PEMKAB SLEMAN GELAR CREATIVE MEET-UP UPAYA OPTIMALKAN SINERGI PENGEMBANGAN SEKTOR EKONOMI CREATIVE
Kamis, 16 Februari 2023 | 08:22 WIBSleman - Pastvnews.com Sebagai upaya mengoptimalkan sinergitas lintas sektoral terkait pengembangan ekonomi kreatif di Sleman, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pariwisata Sleman selenggarakan Creative Meet-up bersama Bupati Sleman di Gedung Dekranasda Kabupaten Sleman. Pada hari Rabu 15 Februari 2023.
Kegiatan meet-up bersama Bupati Sleman ini dihadiri sejumlah Kepala OPD teknis pengembangan ekonomi kreatif di Sleman dan Komite Ekonomi Kreatif yang merupakan mitra strategis Bupati Sleman dalam menentukan kebijakan pengembangan ekonomi kreatif.
Dalam sambutannya Bupati Sleman Hj. Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor pergerakan ekonomi pasca pandemi.
Hj. Kustini mengatakan adanya pertemuan ini (creative meet-up) menjadi sarana untuk membangun sinergi antara Pemkab Sleman dengan Komite Ekonomi Kreatif untuk menyusun strategi ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman.
"Kami sadari bahwa ekonomi kreatif merupakan sektor potensial yang dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat
Maka dari itu, kegiatan ini (creative meet-up) menjadi wahana untuk bertukar pendapat dan menyatukan langkah dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman," jelasnya.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan dua narasumber lain yaitu Founder & CEO Syafa'at, Andika Dwijatmiko dan Tim Komite Ekonomi Kreatif, Farkhat Fikriyan.
Kegiatan creative meet-up ini dimulai dengan paparan yang disampaikan Andika Dwijatmiko. Dalam paparannya, Ia menjelaskan tentang perlunya Destination Branding Management sebagai strategi menciptakan nilai tambah (value added creation) pada modal yang sudah ada (SDM, budaya, seni, kuliner, alam).
Dengan cara memaksimalkan potensi agar lebih bermanfaat bagi masyarakat dan stake holder wilayah tersebut.
Andika juga menjelaskan bagaimana program destination branding managemen bekerja sebagai platform pemberdayaan, pengembangan dan pemasaran potensi destinasi secara terpadu.
Menurutnya, penerapan program tersebut di Kabupaten Sleman dapat meningkatkan daya saing dan memberikan citra yang spesifik, positif dan unggul yang membedakan Kabupaten Sleman dengan kota lain.
Sementara Farkhat Fikriyan atau yang akrab dipanggil Aan, dalam kesempatan tersebut melakukan review proses Ekonomi Kreatif pada Bidang Riset dan Inovasi yang sudah berjalan.
Aan juga menjelaskan berbagai indikasi akar masalah sekaligus menyampaikan rekomendasi catatan proses Ekonomi Kreatif pada Bidang Riset dan Inovasi.
Kegiatan tersebut berlanjut dengan diskusi antara OPD teknis dengan Komite Ekonomi Kreatif terkait strategi yang akan ditindaklanjuti untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Sleman sekaligus Ketua Tim Komite Ekonomi Kreatif , Ishadi Zayid, SH saat diwawancarai media Pastvnews.com mengatakan diadakannya acara Creative Meet Up termasuk dengan stakeholder dengan Bupati itu diharapkan kolaborasi sinergi SKPD Pengampu Ekonomi Kreatif.
Kemudian kita bergerak bersama- sama dengan KEK maupun dengan Dekranasda sehingga harapannya benar-benar ekonomi kreatif di Sleman sekarang itu 17 sub sektor.
Kemudian ada 3 keunggulan seni animasi, kriya bambu dan dengan pertunjukkan itu jadi benar- benar dapat naik kelas, sehingga nanti bisa menjadi pemicu terkait peningkatan pangsa pasar, terang Zayid.
Zayid menambahkan, dalam waktu dekat akan selalu berkoordinasi twrus dengan SKPD dan OPD lain, Koperasi, Kebudayaan, Disperindag , Kominfo, Pemuda dan Olah Raga, dan dinas- dinas yang lain yang mengampu 17 sub sektor itu.
Untuk bagaimana memadupadankan untuk program dan kegiatan kita sehingga kita bisa bergerak bersama - sama, pungkasnya.(Mar)

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'




