Kisah Tempat Pertarungan Raden Ronggo Dengan Naga Pantai Selatan Disebut Panguntalan Sekarang Menjadi Patalan.
Minggu, 23 November 2025 | 09:17 WIBBantul media pastvnews.com hari jadi Kalurahan Patalan Kapanewon Jetis Bantul yang ke 79 tahun 2025 pemerintah kalurahan melakukan tabur bunga ke makam para pamong yang telah meninggal dunia, di enam tempat selanjutnya peniatua hari jadi menggelar pengajian kamis 20/11/2025 malam
Acara pengajian berlangsung aman lancar dengan Ustad Hasyim Ashari dari Pleret dan dihadiri oleh pejabat dari kapanewon Jetis, Kapolsek,Danramill, Pamong Dukuh dan tokoh masyarakat. Dalam acara tersebut juga dilakukan pemotongan tumpeng dan penjelasan sejarah berdirinya Kalurahan Patalan .
Mengkait asal usul nama Patalan dalam penyampaian riwayat sejarah Lurah Patalan Sayudi Anom Jayadi menjelaskan bahwa Kalurahan Patalan terbentuk dari 5 Kalurahan yaitu klaras lama ,Bakulan,Kategan,Gaduh dan Gerselo bergabung menjadi satu menjadi Kalurahan Patalan
Sang raja mataram tersebut, mempunyai putra yang bernama Raden Ronggo, yang dikernal sangat sakti. tetapi pitra raja tersebut mempunyai watak yang kurang baik karena sering membuat kekisruhan diwilayah dekat pesisir selatan, kata lurah dalam uraian sejarah hari jadi tahun 2025.
Alkisah atas ulah Raden Ronggo, penguasa pantai selatan murka, selanjutnya sang Ratu pantai selatan kemudian mengutus seekor naga besar dan kuat, selanjutanya terjadilan saling tantang antara Raden Ronggo dan naga tersebut, berbekal kesakstian keduanya sepakat untuk bertemu ditengan - tengah antara kerajaan mataram yang berada di Kotagede dan pesisir selatan tepatnya di kalaurahan Patalan sekarang ini .
Setelah keduanya bertemu langsung maka terjadilah pertarungan yang amat sengitt antara raden Ronggo dan Naga utusan Ratu Kidul, dalam pertempuran hebat yang saling gigit maupun serangan lainnya diakhir pertarungan kemenangan di raih oleh Naga Utusan Ratu Kidul, sebab dalam pertarungan sengit dan Raden Tonggo Diuntal (ditelan) pasca kejadian keanehanpun terjadi sebab keduanya justru hilang tanpa jejak.
Atas kabar itu hingga masuk ke kerajaan, maka tempat pertarungan tersebut di sisir para punggawa kraton mataram untuk mencari lokasi peperangan dan raden Ronggo namun hasilnya tak bisa menemukan putra Raja, maka tempat yang semula jadi tempat perjanjian pertemuan Ronggo dan Naga pantai selatan, yang lokasinya pertempuran antara pantai selatan dan kraton kotagede kemudian diberi nama Panguntalan yang sekarang menjadi Patalan.jelas ‘Ki lurah Jayadi.
Dengan penjelasan histori tersebut lurah ini berharap masyarakat bisa tahu tentang awal miula terjadi Kalurahan Patalan " semoga apa yang saya sampaikan tadi bisa menjadi pengingat bahwa nama kalurahan patalan dulunya ada sejarahnya yang panjang" ucapnya Saya berharapa acara peringatan hari jadi tahun mendatang lebih meriah lagi.pungkasnya ‘wag/tim red’

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'





