Jalan Poros Ngajaran - Bukit Pangul Tak Jadi Di Bangun Sesuai Jadwal Warga Sidomulyo Bambanglipuro Grundelan ‘Mantan Lurah Dukung Lurah Untuk Bisa Raih Dana Miyaran Rupiah
Sabtu, 29 Juni 2024 | 14:20 WIBBantul - pastvnews.com, warta daerah, warga masyarakat padukuhan Ngajaran Sidomulyo Bambanglipuro Bantul tahun 2024 akan mengadakan pembangunan cor blok dan upaya membangun tersebut melalui pokgiat dan pembuatan proposal agar pembangunan bisa terlaksana.
Namun sayangnya upaya dan pengajuan itu sia sia belum berhasil karena proposal yang buat malah di kembari dengan pengajuan dari lurah setempat senilai 175 juta sama dengan pengajuan dari warga.
Menurut bapak sumadi tokoh masyarakat ngajaran ketika dihampiri oleh sejumlah awak media 28 Juni 2024 Dia mengatakan, memang kami telah mengadakan rakor bersama warga untuk membahas pengajuan untuk cor jalan atau cor blok dari danais dan kabarnya memang telah mendapat sambutan yang baik sehingga kami tinggal pelaksanaan saja senilai Rp. 175.juta
Pembangunan jalan dan infrastruktur di padukuhan tersebut telah di perkirakan akan menelan dana sesuai proposal tersebut kemudian akan didapat hasil sekira panjang 300 lebar 3 meter, tentu semua itu telah berkoordinasi sesama tokoh warga dan dukuh setempat.
Namun kabar dari berbagai pihak justru ada pengalihan lokasi yang belum ada rapat koordinasi dan itu malah ada plakat papan nama di bukit panggul untuk pembangketan dengan nilai yang sama serta sumber yang sama dari danais.
Tetapi hingga kini tidak ada realisasi baik di Bukit Pangul maupun cor jalan padukuhan tak terealisasinya pembangunan di jalan yang di ajukan karena telah di alihkan, sehingga warga hanya (grundelan) tidak jadi membangun.
PAPAN NAMA PROYEK
Sedang papan nama proyek telah dipasang namun awal 1 juni 2024 kabar yang beredar di copot hingga tidak ada pembangunan. Fakta dan nyata keduanya tidak jadi di bangun maka jelas warga kecewa dan lurah mengecewakan warga yang telah membuat proposal dan siap nangun hasilnya tidak jelas.
PAPAN NAMA PROYEK PASANG DAN DI COPOT
Soal siapa yang pasang papan nama dan siapa yang nyopot rencana proyek di Pangul ngajaran kami tidak tahu apalagi saya telah berhenti menjadi pokgiat sejak akhir 2022 seiring pergantian lurah baru. Sebenarnya jika pak lurah terang terangan ingin mindah proyek maka ketemu warga dulu misalkan tak jadi soal. Tapi kini keduanya tidak jadi di bangun sehingga otomatis warga kecewa ‘paparnya.
TAK JADI DI BANGUN
Sementara itu informasi yang dihimpun kemudian di kroscek sejumlah awak media 30 Mei 2024 yang lalu dilokasi bukit Pangul merupakan tanah Sultan ground (SG) yang sudah dikenal untuk akses kegiatan pramuka dan wisata telah terpasang papan nama proyek.
Proyek itu sebesar 175 juta dengan sumber dana yang tertera dari Danais dengan point utama muatan dalam papan pengumuman proyek di garap tanggal 4 juni s/d 24 juni 2024.namun hasilnya hingga muncul kabar ini masih nihil atau belum terlaksana sesuai papan nama yang pernah di dokumentasi warga dan media.
Lurah Sidomulyo Susanto saat dihubungi berkali kali untuk diklarifikasi oleh wartawan sebelum di tayangkan mengkait pembangunan via phone selulernya ternyata dalam keadaan off line.
EDI MENDUKUNG LURAH BISA RAIH 4 MILYAR ATAU LEBIH BANTUAN
Anggota Bamuskal kalaurahan Sidomulyo Bambanglipuro bapak Edi Murjito ketika di mintai tanggapan terkait pembangunan di desanya. Edi selaku Anggota Badan Musyawarah Kalurahan (Bamuskal) yang juga pernah menjadi Lurah selama 3 periode mengatakan.
Saya sepenuhnya mendukung kegiatan pak lurah dalam rangka pemerataan pembangunan, bahkan sebagai lurah itu harus bisa menggaet atau mengucurkan dana besar yang tidak hanya 500 juta, tetapi harus bisa meraih 2 dan 3, bahkan 4 milyar lebih, hal ini untuk membangun di semua padukuhan jangan hanya berkata saat di kasih masukan menjawab derek derek saja. Tandas Edi,
IZIN DAN PEMBANGUNAN DI TANAH SG DI KROSCEK
Ketika di singgung bagaimana dengan pengajuan dan izin tanah di Bukit Pangul ? Edi Murjito menguraikan, bahwa pengajuan izin dalam pengelolaan tanah SG di Ngajaran untuk kepariwisataan dan kegiatan masyarakat telah saya ajukan sejak tahun 2017 yang lalu.
Tetapi untuk tahun ini 2024 jika tanah tanah SG di pergunakan untuk umum maka boleh tetapi tahun 2024 ini karena ada sejumlah kasus TKD hingga berujung ke pengadilan tipikor maka penggunaan tanah kas desa tanah lungguh dan tanah SG ketat ada kroscek fisik dari kraton melalui Panitikismo Kraton Yogyakarta.
Apakah tanah yang telah diajukan atau akan dibangun tersebut ada perubahan kondisi tanah atau tidak maka di cek kembali, saya juga sedang ajukan perpanjangan untuk SMK sama juga di cek ‘ujarnya
Kemudian soal jalan menuju bukit Pangul sekarang itu kan sudah di potong kemudian sudah tdak sesuai tahun 2017 yang lalu, lokasi itu sekarang tidak bisa di lalui jika ke puncaknya sehingga jika ingin dibangun ya pasti di cek oleh panitikismo terlebih dahulu.
GEJOLAK DAN MENDEMO LURAH BERUJUNG DI KEJARI BANTUL
Melihat perkembangan Sidomulyo yang sebelumnya sudah membaik seharusnya tinggal meneruskan atau merawat, namun pergantian pemimpin yang di kehendaki warga kalurahan Sidomulyo sepertinya belum sesuai harapan.
Hal ini terbukti ada gejolak dimana lurah didemo contoh saja saat ada ujian penerimaan pegawai, selain juga ada gelar aksi 19 Maret 2024 warga Sidomulyo unjuk rasa, tuntut transparansi Penggunaan Dana Pemerintah Kalurahan.
Pada 30 Mei 2024 pemerintah kalurahan terdokumentasi pasang nama proyek di bukit Pangul tetapi belum terlaksana, yang menarik justru papan namanya malah raib atau hilang yang akhirnya melalui forum peduli warga sidomulyo sepakat melaporkan kinerja lurah Susanto ke Kejari Bantul untuk diusut secara tuntas dan ada kejelasan.
Makin kritisnya tokoh dan warga setempat terkait temuan dan kinerja lurah, semoga saja ada evaluasi sehingga membaik. Tim redaksi

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'





