Lukisan Kehidupan Di Desa Ketapang Perayaan 258 Tahun Dalam Harmoni Budaya
Minggu, 30 November 2025 | 21:23 WIBBanyuwangi Jawa Timur PasTvNews.Com - Desa Ketapang, yang bersemi di pesisir Banyuwangi, hari ini merayakan tonggak sejarahnya yang ke-258 dengan sebuah perayaan yang tak hanya meriah, namun juga sarat makna.
Ketapang Festival (KFest), sebuah perhelatan akbar yang telah lama dinanti, mencapai puncaknya dengan karnaval budaya "Ider Bumi," sebuah simfoni visual yang memadukan keindahan tradisi dan semangat gotong royong.
Sejak mentari condong ke barat, tepat pukul 13.00, denyut kehidupan di Ketapang berirama lebih cepat. Karnaval dimulai, mengalirkan energi ke seluruh penjuru desa hingga senja menutup hari pada pukul 18.00.
Delapan kelompok peserta, yang mewakili keragaman setiap RT dan RW, tampil dengan penuh dedikasi, membawa serta cerita dan kearifan lokal yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Slamet Utomo Kepala Desa Ketapang mengungkapkan, "Usia 258 tahun adalah perjalanan panjang yang penuh liku. KFest, dan khususnya karnaval Ider Bumi ini, adalah cara kami merayakan setiap langkah yang telah kami lalui.
Ini adalah wujud syukur atas berkah yang telah dilimpahkan, sekaligus komitmen untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur." ungkap nya Minggu 30/11/2025 Ketapang Banyuwangi
Karnaval Ider Bumi bukan sekadar parade kostum yang gemerlap dan tarian yang memukau. Ia adalah sebuah narasi visual tentang kehidupan masyarakat Ketapang, tentang hubungan harmonis antara manusia dan alam, tentang siklus kehidupan yang terus berputar.
Setiap detail, dari hiasan kepala hingga gerakan tari, mengandung makna filosofis yang dalam, mengajak setiap penonton untuk merenungkan kembali identitas dan jati diri.
Di sepanjang jalan yang dilalui karnaval, masyarakat Ketapang dan para wisatawan berbaur dalam kehangatan. Zulfikar, salah satu warga datang bersama keluarganya mengatakan,
"Saya sangat terharu melihat anak-anak muda dengan bangga mengenakan pakaian adat dan menampilkan tarian tradisional. Ini adalah bukti bahwa budaya kita masih hidup dan terus berkembang." jelasnya pada awak media
KFest sendiri, sebagai sebuah festival yang komprehensif, menawarkan lebih dari sekadar hiburan. Ada pasar rakyat yang menjajakan hasil bumi dan kerajinan lokal, ada pentas seni yang menampilkan bakat-bakat muda Ketapang, dan ada berbagai lomba tradisional yang menguji ketangkasan dan kekompakan.
Semua elemen ini bersatu padu, menciptakan sebuah atmosfer perayaan yang tak terlupakan, mengukuhkan Ketapang sebagai desa yang kaya akan budaya dan potensi.
Dengan berakhirnya karnaval Ider Bumi, KFest tahun ini mencapai klimaksnya. Namun, semangat perayaan dan kebersamaan akan terus membara dalam hati setiap warga Ketapang, menjadi modal berharga untuk menatap masa depan dengan optimisme dan keyakinan. Ketapang, di usia 258 tahun, terus menari, terus bersemi, dan terus menginspirasi. (MSP)

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'




