Kembali Ke Index Video


Ramadan dan Transformasi Kepemimpinan

Minggu, 9 April 2023 | 11:23 WIB
Dibaca: 780
Ramadan dan Transformasi Kepemimpinan
Ustadz Nuryadin, S.Sos., M.Pd”

Banguntapan-media pastvnews.com  syiar Islam muatan  kali ini mengupas sejenak kenakalan remaja di Yogyakarta, melaui ceramah Subuh hari ke 17 ramadan 1444 H/2023 di Masjid Al-Busyro Mertosanan Kulon Potorono Banguntapan Bantul.

Berbicara Fenomena munculnya "klithih" akhir -akhir ini bisa mengindikasikan lemahnya kepemimpinan. Dengan demikian maka generasi muda atau remaja sangat perlu mendapat asupan positif secara bertubi tubi, terutama dari para cendikian maupun para orang tua bahkan juga dari para pemangku pembina.

Anak anak muda bisa berfikir jernih dan menahan diri untuk tidak terjerumus dalam kenakalan remaja, serta mengakhiri aksi Klitih, tentu peran orang tua para tokoh sangat dibututuhkan terutama dalam menghadapi pergaulan sesama remaja dan sesama milenial.

Kecenderungan anak-anak muda belum atau bahkan tidak menemukan sosok yang bisa dipercaya baginya, baik di rumah, disekolah, dimasyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sangat mungkin andil dalam fenomena munculnya klitih di Yogyakarta,  

Meski demikian kondisi nyata ini kita jangan hanya menyalahkan anak muda yang menjadi pelaku klithih. Lihat juga bagiamana kondisi rumah, masyarakat, sekolah, bangsa serta negara kita yang selanjutnya kita juga harus menyadari dan berinstropeksi, untuk menyelamatkan anak muda dari aksi geng jalanan.

Sementara itu fenomena klitih bisa saja karena faktor lain semisal pelaku mungkin kondisi rumahnya "njelehi", kondisi masyarakatnya "njelehi", kondisi sekolahnya "njelehi" dan sebagainya,

Ruang lingkup dan wawasan terbatas maka njelehi ‘kemungkinan sangat dekat akan aksi anak-anak muda luntuk mengekspresikan dengan tindakan jalanan yang bisa merugikan mereka sendiri, orang lain juga teman akan mempengaruhi tindakan Klitih, dengan demikian atas fenomena ini sangat dan perlu perbaikan keseluruhan.

Sekali lagi peran orang tua, tokoh, juga pemuka  agama, serta pembinaan dari pemerintah berkait sangat dibutuhkan untuk meredam atau menyadarkan pelaku klitih untuk berhenti, selain aksi klitih tersebut juga melangggar norma kebenaran yang semestinya remaja perlu berfikir panjang untuk masa depannya.  

Pemikiran ini tentu kedepan akan nyambung karena tranformasi kepemimpian tidak bisa dihindari untuk meraih generasi yang terbaik. “Penulis Ustadz Nuryadin, S.Sos., M.Pd” (editing fiq)




Video Terkait


Tidak Ada Komentar

Tinggalkan Komentar


*) Wajib Diisi