingga YK Reborn DIY.
Usai membuka FKY 2026, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan apresiasi atas persiapan dan pelaksanaan acara yang dinilai sangat matang dan teratur. Beliau berharap kesuksesan awal ini dapat terjaga hingga penutupan serta memantik partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
"Kesan saya sangat baik, tertib, dan persiapannya matang sehingga semuanya berjalan lancar. Semoga sampai akhir acara tetap bagus dan partisipasi publiknya tinggi," ujar Gubernur DIY.
Gubernur DIY juga menyoroti keunikan lokasi acara yang berada di area bernilai sejarah tinggi. Pemilihan lokasi ini dinilai tepat untuk mengingatkan kembali kekayaan sejarah Yogyakarta yang memiliki belasan titik cagar budaya penting sejak era kolonial.
Sementara itu, Bupati Sleman menyatakan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Sleman sebagai pusat penyelenggaraan FKY 2026. Bupati menekankan bahwa keberhasilan agenda budaya membutuhkan kolaborasi kuat dan terintegrasi antara pemerintah kabupaten/kota dan provinsi.
"Saya sangat bersyukur atas kolaborasi yang terbangun antara kabupaten dan provinsi. Ke depan, kita ingin kolaborasi ini tercermin hingga dalam penyusunan APBD agar program-program budaya dan pariwisata semakin terintegrasi dan tematik," tegas Bupati Sleman.
Lebih lanjut, Bupati Sleman menjelaskan bahwa helatan FKY tidak hanya berfungsi sebagai wadah nguri-uri (melestarikan) budaya lokal, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan potensi Sleman secara lebih luas. Kehadiran ribuan pengunjung diyakini memberikan dampak langsung terhadap peningkatan sektor pariwisata serta penguatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM lokal.
Terkait dengan lokasi acara yang menempati area bersejarah, Pemerintah Kabupaten Sleman menyambut positif potensi pengembangannya di masa depan. Meski saat ini masih dalam tahap gagasan awal, terdapat harapan lokasi tersebut dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah baru, seperti museum atau monumen edukatif. (Mar)

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'

