Leksika penari muda membawa semangat warisan dleluhur ke panggung gandrung sewu
Rabu, 5 November 2025 | 14:36 WIBBanyuwangi Jawa Timur Pastvnews.Com warta daerah, Di bawah langit Banyuwangi yang membentang luas, sebuah desa bernama Bulurejo menyimpan denyut nadi tradisi yang tak pernah padam.
Terletak di Kecamatan Purwoharjo, desa ini bukan hanya dikenal sebagai lumbung seni, tetapi juga sebagai penghasil buah naga berkualitas terbaik di Banyuwangi. Setiap tahun, Bulurejo mengirimkan utusan-utusan terbaiknya ke Festival Gandrung Sewu bukan sekadar penari, melainkan penjaga warisan budaya yang juga mewakili semangat agraris desa.
Ketika ribuan penari Gandrung membanjiri Pantai Boom Banyuwangi menciptakan simfoni gerakan dan warna yang memukau. Di antara mereka, ada para penari muda dari Bulurejo, yang terpilih melalui proses seleksi ketat yang menguji bukan hanya keterampilan, tetapi juga semangat dan dedikasi. Mereka adalah cerminan dari desa yang kaya akan tradisi dan hasil bumi.
Salah seorang penari dari desa Bulurejo Leksika Quinera Erici putri dari pasangan Eri Desi Lestari
Riki Afriyanto berbagi pengalamannya,"Menari di Gandrung Sewu adalah impian saya sejak kecil.
Ini bukan hanya tentang gerakan, tetapi tentang menyampaikan cerita, tentang menghubungkan diri dengan akar budaya kami." tuturnya
Lebih lanjut Leksika menambahkan,"Bagi saya panggung Gandrung Sewu bukan hanya tempat untuk tampil, tetapi juga altar untuk menghormati leluhur, untuk merayakan kehidupan, serta mewakili desa yang subur dan makmur yang memiliki potensi penghasil buah naga yang berkualitas," imbuhnya.
Sedang eksistennua sebagai penari juga dikenal sebagai juara harapan tiga gurit Mangir yang diadakan oleh sanggar Gandrung Arum, mewakili kecamatan Purwoharjo tari rampak celeng.
Kepala Desa Bulurejo Widarto dengan bangga mengungkapkan, "Partisipasi ini adalah wujud nyata dari komitmen kami untuk melestarikan warisan budaya.
Gandrung bukan hanya tarian, tetapi juga identitas, jiwa dari Banyuwangi itu sendiri. Kami juga bangga menjadi salah satu penyedia buah naga terbaik, yang menjadi sumber kehidupan bagi banyak keluarga di desa ini." jelasnya Rabu 05/11/2025 Bulurejo Kecamatan Purwoharjo Banyuwangi
Kata-kata ini bukan sekadar retorika, melainkan janji yang dipegang teguh, sebuah pengakuan bahwa seni dan pertanian adalah napas kehidupan.Proses seleksi di Bulurejo adalah metafora dari perjalanan itu sendiri.
Dimulai dari audisi sederhana yang dilakukan di dusun-dusun, hingga penilaian akhir oleh para tetua seni yang bijaksana, setiap langkah adalah pembelajaran, setiap tantangan adalah kesempatan untuk tumbuh.
Para penari yang terpilih bukan hanya memiliki bakat, tetapi juga semangat yang membara, tekad untuk membawa tradisi ini ke tingkat yang lebih tinggi, serta mengharumkan nama desa Bulurejo sebagai penghasil buah naga unggulan di Banyuwangi
Festival Gandrung Sewu lebih dari sekadar tontonan. Ini adalah perayaan keberagaman, dan sebuah pengingat akan pentingnya menjaga warisan budaya.
Di tengah gemuruh ombak dan alunan musik, kita menemukan diri kita sendiri, terhubung dengan masa lalu, dan merayakan masa depan.
Desa Bulurejo, dengan potensi para penari mudanya dan buah naga berkualitas, adalah bagian tak terpisahkan dari kisah ini, sebuah inspirasi bagi kita semua untuk terus mencintai dan melestarikan budaya serta menghargai hasil bumi kita. (MSP)

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'




