Melestarikan Semangat Leluhur Teguh Eko Rahadi, SAB Pencak Sumping Banyuwangi
Sabtu, 7 Juni 2025 | 07:13 WIBBanyuwangi Jawa Timur PasTvNews.Com – warta budaya, Di tengah derasnya arus modernisasi, budaya Nusantara terus menghadapi tantangan untuk tetap lestari, di Banyuwangi, semangat pelestarian budaya itu masih berkobar kuat.
Teguh Eko Rahadi, SAB misalkan, merupakan Ketua Generasi Trah Parbu Tawangalun Ing Kedaton MACANPUTIH (GENTA), memimpin gerakan aktif dalam menjaga warisan leluhur, khususnya melalui Pencak Sumping, seni bela diri tradisional yang sarat filosofi.
Ketua Genta Banyuwangi Teguh Eko Rahadi SAB menuturkan Bahwa,"Pencak Sumping bukan hanya tentang gerakan dan keindahan seni bela diri, tetapi juga tentang identitas dan nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Seni ini mencerminkan keberanian, ketahanan, kehormatan, serta disiplin, nilai-nilai yang menjadi inti dari budaya Banyuwangi dan Nusantara secara lebih luas," tutur nya, Jumat 06 Juni 2025 Mondoluko Tamansuruh Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi
Dalam Pagelaran Pencak Sumping yang berlangsung di Dusun Mondoluko, Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Banyuwangi,
Teguh Eko Rahadi bersama GENTA berperan aktif tidak hanya dalam demonstrasi seni bela diri, tetapi juga dalam menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga tradisi ini agar tetap hidup
Sebagai organisasi yang berakar dalam sejarah dan budaya Banyuwangi, GENTA hadir sebagai penggerak utama dalam melestarikan dan menghidupkan kembali warisan leluhur.
Teguh Eko Rahadi menegaskan," Bahwa pelestarian budaya bukan sekadar nostalgia, tetapi merupakan langkah strategis dalam membangun karakter bangsa.
Dengan mendukung inisiatif menjadikan Tamansuruh sebagai “Desa Pendekar”, GENTA berupaya menjadikan budaya bela diri ini sebagai identitas lokal yang tetap relevan di era modern," ujar nya
Selain itu, partisipasi GENTA dalam kegiatan budaya seperti Pagelaran Pencak Sumping tidak hanya mempererat hubungan komunitas, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk memahami dan menghargai akar budaya mereka.
Interaksi langsung antara para pendekar, budayawan, dan masyarakat menjadi bentuk sinergi yang memperkuat kebersamaan dalam menjaga nilai-nilai tradisional.
Di bawah kepemimpinan Teguh Eko Rahadi, SAB, GENTA terus mengukuhkan komitmennya dalam menjaga kelangsungan budaya Nusantara.
Dengan berbagai kegiatan yang digelar, organisasi ini tidak hanya mempertahankan sejarah, tetapi juga membawa warisan leluhur ke masa depan, memastikan bahwa nilai-nilai luhur tetap hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat modern.
Menutup wawancara Teguh Eko Rahadi SAB berpesan,"Pagelaran Pencak Sumping di Banyuwangi bukan sekadar pertunjukan, tetapi sebuah pernyataan bahwa budaya adalah jiwa bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan.
Dengan semangat yang tak pernah padam, GENTA terus bergerak, memastikan bahwa Indonesia yang berbudaya, bermartabat, dan berkarakter tetap tegak di tengah arus globalisasi," pungkasnya (MSP)

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'




