FKY Sleman 2025 Tampilkan Berbagai Kesenian yang Hampir Punah
Rabu, 15 Oktober 2025 | 22:09 WIBSLEMAN - Media Pastvnews.com, Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2025 tidak hanya terpusat di Kabupaten Gunungkidul saja. Namun, juga diselenggarakan di wilayah lain, yaitu di Kabupaten Sleman.
Kepala Dinas Kebudayaan Sleman Ishadi Zayid, SH menjelaskan, rangkaian di Bumi Sembada ini diselenggarakan pada Jumat dan Sabtu 17- 18 Oktober 2025 di Sidoagung, Godean.
Zayid menyebut, kegiatan ini bertujuan untuk menegaskan eksistensi DIY sebagai Kota Budaya yang kaya tradisi maupun kesenian yang berkembang di masyarakat.
Seiring era globalisasi anak-anak kita memang semakin jauh dari adat budaya," terang Zayid dalam jumpa pers di Pendopo Paku Jati Dinas Kebudayaan Sleman 14 Oktober 2025.
Salah satu visi besar yang dalam kegiatan ini adalah menanamkan kembali budaya pada generasi muda. Untuk itu, dihadirkan berbagai kesenian yang hampir punah.
Misalnya, kesenian jeber juwes, antup, jathilan panca wisesa, jathilan lancur, hingga wayang topeng pedhalangan.
Zayid mengatakan, dengan berbagai pertunjukan tersebut, harapannya anak muda tidak hanya jadi penonton. Namun, ikut tertarik untuk melestarikannya.
Seperti jathilan lancur itu yang masih sangat original pakai ekor ayam jago yang dipasang ditopinya dan gamelannya menggunakan angklung," terangnya.
Selain kesenian, nantinya kegiatan akan dibuka dengan pawai Rajakaya. Tidak seperti di Gunungkidul yang membawa sapi dan kambing, di Sleman pawai hanya akan membawa kambing saja.
Untuk rutenya dimulai dari halaman parkir Sendang Bagusan, Senuko dan berakhir di Bulak Balong, Bendungan Sidoagung. (Mar)

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'





