Jalan Tol Jogja Solo Di Bangun Pengusaha Tambang Tanah Uruk Bermunculan Siapa Yang Untung Dan Siapa Yang Rugi ? Jalan desa Rusak Jalan Kabupaten Bodol
Selasa, 18 Juni 2024 | 00:40 WIBYogyakarta media pastvnews.com. pembangunan jalan tol Jogya Solo memang menarik perhatian publik karena salah satu kebutuhan dalam pembangunan jalan tol itu menggunakan tanah uruk.
Dari sejumlah lokasi yang terdapat penambangan. Di duga kuat masih ilegal belum mengantongi izindan ini terjadi di sejumlah titik seperti di srimulyo piyungan, dayakan, sengir sumberharjo,gayamharjo, padukuhan serut, Nglenkong RT 29 RW 6 Kalurahan Serut.
Pantauan juga ada juga CV Swastika putri tampak nambang di Rejosari dekat sumber sendang di Kalurahan Serut masih eksis. Kemudian untuk di selatan atas padukuhan Rejosari Serut juga telah muncul baru dan hinggga di mutanya kabar ini baru 2 minggu dan kemuculan lain disejumlah titik tambang untuk tanah uruk di watugajah Gedangsari masih beroperasi.
Bahkan pernah tambangan itu juga bermunculan Di Patuk Gunungkidul. Sepertinya para pengusaha tambang ini melakukan petak umpet di mana saat ada operasi gabungan berhenti namun tak ada operasi gabungan kegiatan berjalan.
Pantauan media 15 juni 2024. Penambang tanah uruk untuk jalan tol yang dikelola PT. AMP diprotes. Para penambang termasuk lokasi puser bumi sampang yang mandek. informasi yang dihimpun oleh media masih terkendala izin lingkungan. Atau yang disebut Surat pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) belum memiliki.
Sebenarnya untuk mendapatkan SPPL tersebut bagi perusahaan atau pengusaha tambang sebenarnya ada blangko khusus yang harus diisi seperti. Ada data sosialisasi, data penggunaan tenaga titik lokasi, luasan tambang, tanda tangan RT RW, lurah, camat, hingga ke kabupaten mulai dari dinas lingkungan hidup.
kemudian izin yang lain ke sentra terpandu perizinan di pemda setempat hingga ada hal lain yang dibutuhkan untuk mengurus izin bisa didapat. hal ini sebagai tambang resmi karena memang juga harus bayar pajak.
Tim penelusur media. menyayangkan kemunculan Penambangan karena sudah lama beroperasi. namun faktanya silih berganti dari pengusaha satu ke pengusaha lainnya yang sebelumnya masih dalam tahap belajar. akhirnya berlanjut mengejar keuntungan pribadi maupun kelompoknya.
Sementara itu kerugian warga atau wilayah setempat jalan desa rusak, jalan kabupaten juga rusak parah. pemerintah juga tidak mendapatkan pajak dari kegiatan tambang yang tak berizin.
Penelusuran aktifitas penghasil uruk ini untuk disetor ke ST 27, 28, 29, 37, 38 dan 39 di klaten jateng.
Sedang aktivitas tambang PT.AMP Nglenkong RT 29 RW 6,Kalurahan Serut Kapanewon Gedangsari. 15/06/2024 yang di sidak polres dan gakumdu gunungkidul Merespon persoalan dari warga masyarakat. Balai Pengawasan dan Pengendalian Perizinan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM ) Wilayah Sleman ,Kota dan Gunungkidul untuk inspeksi mendadak ke lokasi tambang sepatutnya bertindak dan Mengevaluasi atau Menghentikannya. pantas Di dukung.
Dugaan kuat aktivitas pertambangan ini melanggar peraturan lingkungan dan tidak membayar pajak sehingga patut dihentikan. Apalagi kerusakan jalan kabupaten di wilayah serut yang beberapa bulan yang lalu. Di resmikan bupati Gunungkidul sudah nyata rusak seperti dalam liputan ini. maka sangat perlu untuk di tindak lanjuti. Tim liputan

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'




