Tim PH Terdakwa : Lurah Maguwoharjo Kasidi Itu Sakit Tuntutan JPU Berlebihan
Selasa, 28 Mei 2024 | 08:01 WIBYogyakarta- media pastvnews.com sidang perkara TKD Maguwoharjo di Pengadilan Negri Tipikor digelar pada hari Senin 27 Mei 2024 Di Yogyakarta memasuki babak penuntutan terhadap terdakwa lurah Maguwoharjo.
Dalam sidang JPU diakhir pembacaan menuntut supaya majelis hakim tipikor pada PN Yogyakarta yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk memutuskan. Lebih lengkapnya simak berikut ini.
Dengan tuntutan 6 tahun enam bulan plus denda 250 juta, karena yang memberatkan perbuatanya tak sejalan dengan pemerintah yang sedang melakukan pemberantasan korupsi.
Terdakwa telah merugikan pendapatan keuangan negara CQ Desa. Ketiga berbelit-belit. Sedang yang meringankan belum pernah di hukum kedua telah mengembalikan sebagian kerugian negara yang pernah di dinikmati
Atas tuntutan tersebut Penasehat Hukum Lurah Maguwoharjo Muslim Murjiyanto SH.M.Hum, Priana Suharto SH dan Sita Damayanti Oningtyas SH. Usai sidang kepada sejumlah wartawan mengatakan.
Kami sebagai penasehat hukum terdakwa menghargai dan menghormati esensi jaksa untuk membuktikan dan melakukan penuntutan terhadap peristiwa hukum yang diajukan dalam persidangan.
Namun juga harus mendasar pada fakta pembuktian yang terungkap / terbukti dalam persidangan, karena fakta yang terungkap dalam persidangan dalam perkara terdakwa secara jelas terdakwa telah menjalankan kewenangannya sebagai lurah maguwoharjo secara benar tidak ada pembiaran telah ada pengembalian aset.
Sehingga jika diperhitungkan secara konprehensif justru desa diuntungkan bahkan terdakwa juga tidak menikmati keuntungan dengan telah disetorkan uang yang diterima terdakwa.
Sehingga dimana letak kesalahan terdakwa, maka sangatlah berlebihan dan tidak beralasan tuntutan yang ditujukan kepada terdakwa lurah maguwoharjo apalagi kondisi kesehatan yang juga harus dipertimbangkan setiap minggunya 2 kali harus menjalani cuci darah. ‘Papar Muslim Murjiyanto SH M.Hum tersebut.
Sedang Priana Suharto mempertajam bahwa tuntutan JPU tersebut berlebihan sebab tuntutan itu mengesampingkan fakta yang terungkap dalam persidangan sebab uang yang 100 juta tersebut disetor ke kas desa maguwoharjo dan itu telah ditunjukan dalam persidangan di buktikan dengan 8 kwitansi yang telah disita kejaksaan kemudian itu merupakan uang sewa pelunggguh kasidi.
Di tambahkan oleh PH Priana Suharto SH disisi lain JPU mengabaikan fakta fakta yang terungkap lainnya termasuk keterangan kerugian negara dalam persidangan telah dibuktikan oleh inspektorat Provinsi DIY bahwa tidak ada kerugian negara dan ini juga di benarkan oleh biro Hukum DIY dan oleh dinas tataruang tidak ada kerugian.
Karena tanah telah dikembalikan semuanya tak ada kerugian makanya apa yang disampaikan oleh JPU itu di plintir seolah olah tidak ada yang meringankan kasidi. Bahkan dalam sidang terdakwa dikatakan kasidi berbelit belit dalam memberikan keterangannya.
Lah berbelit gimana terdakwa itu aja kan sakit, mikir aja tidak bisa, dibilang berbelit belit, itu diplintir semua, tidak ada yang meringankan itu penekanannya dan itu salah sekali, mlintir itu penekanannya, seolah olah jaksa dendam dengan pak Kasidi, ada apa ? kalau mau adil ayo kita angkat semua jangan mengorbankan 1 orang yang sakit,kata PH tersebut
Ayo oknum oknum perangkat lain yang telah menikmati dalam kasus ini berantas jika obyektif, jangan tebang pilih, masak Kasidi orang sakit dikorbankan. Tandas Priana selaku penasehat hukum terdakwa tersebut.
Tuntutan jpu itu jelas berlebihan ‘tandas Priana Suharto SH selaku PH Kasidi. Tuntutan 6 tahun itu wajar karena fakta yang terungkap dipersidangan di abaikan semua oleh jaksa.
Makanya dalam pledoi Jumat 31 Mei 2024 akan kami sampaikan, apalagi terdakwa itu orang dalam keadaan betul betul sakit, tandas Priana Suharta SH sela,ku Tim PH terdakwa lurah.
Kemudian saat sidang aja Lurah kasidi juga bawa tabung oksigen, untuk pertolongan pernafasan, selain akhir akhir ini Lurah nonaktif tersebut sering drop kesehatannya ia keluar masuk rumah sakit, dan itu semua tidak ada pertimbangan meringankan sama sekali lah rasa kemanusiaannya dimana, kok sakit tidak dipertimbangkan ‘Pungkasnya. Tim red

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'




