Komisi IV DPR RI Lakukan Kunjungan Kerja Spesifik Ke Taman Nasional Gunung Sleman
Minggu, 12 Desember 2021 | 21:03 WIBSLEMAN- media Pastvnews.com Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) lakukan kunjungan kerja spesifik di Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Hargobinangun, Pakem, Sleman pada Sabtu 11 Desember 2021
Kunjungan kerja spesifik tersebut adalah bertujuan untuk melaksanakan fungsi pengawasan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ketua Tim Kunker Spesifik Komisi IV DPR RI, I Made Urip mengatakan kunjungan yang dilakukan Komisi IV DPR RI ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai pelaksanaan dan permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan program kemitraan konservasi dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan konservasi, terutama di TNGM.
Selain itu juga bertujuan untuk menampung aspirasi kelompok masyarakat di Kabupaten Sleman dalam melaksanakan kegiatan konservasi di sekitar TNGM.
“Dengan informasi dari para pemangku kepentingan, diharapkan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ini dapat memberikan hasil berupa rekomendasi terbaik untuk dapat ditindaklanjuti oleh instansi berwenang terkait,” ujar I Made Urip.
Menurutnya, permasalahan yang sering timbul dalam pengelolaan kawasan konservasi adalah seringnya berbenturan dengan kepentingan masyarakat dan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya keberadaan kawasan konservasi. Masyarakat yang sebelum penetapan kawasan merasa berhak untuk memanfaatkan lahan yang mereka garap yang saat penetapan kawasan merupakan kawasan konservasi.
“Oleh karena itu, untuk meminimalisir potensi konflik di lapangan perlu diatur pembangunan Kehutanan yang berbasis masyarakat dan memberikan ruang bagi kepentingan masyarakat,” katanya.
Kepala Balai TNGM, Karyadi menjelaskan kunker spesifik tersebut bertema khusus yaitu kemitraan konservasi, bioprospeksi, konservasi Anggrek dan restorasi berbasis genetik. Pelaksanaan tugas dan dan fungsi pengelolaan Kawasan Konservasi TNGM yaitu dilaksanakannya Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kemitraan Konservasi bersama masyarakat sekitar kawasan.
“Jumlah luasan PKS kemitraan konservasi adalah 345,76 Ha, sedangkan masyarakat penerima akses adalah 1007 KK,” jelasnya.
Untuk pelestarian Anggrek dan restorasi berbasis genetik, Karyadi mengatakan Balai TNGM sudah melaksanakan kerjasama dengan berbagai pihak seperti lembaga litbang hingga masyarakat.
Kerjasama yang dilakukan dengan masyarakat yaitu melibatkan Forum Peduli Lingkungan Pecinta Alam Merapi (FPL Palem). Peran FPL Palem dalam konservasi tumbuhan lokal Merapi diantaranya yaitu identifikasi pohon induk Sarangan di Kawasan TNGM, ujicoba perbanyakan vegetative dengan stek pucuk maupun biji Sarangan, serta ujicoba perbanyakan dengan cangkok hormone.
“Untuk konservasi anggrek, Balai TNGM dan FPL Palem telah melakukan identifikasi, koleksi, labelisasi, pemeliharaan dan perbanyakan jenis Anggrek Merapi yang telah mencapai 70 spesies,” ujarnya.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyambut rombongan Komisi IV DPR RI mengatakan TNGM merupakan sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Sleman dengan menghadirkan keindahan alam Gunung Merapi. Dimana posisi Kabupaten Sleman berada di kawasan paling utara dan memiliki luas 18 persen dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ia berharap upaya konservasi yang telah dilakukan oleh Balai TNGM agar terus didukung oleh masyarakat di Kabupaten Sleman. “Suatu kehormatan Sleman ditunjuk sebagai tempat kunjungan kerja spesifik ini.

Video Terkait
- Masa Pandemi Warga Padukuhan Gunungasem Ngoro-oro Patuk Masih Eksis Gelar Rasulan
- Masa mandemi new normal penghobi burung sudah banyak turun ke lomba
- Perundingan Bipartit PT.SRR Sementara Buntu Karyawan Minta Pesangon Normal 1, 4 Milyar ?
- Asmindo DIY Inisiasi Gelar Pameran Secara Virtual Seluruh Indonesia
- Peternak perkutut masih eksis walaupun kondisi negara di guncang virus covid 19
- Dampak Akibat Covid 19 Lama Industri Rambak Segoroyoso Terancam Bangkrut
- Relawan Bacabup Ini Kunjungi Warga Ringankan Beban
- KH Fahmi Basya 'Seluruh Dunia Menyatakan Perang Melawan Virus' Perang Dunia III
- Hampir 2 Pekan Jalan Jogja Wonosari - Patuk Gunungkidul Lengang
- Gerakan Penyemprotan Disinfektan Pemdes Terbah Patuk Libatkan Berbagai Element
- Pasangan Balon Cawub -Bacabup Ini Siap Bertarung Dikancah Pemilukada 2020
- Biawak akan serang petugas pembersih sedimen di tangkap
- Relawan "NO-TO" Lakukan Upaya Pemberantasan Covid -19
- Dwiyono Kades Terpilih Desa Kedungpoh Nglipar Menang Raih 1542 Suara
- Telaga Towati Tepus Gunungkidul Bebas Dari Polusi Udara Jahat.
- Pesona Wisata Beton Ponjong Gunungkidul
- YOGJA YOUTH FARMING" BEROPSESI JADI LABORAT PELESTARIAN ALAM
- IMOGIRI BERTEKAD LESTARIKAN SENI DAN BUDAYA WISATA
- Antisipasi kenakalan siswa SMPN 2 Jetis Bantul Jalin Komunikasi Dengan Wali Murid
- Cakades Joko Purnomo Kedungkeris Nglipar disambut meriah warga
- Bunga amarilis primadona yang bisa dikembangan diberbagai wilayah
- Angin Puting Beliung Menerjang SDN Waduk Sedikitnya 8 Rumah Warga Rusak
- Budi Oetomo Prasetyo Ponjong Gunungkidul Jabarkan Ide Nawa Karsa Manunggaling Cipta
- Jalan menuju Wisata Ke Pesisir Selatan Bantul Mulus
- Bantuan Beras Meringankan Beban Santri Dan Pengelola Ponpes
- Budi Oetomo Gunungkidul ‘Menjawab Panelis ‘Restrukturisasi Birokrasi Dan APBD Harus
- Inilah 11 Wajah Bacabup Gunungkidul 2019 Via Nasdem 'Siapakah Yang Pantas ?
- Nasdem Menjaring 11 Bacalon Bupati Gunungkidul
- Lulusan Akademi Komunitas Seni Budaya di Wisuda Sultan
- Inilah Obyek Pendidikan Semburan Air Melengkung Taman Pintar Yogya
- Zaman Kolonial Jepang Pakaian Saja Susah Baju Yang Ada Goni Seperti Ini
- Ikut Senam Sehat 2019 HUT Golkar Bantul 2 Warga Raih Sapi dan Motor
- Menikmati Semilir Angin Di Embung Merdeka Bantul'





